WARNING!!
Chapter ini mengandung adegan dewasa/smut/mature/ lemon.
bagi yang belum cukup umur, mohon bijak memilih bacaan ya supaya pikiran suci kalian gak tercemar.
Bagi yang gak suka, bisa di skip chapter ini.
Bagi yang suka, dosanya ditanggung sendiri ya. dosa saya udah banyak, gak sanggup nanggung dosa orang lain juga. wkwkwk
HAPPY READING
======================================================================
Terhitung sudah dua hari semenjak penglihatan Sarada telah kembali. Gadis kecil itu sudah diizinkan pulang. Dan selama masa pemulihan, dirinya diliburkan dari misi apa pun.
Malam ini, Sakura merasa tubuhnya sangat lelah. Setelah perjalanan panjang menembus ruang dan waktu bersama sang suami, bisa dikatakan malam inilah akhirnya dia bisa mengistirahatkan tubuhnya.
Memilih membiarkan putri dan suaminya menghabiskan waktu bersama agar hubungan mereka yang sedikit canggung, bisa semakin dekat, Sakura memutuskan untuk berendam air hangat dengan santai di kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya.
Sudah hampir satu jam ia berendam di air hangat dalam bathtub. Menyandarkan punggung serta kepalanya pada sandaran bathtub, sembari memejamkan kedua matanya untuk lebih meresapi rasa nyaman yang sedang dirasakannya.
Namun ... saat suara seseorang memasuki kamar mandi, seketika Sakura membuka matanya. Menerka-nerka siapakah yang masuk ke dalam? Mungkinkah Sasuke?
Sakura memutuskan mengintip melalui tirai putih yang memisahkan area bathtub dan shower, saat suara guyuran air shower tertangkap indera pendengarannya. Wajahnya memerah bak kepiting rebus tatkala melihat tubuh telanjang suaminya yang tengah basah kuyup tepat di bawah guyuran air dari shower.
Cepat-cepat dia menutup tirai itu, memegang wajahnya dengan kedua tangannya karena rasa gugup yang menjalari dirinya. Benar mereka sudah menikah selama belasan tahun, tapi tetap saja kegugupan selalu dirasakan Sakura setiap kali melihat tubuh tegap nan berotot suaminya. Meski sering dia lihat di saat mereka berhubungan badan, tetap saja wajahnya selalu merona. Terlebih mengingat sudah lama mereka tidak pernah tampil polos bersama-sama karena sudah berbulan-bulan lamanya Sasuke tak pulang ke rumah.
Dirinya yang tengah gugup berubah panik saat tirai putih itu tiba-tiba disingkap seseorang. Rona merah di wajah Sakura kini menjalar hingga ke telinganya. Ya ampun, Sasuke dengan tubuhnya polosnya tanpa sehelai benang pun yang menutupi, berdiri tepat di depannya.
" A ... anata, ada apa?" tanya Sakura pelan dan terbata-bata. Sungguh bodoh tingkahnya ini mengingat Sasuke hanya berekspresi datar seperti biasanya, saat ini.
" Sudah berapa lama kau berendam disitu?" tanya Sasuke, menatap tanpa ekspresi wajah istrinya yang masih memerah bagaikan tomat favoritnya.
" Airnya hangat kok." Jawab Sakura, berusaha membela diri.
" Sudah ku katakan jangan terlalu lama berendam. Kebiasaanmu tidak pernah berubah ya."
" Sarada sudah tidur?" Sakura terkekeh saat melihat Sasuke menaikan satu alisnya kali ini, mungkin kesal karena Sakura mengubah topik pembicaraan mereka ketimbang menuruti ucapannya.
" Sudah." Jawab pria itu. Singkat, padat, jelas dan tak bertele-tele.
" Apa yang kalian bicarakan? Senang sekali aku melihat kalian tidak secanggung dulu lagi saat mengobrol berdua."
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVE UCHIHA SARADA (COMPLETED)
FanfictionSetelah selesai menjalankan misi bersama di pusat astronomi negara Redaku demi menyelamatkan Naruto yang terserang penyakit mematikan. Kini pasangan suami-istri Uchiha harus kembali melakukan misi jangka panjang bersama. Sebuah misi untuk menyembuhk...
