Sakura bersiap untuk merebahkan dirinya di futon yang telah dia gelar di dalam kamarnya. Hari ini cukup melelahkan baginya, dan dia ingin mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Namun, niatnya ini harus urung tatkala telinganya mendengar suara jendela yang diketuk dari luar.
Sakura mengernyitkan dahinya, batinnya bertanya-tanya siapa gerangan orang yang mengetuk jendelanya. Menyadari dia tak akan tahu siapa pelakunya jika hanya berdiam diri, ibu satu anak itu pun melangkah gontai mendekati jendela.
Dengan enggan dia membuka jendela itu. Dan saat jendela akhirnya terbuka lebar, kedua emeraldnya membulat sempurna.
" S ... Sasuke-kun ..." gumamnya, terkejut luar biasa. Untuk apa pria ini menyelinap datang ke sini? Sakura benar-benar was-was sekarang. Khawatir kedatangan suaminya disadari penghuni rumah ini.
Dia pandangi punggung kokoh Sasuke begitu pria itu sudah melompat masuk ke dalam kamarnya. Sakura bergegas menutup jendela, rasa takut menderanya. Takut ada orang yang memergoki Sasuke masuk ke dalam kamarnya.
" Apa yang kau lakukan di sini Sasuke-kun?" tanyanya, tak kuasa lagi menahan rasa penasarannya. Mungkinkah terjadi sesuatu tanpa Sakura sadari sehingga menyebabkan Sasuke datang menemuinya diam-diam? Berbagai pemikiran buruk mulai menari-nari di dalam kepala Sakura.
" Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa yang kau lakukan di sini?"
" Haah?" Sakura melongo, tak mengerti sedikit pun maksud pertanyaan sang suami.
Jangan katakan Sasuke mengalami amnesia tiba-tiba sehingga dia melupakan alasan Sakura berada di rumah ini. Ada apa dengan suaminya yang aneh sekali malam ini?
" Apa maksudmu Sasuke-kun? Kau kan tahu aku sedang menyamar di sini." Bisik Sakura, pelan bukan main karena tak ingin suaranya didengar orang lain.
" Nah ... kau tahu tujuanmu di sini untuk menyamar. Jadi, tidak seharusnya kau dekat dengan mereka kan?"
Sakura semakin mengernyit bingung. Sasuke yang dia tahu bukanlah tipe orang yang berbelit-belit atau bertele-tele, dia akan langsung bicara pada intinya. Tapi, malam ini Sakura merasa Sasuke bicara terlalu rumit. Sakura masih tak paham maksud pria ini.
" Aku tidak mengerti maksudmu, Sasuke-kun? Dekat dengan mereka, maksudnya siapa?"
Suara decakan meluncur mulus dari bibir Sasuke. Pria itu tampak kesal karena Sakura tak memahami makna tersirat di balik ucapannya ini.
" Uchiha Izuna ... sudah ku katakan jangan terlalu dekat dengannya."
Akhirnya dia bicara pada intinya, sembari memalingkan wajahnya ke samping karena tak ingin beradu pandang dengan iris cemerlang Sakura yang kini tengah tertuju padanya.
' Apa Sasuke-kun melihat aku mengobrol dengan Izuna-san di halaman belakang? Dia tidak salah paham dengan kami kan? Tunggu ... jangan-jangan dia sedang cemburu?' batin Sakura menerka-nerka.
" Apa ini saatnya untuk cemburu Sasuke-kun?" tanya Sakura, memutuskan untuk blak-blakan kali ini. Sasuke sempat terenyak, namun dengan cepat berhasil mengembalikan raut datarnya.
" Aku?" kata Sasuke sembari menunjuk dirinya sendiri. " Cemburu?" lanjutnya. Sakura membalas dengan anggukan antusias.
Sasuke mendengus dengan sudut bibirnya yang melengkung membentuk senyuman sinis. " Jangan bercanda. Cemburu jelas bukan gayaku." sanggahnya.
Sakura balas berdecak, dia menggeleng-gelengkan kepalanya sembari memijit pangkal hidungnya. Sudah dia duga Sasuke tidak akan pernah mengakui kalau dirinya sedang dilanda cemburu buta.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVE UCHIHA SARADA (COMPLETED)
FanfictionSetelah selesai menjalankan misi bersama di pusat astronomi negara Redaku demi menyelamatkan Naruto yang terserang penyakit mematikan. Kini pasangan suami-istri Uchiha harus kembali melakukan misi jangka panjang bersama. Sebuah misi untuk menyembuhk...
