Ngedate di malam minggu tuh emang penting banget buat Yena dan Hangyul. Apalagi kali ini mereka double date bareng Yohan dan Hyewon. Rencananya, mereka cuma makan bareng, jalan-jalan, dan belanja, lalu mau nonton midnight show. Tapi, catet ya, yang belanja itu Yena sama Hyewon. Para cowok cuma ikut ngikut aja.
"Yaaang, bagus yang mana?" tanya Yena sambil nunjukin dua baju yang dia pegang ke Hangyul.
"Yang ini bagus," jawab Hangyul sambil nunjukin yang sebelah kanan.
"Tapi ini lucu banget," Yena nunjuk yang kiri.
"Yaudah, beli dua-duanya," kata Hangyul dengan santai.
Capek deh.
Pasangan satunya lagi, Hyewon sama Yohan, nggak jauh beda sih. Bedanya, Hyewon lebih kalem, nggak ribet, tapi belinya sambil liat sana-sini, bikin Yohan capek.
Setelah makan, mereka lanjut makan lagi, dan di sinilah perjulidan dimulai.
"Yen, lo tau nggak kalo Sihoon sama Sihyun sekarang jadian?" tanya Yohan.
"Hah?" Yena kaget, bukan cuma dia, tapi Hangyul juga.
"Lah, gue kira lo tau," kata Hyewon ke Yena.
"Nggak, squad SMA gue udah pada bubar, udah sibuk sendiri-sendiri. Sian juga sama Sihyun, kaya udah ngejauh dari gue," jelas Yena.
"Kok gitu?" Hyewon nanya heran.
"Gara-gara Hangyul tuh," celetuk Yohan.
"Lah, kok gue?" tanya Hangyul bingung.
"Iya, bener, gara-gara lo. Kan Sihyun suka sama lo, eh lo malah jadian sama gue," jawab Yena.
"Ya abis gimana, gue cintanya sama lo doang sih," sahut Hangyul, bikin Yena jadi malu.
"Astaga," gumam Hyewon.
"Tai kotok," sahut Yohan.
"Lucu juga ya, mantan Yena jadian sama mantan Hangyul," kata Hyewon.
"Sinetron banget ya," sahut Yena sambil ketawa.
"Bukan mantan gue, dih, orang kagak pernah jadian," Hangyul nggak terima kalau Sihyun dikata mantannya.
"Yaudah, mantan gebetan," koreksi Yohan.
Hangyul masih mau protes.
"Nggak usah protes, lo kira gue nggak tau apa lo pernah nonton sama dia?" potong Yena.
Hangyul langsung diam.
Hyewon sama Yohan ketawa lihat Hangyul kegep gitu.
"Tenang aja, gue nggak akan marah kok, soalnya kan waktu itu gue belum jadi cewe lo," jelas Yena.
Hangyul langsung cium pipi Yena.
"Kayaknya kita nyamuk doang di sini," celetuk Hyewon.
"MAAP YEE," balas Yena sambil peluk Hyewon.
Akhirnya mereka lanjut makan malam, diselingi julid-julid manja.
"Yenaa," panggil seseorang yang nyamperin Yena.
Tante Goo Hye Sun.
Nggak sendirian, ada Hyungseob, Somyi, sama Yujin. Hmm, mantan.
"Tantee," Yena berdiri dan langsung peluk Hyesun, terus peluk Somyi dan Yujin juga.
Hangyul, Yohan, sama Hyewon juga berdiri, nyapa Hyesun.
Tapi Hangyul udah pasang muka sok galak ke Hyungseob.
"Om kemana, Te? Kok tumben berempat aja?" tanya Yena.
Hyesun senyum, "Om sama tante udah nggak barengan lagi, sayang."
Yena langsung shock.
"Nggak usah shock ah, muka lo nggak berubah deh kalo dongo," kata Hyungseob.
NGAJAKIN PERANG LU YA, batin Hangyul.
Setelah canggung, Tante Hyesun beserta anak-anaknya pamit.
"Eh cup, minta tolong boleh?" tanya Hangyul ke Hyungseob.
"Apa?"
"Fotoin kita," jawab Hangyul.
***
Gelap. Seolah tak ada orang di dalamnya. Itulah suasana rumah kontrakan Gyuri malam itu.
Byungchan baru saja pulang dari dinas dan langsung menuju ke rumah Gyuri. Setelah beberapa kali mencoba menghubungi, Gyuri tak juga memberi kabar. Byungchan jadi khawatir setelah dia bertanya kenapa Gyuri berbohong padanya, dan sejak itu, dia tidak bisa dihubungi.
Dia mencoba menelepon Gyuri lagi, tapi tidak ada jawaban, ponselnya mati. Begitu sampai di depan rumah, Byungchan melihat teras yang sangat berantakan—sampah di mana-mana. Kondisi itu sangat berbeda dengan kebiasaan Gyuri yang selalu rapi. Hal ini semakin membuat Byungchan merasa bahwa Gyuri mungkin tidak ada di kontrakan malam itu.
Byungchan akhirnya berencana untuk pergi, namun saat hendak naik motor, suara keras pecahan dari dalam rumahnya terdengar jelas. Itu bukan suara angin, itu suara benda yang jatuh atau bahkan dilempar. Hatinya semakin gelisah, apalagi setelah kejadian yang tidak jelas di kantor Juri beberapa waktu lalu. Tapi entah kenapa, perasaan ingin memastikan apakah ada masalah semakin besar. Jangan-jangan ada yang masuk ke rumahnya.
Tanpa berpikir panjang, dia mendekat lagi ke rumah Gyuri, namun kali ini dia tetap diam. Biasanya, Byungchan akan memanggil nama Gyuri dengan lantang, tapi sekarang, dia hanya merasa ada sesuatu yang salah, dan itu membuatnya sangat cemas.
Dia mencoba membuka pintu rumah, dan pintu itu terbuka tanpa hambatan. Byungchan melangkah pelan. Sepertinya, Gyuri memang ada di dalam. Dengan hati-hati, dia berjalan menuju ruang tengah. Saat dia mendekat, suara keras teriakan mulai terdengar jelas.
"Apa lo nggak sekalian bunuh gue?!" teriak seseorang. Byungchan bisa mengenali itu suara Gyuri.
Segera, Byungchan berlari menuju suara itu, yang berasal dari kamar Gyuri. Di sana, pemandangan yang sangat mengejutkan menyambutnya. Gyuri, yang biasanya cantik dan ceria, kini wajahnya babak belur, penuh dengan lebam. Di hadapannya, Changmin berdiri dengan sabuk di tangan, seolah siap menggunakannya untuk memukul Gyuri.
Byungchan terdiam sejenak. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Gyuri, yang selama ini selalu terlihat kuat dan ceria, sekarang terpuruk dalam keadaan seperti itu. Hatinya panas, dan tanpa berpikir panjang, dia melangkah maju, siap untuk menghentikan apa pun yang sedang terjadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Choi Family
FanfictionKisah keluarga Ayah Seunghyun dan anak nya Yena dan Byungchan. spin-off fiat lux!
