"Kalau menurutmu memiliki wajah cantik adalah kebahagiaan yang abadi, kamu salah besar!."
Namaku Minjoo Park, lahir dari keluarga yang memiliki gen yang bagus. Sebenarnya bukan hanya keluargaku, tetapi semua orang yang ada disekitarku memiliki ketam...
Pagi ini Minjoo tetap masuk sekolah. Ia tidak berani sendiri di rumah. Ia takut kejadian kemarin terulang lagi.
"Hari ini ga usah ikut cheers dulu ya, lo harus pulang" ucap Jaehyun yang terus mengawasi Minjoo.
"Aku ga tau, kak– aku ga enak sama kak Nayeon" jawab Minjoo.
Jaehyun mendengus kesal, kemudian ia melihat di depannya ada Nayeon yang tengah berbincang dengan ketua kelas Jaehyun, Park Jihyo.
"Tuh ada Nayeon, gw aja yang bilang" ucap Jaehyun sambil berjalan menghampiri Nayeon.
Nayeon dan Jihyo menghentikan acara ngobrol ngobrol cantiknya, karena kedatangan Jaehyun.
"Hyo, gw mau ngomong bentar sama dia. Bisa pergi dulu ga?" Tanya Jaehyun
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jihyo memutar kedua bola matanya "iye iye, jangan lupa piket lu!"
"Iya ish! Bawel!" Cebik Jaehyun.
Kemudian setelah Jihyo pergi, Minjoo datang dengan langkah terseok.
"Ada apa?" Tanya Nayeon yang sudah bersiap jika ditanya yang aneh-aneh.
"Minjoo ga bisa latihan cheers. Pulang sekolah dia harus pulang. Lagian kakinya juga lagi sakit" ucap Jaehyun yang membuat Nayeon menaikan satu alisnya.
Kemudian ia tertawa kecil "Lo pacarnya? Posesif amat. Luka dikit mah wajar lah buat anggota cheers"
"Intinya gw mau dia–"
"Gapapa kak! Aku bisa kok!" Ucap Minjoo menyela.
"Tuh, denger! Minjoo aja gapapa, kenapa lo yang sewot? Kalo lo mau, lo bisa kok nungguin dia di lapangan. Gw sih fine fine aja" ucap Nayeon dengan wajah angkuhnya.
Jaehyun menghela nafas. Ia menggertakan giginya. Masalahnya ia juga tidak bisa menemani Minjoo karena dia ada latihan basket.
"Ya udah, kalo gitu terserah lo. Yang jelas lo harus nelfon gw setelah pulang cheers, oke?" Ucap Jaehyun.
Minjoo mengangguk hanya untuk membuat Jaehyun tenang dan tidak banyak bertanya.
"Udah selesai masalahnya, bapak posesif?" Tanya Nayeon dengan tangan yang dilipat di depan dada.
"Kalo sampe dia kenapa-napa, lo yang tanggung jawab!" Ucap Jaehyun sambil menunjuk wajah Nayeon.
Nayeon tertawa mendengarnya "Kalo gitu berarti gw boleh dong ngelukain dia? Biar gw bisa tanggungjawab" ucap Nayeon sambil memiringkan kepalanya.
Jaehyun menggertakan giginya lagi. Kemudian Minjoo langsung menyudahi semua perdebatan kedua orang itu dengan membawa Jaehyun pergi.
Setelah mereka jauh, barulah Nayeon bisa menelfon seseorang
"Kemaren lo ga keliatan sama dia kan?" Tanya Nayeon sambil berjalan menuju tempat yang lebih sepi.