📎digigit nyamuk

267 48 17
                                        

Yena dan Hangyul sudah sampai di Malang, bersama Yohan dan Hyewon. Mereka tiba cukup malam, jadi begitu sampai di villa, mereka memutuskan untuk langsung tidur.

Namun, yang tidur hanya Yena dan Hyewon. Yena terbangun karena HP-nya berdering terus-menerus.

Ternyata, itu telepon dari Yuri.

"Apaan??" Sahut Yena dengan mata masih tertutup, setengah tidur.

"Kak, dimsum yang kemarin lo bawa ke kantor beli di mana?" tanya Yuri dengan nada serius.

Yena langsung membuka mata dan duduk tegak. "EH! Lo telepon gua malem-malem cuma buat nanyain dimsum????"

"Iya, daripada gua lupa nggak gue tanyain???" jawab Yuri, seolah tidak ada yang aneh.

"Bener-bener Jo Yuri," gumam Yena kesal, masih setengah bingung.

"Dimanaaa?" Yuri bertanya lagi.

"Di Gacoan," jawab Yena sambil menguap.

Setelah itu, Yena langsung mematikan telepon. Dia melihat jam di HP yang menunjukkan pukul 1 pagi. Tiba-tiba, Yena merasa ada yang aneh di kasurnya.

"Ini tadi Hyewon bukannya tidur sama gue?" gumamnya, mencoba mengingat.

Yena keluar dari kamar dan melihat Hangyul sedang asyik main PS di ruang tengah.

"Ngapain lo bangun? Laper?" tanya Hangyul sambil tidak menoleh.

"Nyari Hyewon," jawab Yena.

"Disana," kata Hangyul sambil menunjuk ke pintu kamar di sebelah kanan.

Yena hendak mendekat, tapi langsung ditahan oleh Hangyul.

"Mau ngapain?" tanya Hangyul sambil menarik tangan Yena.

"Ya mau nyamperin lah???" jawab Yena, sedikit kesal.

"Lagi sibuk, jangan diganggu," kata Hangyul, sambil menarik Yena duduk di sebelahnya.

Yena yang masih belum sepenuhnya sadar, terlihat bingung dengan perkataan Hangyul.

"Sibuk apaan sih?" gumamnya, berusaha mencerna.

"Ya ngapain lagi? Hyewon berdua sama Yohan di kamar, menurut lo ngapain?" Hangyul berdecak sambil mem-pause game-nya.

Yena masih bingung, otaknya masih tertinggal di alam mimpi.

"Lo kalau ngantuk, tidur lagi sono," kata Hangyul dengan nada santai.

"Apasih bacot," jawab Yena, sedikit kesal.

Tiba-tiba, Hangyul menyentil mulut Yena.

"Aduuuh," keluh Yena, meskipun agak kesal, tapi akhirnya dia malah tidur di paha Hangyul.

"Gue abis salah peluk Kak Jaehyun," gumam Yena.

"Kok bisa?" tanya Hangyul sambil mengelus rambut Yena.

"Iya, nggak sengaja. Gue kira itu lo," jawab Yena sambil memejamkan mata.

"Lain kali jangan langsung peluk gitu, diliat dulu orangnya," kata Hangyul, tersenyum.

Yena duduk dan menjawab, "Ya abis mirip."

"Mirip kan nggak berarti sama," jawab Hangyul.

"Ayo main aja," kata Yena sambil mengambil stick PS.

"Udah lah, ntar kalau kalah lo nyalahin stick-nya," kata Hangyul.

"Bilang aja lo takut kalah sama gue," tantang Yena.

"Mana ada? Yaudah ayo," jawab Hangyul, siap melanjutkan permainan.

Mereka pun mulai bermain PES. Yena ternyata jago main PS, meskipun Hangyul sering menganggap dia noob. Sejak kecil, Yena sudah sering bermain dengan Byungchan dan ayahnya, jadi tidak heran dia bisa mengalahkan Hangyul.

Choi FamilyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang