14. graduation

658 23 0
                                        

Hari demi hari telah berlalu, dan besok adalah hari kelulusan bunga.

Hari ini bunga sedang menonton televisi d ruang keluarga, dengan beberapa makanan yang tadi ia buat sebelum ia menonton seperti kue, buah buahan yang sudah ia kupas dan yang lainnya, hari ini ia ingin bersantai d rumah tanpa melakukan aktivitas apapun, tak lupa handphone yang berada d tangannya yang selalu ia tatap sambil sesekali terkekeh kecil karna membaca grup yang berisikan dirinya dan teman-temannya.

Entah lah apa ia yang menonton televisi atau televisi yang menonton dirinya tapi kayaknya lebih tepat dengan televisi yang menonton dirinya sedari ya emang lebih tepat itu.

" Woyyy."

" Inalillahi." Pekik bunga saat seseorang sambil menepuk pundak bunga sambil mengagetkan tepat d depan kuping bunga.

" Hahahaha."

" Dilan." Pekik bunga kesal, ya seseorang yang tadi mengagetkan bunga tak lain dan tak bukan adalah dilan.

" Kak dilan apaan sih ngagetin aja." Kesal bunga.

" Hahaha sorry lagian serius banget nontonnya." Ucap dilan sambil mencabut sebelah heatset yang d gunakan oleh bunga dan d pakaikan pada dirinya jadi sekarang mereka menggunakan heatset sebelah sebelah dan langsung duduk d sebelah bunga.

" Ikhh apaan sih kak jangan Deket Deket." Ucap bunga karna sekarang lengannya dan lengan dilan sudah saling menempel.

" Shutt diem ada bunda kamu d belakang." Bisik dilan d depan telinga bunga, yang akhirnya mau gak mau bunga diam saja berdekatan gini dengan dilan.

Mendengar itu akhirnya bunga mau gak mau berdekatan dengan dilan, dia tak curiga sama sekali dengan dilan padahal dilan berbohong tentang itu.

Bunga pun menyandarkan kepalanya d pundak dilan, awalnya dilan shok dengan gerakan tiba tiba bunga tapi itu tak lama.

" Bunga."

" Hmm."

" Besok kamu kelulusan kan."

" Ya emang kenapa."

" Terus kenapa kamu gak pergi keluar hari ini misalnya kamu cari gaun buat besok gitu atau enggak kamu kesalon gitu." Tanya dilan.

" Ogah ah males, soal gaun aku gak perlu memikirkannya karna itu semua sudah d urus oleh Amel, dan soal salon itu gak perlu menurutku lagi pula lusa bukannya kita akan menghabiskan waktu d salon."

" Loh kok Amel yang ngurus sih bukan kamu. Akh ya aku lupa bahwa lusa kita akan menghabiskan waktu kita d salon untuk perawatan, dan itu terjadi selama 3 hari berturut turut, ahh aku gak bisa membayangkan hari membosankan ku itu untuk berdiam diri d salon." Dumel dilan.

" Ya karna aku dan yang lainnya akan menggunakan gaun dari butik milik Amel sekalian untuk ajang promosi desain terbarunya, semua Amel yang ngurus dan yang paling penting, aku gak perlu mengeluarkan uang sepeserpun." Jawab bunga dengan senyuman cerianya biasa lah cewek kalau d beri yang geratisan pasti semangat.

" Dan ya, boro boro kamu yang cowok, aku juga yang cewek males banget sama yang namanya salon, walaupun aku sering kesalon tapi itu paling sebulan sekali tau dua bulan sekali bukan 3 hari berturut turut gitu, ahh ogah."

" Hahhhh kamu itu aneh loe, dimana mana cewek itu paling sukanya ya d salon lah kamu d salon ogah, apa jangan jangan kamu....."

" Jangan jangan apa hah." Tantang bunga sambil menegakkan tubuhnya

" Jangan jangan kamu bukan cewek beneran ya." Ceplos dilan, tiba tiba.....

Bruk.....

Bruk.....

BULAN (BUnga dan diLAN)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang