Cinta pertama Byungchan datang di saat yang paling berat dalam hidupnya.
"Pagi, Abang," sapa Byungchan, sambil masuk ke dapur tempat Bundanya, Sohee, lagi sibuk menyiapkan sarapan.
"Pagi, Abang. Adeknya udah siap belum?" tanya Sohee, tanpa menoleh.
Byungchan, yang lagi sibuk nyari sepatu, jawab sambil melirik ke arah Yena, "Masih cari sepatu."
Tak lama setelah itu, Yena dan Seunghyun datang ke meja makan.
"No handphone during breakfast, Ayah," tegur Sohee ke Seunghyun yang masih asyik dengan ponselnya.
"Siap, bidadariku," jawab Seunghyun dengan santai, langsung naroh handphonenya di meja.
"Bundaaaa, kok susunya nggak maniiiiis?" protes Yena sambil minum susu, tapi wajahnya langsung ngerasain eneg.
"Inget kemarin kata dokter, kamu udah kebanyakan yang manis-manis. Udah, habisin itu," jawab Sohee, sambil melanjutkan masakannya.
"Yuk, semuanya?" Seunghyun berdiri, ngeliat anak-anaknya udah selesai sarapan.
"Cuz," kata Yena sambil berdiri dan ngambil tas.
Byungchan ikut berdiri dan ngelangkah keluar rumah.
"Kak, jangan lupa minyak kayu putihnya dibawa," kata Sohee, ngingetin Byungchan yang gampang masuk angin.
"Dek, manisnya dikurangin ya," Sohee lagi ngingetin Yena.
"Ayah-" Yena mulai protes, tapi langsung dipotong.
"Kopinya jangan banyak-banyak," Seunghyun menyahut, udah hafal banget sama petuah istrinya.
Suasana kantin SMA udah sepi, tinggal geng Byungchan yang masih nongkrong. Mereka bukan sekelas, tapi udah kayak keluarga aja. Byungchan, Jaehyun, dan Eunwoo anak IPA. Dokyeom, Hyunbin, sama Jungkook anak Bahasa. Mingyu sama Junhoe anak IPS. Geng mereka dinamain Nissin karena menurut Dokyeom, "Sekarang masih mampunya beli Nissin, nanti kalau udah kerja, baru bisa beli Nissan."
"Eh, pada tau Choi Yuju nggak?" tanya Dokyeom tiba-tiba.
"Yuju temen sekelas gua, kenapa?" jawab Byungchan, agak bingung.
"Lu nanya-nanya cewek, nih? Udah mulai demen ya?" sahut Junhoe sambil senyum-senyum jahil.
"Sembarangan anjing, gua udah demen cewek dari dulu," balas Dokyeom dengan kesal.
"Tapi ceweknya kagak demen sama lu," kata Hyunbin, disambut tawa.
"Suka banget ngomong ya lu," Mingyu ketawa terbahak-bahak.
"Sumpah, nyesel gua punya temen kaya kalian," gerutu Dokyeom, sambil nyembur.
"Jadi kenapa nanya-nanya Yuju?" tanya Jungkook, penasaran.
"Anaknya tuh, mulutnya nggak bisa di rem. Ngebroooong kayak knalpot!" kata Dokyeom kesal.
"Lo nggak punya kaca apa dirumah?" tanya Byungchan sambil ngelirik.
"Banyak," jawab Dokyeom, sambil nyengir.
"Iya, itu yang kita rasain kalau mulut lo lagi ngebrong kayak knalpot RX King," kata Jungkook, ketawa ngeliat ekspresi Dokyeom.
"Diiiiih," protes Dokyeom, makin emosi.
Tiba-tiba, ada yang nyamperin mereka.
"Eh, neng Yulhee," sapa Junhoe, sambil ngangkat tangan.
"Yulhee, kok semalem BBM cuma di D aja?" tanya Jungkook, setengah bercanda.
"Yulhee mau dianterin pulang?" tanya Hyunbin, penasaran.
Mereka bertiga emang lagi bersaing jadi playboy terkadal di kelas.
Yulhee cuma senyum manis, terus nyamperin Byungchan.
"Byungchan, bisa anterin aku pulang?" tanya Yulhee, dengan senyum manis.
Byungchan kaget, "Hah? Kok gue?" tanyanya bingung, sementara teman-temannya udah pada berdecak kesal.
"Soalnya aku maunya kamu," kata Yulhee, tetap dengan senyumannya.
"Udah anterin aja, dia temennya Solbin," kata Eunwoo, sambil nyengir.
"Kayaknya emang lebih aman dianterin sama lo," tambah Jaehyun, disambut cekikan dari temen-temennya.
Akhirnya, Byungchan pun nganterin Yulhee pulang. Tapi ternyata, Yulhee nggak pulang, malah bawa Byungchan ke rumah sakit.
"Hee, siapa yang sakit?" tanya Byungchan, bingung.
Pas mereka sampe depan ICU, Byungchan terkejut banget liat Ayah sama adiknya ada di sana. Dia langsung lari ke pintu ICU, ngintip dari celah kaca.
"Ayah? Bunda kenapa?" tanya Byungchan dengan panik, tapi Ayahnya cuma diam, nggak bisa jawab.
Byungchan nggak ngerti, pagi tadi Sohee masih keliatan sehat-sehat aja.
Yulhee deketin Byungchan dan bilang pelan, "Bunda kamu kena kanker rahim, stadium akhir. Dokter yang nanganin Bunda kamu itu Mama aku. Tadi Mama aku minta tolong bawa kamu ke sini, takutnya kalau Ayah atau adik kamu yang bilang, kamu bakal lebih kalut."
Tiga hari setelah itu, Sohee menghembuskan napas terakhirnya. Yena berkali-kali pingsan, sementara Seunghyun dan Byungchan sama-sama terpuruk dalam kesedihan yang mendalam.
Pagi terakhir Sohee ngingetin tentang minyak kayu putih itu adalah kata terakhir dari Bundanya. Byungchan merasa semakin kehilangan.
Selama masa-masa sulit itu, Yulhee selalu ada untuk Byungchan. Dia nemenin Byungchan di rumah sakit, bahkan waktu pemakaman. Yulhee nggak pernah berhenti ngurusin Byungchan, bahkan membawain makanan karena Byungchan sering banget males makan.
"Kamu kalo nggak makan, nanti bunda kamu nangis," kata Yulhee dengan lembut, nyuruh Byungchan makan.
Lambat laun, Byungchan jadi merasa nyaman sama Yulhee, dan mereka mulai pacaran. Selama dua tahun hubungan mereka berjalan, hingga akhirnya Yulhee ngomong, "Kita udah nggak bisa sama-sama, karena apapun yang kita perjuangin bakal sia-sia. Orang tua aku udah ngajarin aku buat nikah sama orang yang mereka pilih."
Itulah akhir dari hubungan mereka, dan Byungchan belajar banyak tentang cinta pertama dan kehilangan yang begitu mendalam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Choi Family
Fiksi PenggemarKisah keluarga Ayah Seunghyun dan anak nya Yena dan Byungchan. spin-off fiat lux!
