Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari Sabtu, 26 Oktober 2019. Akhirnya aku menonton pertandingan bersama Wina. Ayahku tadi yang mengantarkanku ke Gor, tetapi beliau tidak bisa menjemputku. Lalu aku bilang, aku akan pulang bersama teman SMP-ku, padahal tidak. Tentu saja ayahku akan melarangku naik ojek online. Maaf ya, Yah. Demi Hansel.
Wina Di mana lo Gua udh smpe
Di gerbang gor Dmn?
Wina Sekretariat, gue brng kevin Sini, sebelah gue hansel
Wow Otw banter
🏀 [ Author's PoV ] 🏀
Wina sedang membaca chat dari Ayna terkekeh sendiri. Ada rasa tidak percaya dengan Ayna saat ini. Ayna adalah tipe orang yang cuek, jika bukan urusannya, maka ia tidak peduli sedikit pun. JIka ada pemuda tampan yang membuat Wina dan teman-temannya berseru heboh, Ayna hanya, "Yaa, lumayan lah enak dipandang." Katanya dengan datar tanpa mengambil kesempatan mencuri pandang seperti yang lain.
Sewaktu Ayna menjalin hubungan dengan mantannya di kelas 11 dulu, Wina tidak pernah melihat temannya seperti ini atau sering disebut orang jaman sekarang, bucin. Apa mungkin karena Ayna yang tertutup, Wina tidak begitu tahu tentang hubungan mereka. Ketika Ayna putus, Wina saja baru mengetahui setelah 2 minggu kemudian. Intinya, Ayna tidak pernah membicarakan tentang lelaki, hanya sesekali waktu ia berpacaran dengan mantannya. Kadang Wina merasa, apa benar dia dianggap teman oleh Ayna ya.
Namun, Wina segera melepaskan pikiran itu karena mendadak ketika hari Kamis kemarin Ayna secara terus terang berkata bahwa ia resmi menjadi fans Hansel. Wina tentu saja senang, akhirnya ada teman fangirl dan akhirnya Ayna mematahkan pemikiran Wina tentang dirinya yang tertutup.
Ni anak selektif banget milih cowok, begitu pikiran Wina sekarang.
Ponsel Wina bergetar, membuat lamunannya buyar. Terlihat nama Ayna sebagai pemanggil.
"Paan,"
"Gapapa iseng aja. Biar gua keliatan sibuk,"
"GAK JELASSS,"
"Hehehehe malu lah jalan sendiri doang, yang lain gandeng temen gandeng pacar,"