Seminggu telah berakhir setelah kelakuan brengsek Naruto, aku tak menyangka ia melakukan hal ini padaku. Aku tau dia mencintaiku, tapi cara yang dilakukannya salah
Hatiku sangat sakit dan seperti teriris, ntah kenapa rasanya aku ingin mati saja. Padahal aku menjaga ini untuk suamiku kelak, tapi waktu tak bisa diputar kembali
"Huek... huek... huek!"
Aku bingung, sejak kemarin aku terus mual mual dan perutku agak keram. Ada yang aneh dengan apa yang terjadi padaku, dan lagi... aku selalu ingin makan ramen sejak kemarin
Tapi... tunggu!
Ramen? Aku memegang perutku, apa aku... ah tidak mungkin! Tapi kenapa bisa seperti ini?! Aku langsung pergi ke rumah sakit dan mencari alat untuk tes, lalu menyalurkan chakra medis kearah perutku
"Aa...ku..." tidak! Aku tidak mungkin hamil!
"Naruto, dimana kau? Kenapa dia tidak ada selama seminggu ini, aku jadi... ah!"
Kenapa aku ini?! Kenapa jadi mencarinya?! Sakura baka! Aku tidak boleh menemui atau mencarinya, dia sudah membuatku seperti ini dan aku harus menjauhinya
Tapi...
Yang sedang ku kandung ini adalah anaknya, aku harus apa?!
"Jidat, apa kau sudah gila?"
Aku mendelik "urusai pig!"
"Aneh"
Aku langsung berjalan keluar rumah sakit, kemarin aku sudah meminta cuti selama tiga hari. Jadi sekarang aku bisa beristrahat, tapi aku benar benar bingung sekarang
"Aku mau ramen..." gumamku saat melihat kedai ichiraku
"Paman teuchi, ramennya 1 porsi jumbo!"
"Siap!"
Didalam kedai banyak yang menatapku aneh, aku tak peduli dengan pandangan itu. Karena ku rasa aku ingin sekali makan ramen, dan aku yakin ini pasti karena anah yang ada dalam tubuhku
"Sslruuuup~ sslruuuupp... ah enak sekali~" gumamku memegangi perutku
"Sakura san, sepertinya kau sangat menyukai ramen ya"
Aku menoleh, ternyata itu Sai "ck jangan meledekku"
"Apa yang terjadi?" Hm.. kalau aku memberitaunya pasti tidak akan terjadi apa apa
"Di perutku ini" tunjukku "ada yang meminta ramen"
"Cacing!" Sahut Chouji berseru
"Paman, ramen 5 mangkuk posri jumbo!"
"Siap!"
"Ah... aku paham" Sai mendekati telingaku
"Kau pasti sedang mengidam, dan itu anaknya Naruto"
Tuk
"Baka!" Seruku setelah memukul Sai
"Sai... aku ingin emh... katak kecil dari tempat Naruto berlatih, bisakah kau mengambilkannya?"
"Apa? Aku?" Tanya Sai menunjuk dirinya
Aku mengangguk "ya kau, dan kau harus pergi sekarang"
"Tapi..."
"Sai~ aku mohon, dia sangat ingin menumui ayahnya sekarang" pelasku dengan memajukan bibirku
"Hmm baiklah"
Dengan cepat Sai pergi membuatku tersenyum senang, sekarang aku sangat ingin pergi menemui Naruto. Ini bukan kemauanku, tapi rasanya aku ingin memeluk dia sekarang
Dengan langkah cepat aku mencarinya disetiap tempat, tapi tak menemukannya. Apa mungkin dia sedang dirumah? Aku harus mengeceknya
Saat berjalan banyak shinobi yang dapat merasakan chakra melirik kearahku, aku tau mereka bingung karena ada dua chakra dalam tubuhku tapi tak perlu terus melihatku
Apa mereka tau aku sedang mengandung? Sialan! Padalah umurku baru saja menginjak 17 tahun
Ku lihat beberapa byakugan klan Hyuuga di aktifkan oleh beberapa orang, aku ragu jika mereka tak tau tentang ini. Apa yang harus ku lakukan?!
"Oh? Kenapa pintu rumahnya terbuka?" Tanyaku bingung saat melihat rumah Naruto terbuka lebar
Saat aku memasuki rumahnya aku langsung mengunci pintu dan ku lihat dia tertidur disofa dengan melintang, dan didadanya ditimpahi bingkai foto yang digenggamnya
Dengan pelan aku mengambil bingkai foto itu, ternyata foto tim 7 yang di ambil setelah perang. Dan ku lihat ada editan love di bagian gambarku, sangat kekanak kanakan
Aku duduk di sofa membelakangi Naruto dan melihat foto itu satu persatu, dan saat ku lihat wajah Naruto satu kata yang terlintas difikiranku
Tampan
Walau dia kekanakan tapi ku akui Naruto tampan
Tapi... mungkin karena ada anaknya dalam kandunganku, ah... aku ingin sekali memeluk Naruto saat ini karena anaknya, tapi dia sedang tidur
Kenapa aku jadi manja begini, bahkan dalam batin pun ku rasa cara bicara ku pun manja. Apa karena hamil jadi sifatku berubah drastis? Ah jangan sampai aku manja padanya, dia saja manja padaku
Grep
"Eh?" Aku menoleh saat seseorang memelukku
"Jangan berbalik" cegahnya
"Kena-"
"Aku tidak ingin kau melihat wajah brengsekku"
"Naruto, jangan ke kanak kana-"
"Kekanak kanakan"
"Berhentilah seperti ini, Sakura! Aku ini brengsek! Bagaimana bisa kau terus menganggapku seperti itu!" Bentak Naruto membuatku terkejut
Air mataku pun mengalir "aku... aku hiks hamil..."
"Apa?"
"Hiks..."
Naruto langsung melepas pelukannya dan membalikkan badanku kearahnya, aku yang diperlakukan seperti itu tentu saja merasa sangat kesal
"Saku... Sakura chan, maaf... seandainya saja aku tidak- aku akan bertanggung jawab, jadi kau bisa memukulku sepuasmu" tukasnya menunduk membuatku melotot
Plak
"Aku kesini bukan untuk memukulmu baka!" Seruku "tapi... ah sudahlah" gumamku memajukan bibirku kesal
Brak
Aku langsung pergi dengan kesal, bagaimana bisa dia melakukan itu padaku! Dan kenapa juga aku begitu kesal? Hah... sebaiknya aku pulang saja
.
VOTE & COMENT YAH!
KALAU UDAH BACA, BACA SAMPAI AKHIR YA... JANGAN HANYA 1 EPISOD
KAMU SEDANG MEMBACA
Your Love
RomanceMenceritakan tentang Uzumaki Naruto yang berusaha mendapatkan Haruno Sakura dengan cara yang diusulkan oleh Hatake Kakashi Dan bagaimana jika cara dari seorang Hatake Kakashi dapat membuat Sakura meninggalkan desa? Langsung baca aja kalau penasaran...
