17

891 89 22
                                        


Hari ini stefan mulai masuk kantor, sementara young art yang lainnya masih sibuk ngurus ini itu di kampusnya. Pertama kali ke kantor pandangan orang-orang sudah meliriknya dengan bisik-bisik, terutama para gadis-gadis. Sesampainya di lantai 3 tepatnya ruangannya dia pertama-tama menyapa semua orang dan memperkenalkan diri. Lalu dia duduk di mejanya mencoba mulai mempelajari apa yang harus ia kerjakan.

Hari ini yuki menemai verrel untuk penyeleksian ketua young art dan mengurus acara perpisahan bersama anggota young art yang lainnya. Di tengah-tengah rapatnya ia mendapatkan telfon untuk datang ke kantin.

"dimas? Oh fotografer itu? Iya iya bisa, oke gue kesana"

Sesampainya di kantin ia melihat dimas tengah melayani beberapa mahasiswi yang ingin foto bareng. Melihat yuki datang gadis-gadis mahasiswa baru itu kemudian pergi.

"cie yuki, temen lo? Heran deh, temen lo gak ada yang jelek" celetuk temannya yang berada di meja lain

"iya dong" senyum yuki lebar. "eh apa kabar? Kok mendadak banget sih, bisa sampai kantin kampus lagi" heran yuki tetap dengan senyum lebarnya. "gimana gimana ada apa nih penting kayaknya"

"satu-satu kali tanyanya" senyum dimas. "jadi gini nih ki to the point aja kali ya takutnya ganggu kegiatan lo juga gitu"

"gue lagi gak ada kegiatan apa-apa kok, Cuma ngurusin hal kecil aja dikit. Kenapa dim?"

"jadi gue kebetulan lagi dapet banyak banget job iklan dan model gue itu ada 2 jadi dengan banyaknya job yang ada sekarang itu sedikit kualahan sih. Jadi gue mau nawarin lo, lo mau gak jadi model di tim gue?"

"what? Model? Seriously?" tawa yuki heran

"kalau gue gak serius ngapain juga jauh-jauh kesini, gue kesinikan juga dengan resiko lo gak ada dikampus. Iyakan?" senyum dimas yang terlihat manis dengan deretan giginya

"iya sih, lo kan gatau gue di kampus apa engga udah main nongkrong di kampus aja"

"jadi?"

"ya kenapa gue? Kita ketemu baru 2x ini, lo fotografer terkenal dan gue sendiri gak ada basic model. Justru basic gue di balik layar, dan sekarang tiba-tiba lo nawarin jadi model di tim lo dengan segala ketenaran lo. Guekan jadi berfikirnya, gue ini siapa gitu, perasaan gue juga gak cantik-cantik amat, body juga gak ngebentuk banget, yaa biasa aja gitu. Kenapa lo milih gue? Padahalkan kalau lo mau lo bisa dapetin model-model yang udah pengalamakan dan pasti lo juga punya link untuk dapetin model-model itu"

"jawabannya simple. Lo itu orangnya simple"

"simple?"

"dengan 2x kita ketemu aja gue udah bisa ngebaca kepribadian lo, lo itu orangnya simple gamau ribet dan gue cari orang yang kayak gitu. Sederhananya gak manja lah, di sisi lain juga lo punya ekspresi yang ngejual banget, look muka lo itu udah model banget ki. Intinya lo cocok untuk tipe model gue dan lo itu cocok sama angan-angan fotografi gue. Jadi gimana? Apa alasan ini cukup untuk lo mau jadi model gue?" yuki mendengar itu tersenyum

"emm, gue kaget sih jujur. Ini gue jawabnya gak harus sekarangkan?"

"ya ampun kayak di tembak aja pakai pikir-pikir. Gue maunya jawaban sekarang, jadi nanti gue bisa siapin kontrak dan besok kita bisa ketemu lagi buat tanda tangan kontrak, lalu lusa kita mulai pemotretan karena jujur deadline job udah mepet banget dan banyak produk yang harus segera di selesain pengiklanannya. Gimana nih?"

"duhh mendadak banget sih lo" kata yuki bingung

"emangnya lo udah dapet kerja ya? Gue denger lo udah mau sidang skripsi"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 19, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

YOUNG IN LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang