"RIIII, AYO BURUAN!" teriak Byungchan dari luar kamar kost Gyuri.
Sekarang, Byungchan lagi nungguin di depan kamar Gyuri, udah nggak sabar.
"Keburu rendangnya abis!!" seru Byungchan sekali lagi, suara cemas terdengar.
Pintu kamar Gyuri akhirnya terbuka.
"Bawel amat si." omel Gyuri sambil keluar dari kamar dan buru-buru ngunci pintunya.
Byungchan langsung melongo begitu lihat Gyuri keluar. "Buset, cantik banget lo hari ini. Tiap hari kayak gini enak diliatnya." kata Byungchan sambil matanya ngelirik penampilan Gyuri yang berbeda banget hari ini.
Biasanya, Gyuri kalau ke kantor cuma pake blazer sama kaos oblong, kadang cuma kaos aja. Rambutnya dicepol, pake sandal jepit yang khas banget. Tapi sekarang? Dia pake dress ungu yang simpel tapi elegan, rambutnya di-curly, bikin Byungchan langsung terpesona.
"Tiap hari gue cantik, ye." Gyuri senyum sambil ngecek jam tangannya, seolah cuek aja.
"Udah ayo buru-buru, rendangnya nggak bakal nunggu!" lanjut Gyuri, sambil masuk ke dalam mobil.
Mereka berdua akan pergi ke resepsi nikahan Saerom dan Hyunbin yang nggak jauh dari kostnya Gyuri.
Sebenernya, Gyuri sih pengen berangkat sendiri, tapi Byungchan langsung ngamuk.
"Lo mau gue keliatan ngenes banget di depan mantan gue???!" kata Byungchan, frustasi.
Akhirnya mereka berangkat bareng, pakai mobil. Bukan mobil Hangyul, kok, tapi mobilnya Yena.
"Ri, amplop lo buat siapa?" tanya Byungchan di tengah perjalanan.
"Buat Saerom deh, soalnya dia paling deket sama gue." jawab Gyuri santai.
"Oh, jangan lupa minggu depan kondangan Jaehyun sama Rose," kata Byungchan ngingetin.
"Asli, gue masih nggak nyangka. Itu Jaehyun sama Rose kok bisa ya? Maksud gue, Jiho sama Rose kan partner dugem gitu loh, kok jadi main tikung-tikung sih?" Gyuri nggak habis pikir.
"Jaehyun sama Junhoe malah udah temenan dari belum punya gigi, bro." Byungchan balas, sambil nyengir.
"Semalem gue sama Yuju julid tentang ini, beuh berasa kayak loudspeakers deh itu telpon. Toa banget." Gyuri keluh, kesal.
"Dokyeom sama Yuju mah, ngetik doang berasa teriak. Ntar kalo mereka nikah, wajib pake kedap suara, kalo nggak bakal kedengeran tetangga pas lagi... iya-iyain." jawab Byungchan, sambil senyum nakal.
Gyuri langsung mukul bahu Byungchan.
"Otak lo yang iya-iyain aja."
"Ri, gue bulan depan pelatihan Kopassus," kata Byungchan, serius.
"Hmm, bulan depan banget nih, Chan? Berarti pengeluaran gue naik nih, soalnya ga ada tebengan." Gyuri becanda.
"Halah, tujuh bulan doang, nggak bakal bikin lo bangkrut." Byungchan nyantai, sambil ngeliat Gyuri yang lagi melipir dari pembicaraan serius.
"Iye iye elah." Gyuri cuma ngomel, sambil nyender ke jok mobil.
Akhirnya, mereka sampai di tempat resepsi. Byungchan langsung parkirin mobilnya.
"Ri, ayo nikah." kata Byungchan tiba-tiba, suara agak gugup.
"Nikah ama bapak lo? Udah kebal gua sama becandaan lo." sahut Gyuri sambil senyum malu, nggak nyangka Byungchan bakal ngomong kayak gitu.
"Nggak, Ri. Kali ini beneran." Byungchan nahan napas, berharap Gyuri serius dengerin.
"Beneran becanda?" Gyuri nanya sambil ngeliatin Byungchan.
Byungchan mengangguk. "Nggak Ri, serius. Gue emang belum siapin cincin, gue juga belum mapan, tapi gue beneran, Ri. Mau nikahin lo."
Dia kelihatan bener-bener frustasi, bingung harus ngomong apa lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Choi Family
FanfictionKisah keluarga Ayah Seunghyun dan anak nya Yena dan Byungchan. spin-off fiat lux!
