Manusia pada umumnya sudah berkelana di dunia mimpi masing-masing saat waktu menunjukan tengah malam seperti sekarang ini. Namun, tidak demikian dengan Sakura. Tengah malam merupakan waktu yang sudah dia nantikan sejak tadi.
Meyakini semua orang pasti tengah terlelap di jam itu, Sakura lantas bergegas melakukan seperti yang dia rencanakan sedari siang tadi.
Menggunakan kemampuan ninjutsu-nya, Sakura menciptakan satu bunshin-nya. Seseorang yang sama persis seperti dirinya, kini berdiri tepat di sampingnya. Sakura mengembuskan napas lega, sepertinya rencananya akan berjalan lancar malam ini.
" Kau tunggulah di sini, jangan kemana-mana sampai aku kembali." Titahnya pada bunshin-nya sendiri.
" OK." Bunshin itu menjawab, dan tanpa meminta izin pada Sakura, dia merebahkan tubuhnya di futon yang sudah Sakura gelar di atas lantai.
Karena tidak mendapati tanda-tanda Sasuke akan menyelinap masuk ke dalam kamarnya seperti kemarin malam. Tidak memiliki pilihan lain, harus Sakura yang menyelinap keluar malam ini. Dia harus bertemu Sasuke karena ada kabar penting yang akan dia sampaikan padanya.
Meyakini bunshin yang dia ciptakan akan membantunya melancarkan penyusupannya ini, setidaknya dirinya tak akan ketahuan jika tiba-tiba ada orang yang masuk ke kamarnya. Sakura pun tak membuang waktu lagi. Dia keluar melalui jendela, berlari cepat setelah memastikan situasi di luar tampak aman.
Sakura berdiri di salah satu dahan pohon tak terlalu jauh dari rumah Madara. Sasuke harusnya melihat dirinya karena Sakura yakin pria itu tidak pernah melepaskan pengawasannya.
Saat merasakan sosok familiar baginya kini muncul dan berdiri tepat di belakangnya, Sakura lega bukan main. Perkiraannya benar, Sasuke selalu senantiasa mengawasi dirinya.
" Kenapa kau ke sini?" tanya Sasuke, tanpa basa-basi sedikit pun.
Sakura membalik badan, dia melangkah guna memangkas jarak antara dirinya dan Sasuke. Kini mereka berdiri saling berhadapan. Sakura berbisik pelan di sana.
" Aku dengar besok mereka akan pergi untuk berperang." Katanya, Sasuke mengerutkan alisnya.
" Kau tahu dari mana?"
" Kau juga pasti melihatnya kan, tadi siang seluruh anggota klan berkumpul di rumah Madara? Mereka mendiskusikan sesuatu melalui pertemuan itu."
" Soal mereka akan berperang, kau mendengarnya dari siapa?" tanya Sasuke penuh selidik.
" Izuna-san. Tadi siang dia memberitahuku." Sakura memilih untuk jujur.
" Dia bilang semua orang akan pergi besok, termasuk Madara dan istrinya. Ini kesempatan bagi kita untuk mencari gulungan itu." ujar Sakura, raut wajahnya memancarkan semangatnya yang tengah berkobar.
Namun, mendapati Sasuke hanya memandangnya dalam diam, seketika membuat suara decakan meluncur mulus dari bibir wanita itu.
" Kenapa Sasuke-kun? Kau tidak terlihat senang?"
" Apa kau yakin ini bukan sebuah jebakan?"
" Haah?!" Sakura melongo, tak habis pikir.
" Kau tidak curiga Izuna tiba-tiba memberitahumu rencana mereka padahal kau ini orang asing bagi mereka?"
Sakura menggelengkan kepalanya berulang kali, tak setuju dengan pendapat Sasuke.
" Izuna-san itu orang baik. Dia berbeda dengan Madara dan istrinya."
" Sepercaya itu kah kau pada Izuna? Sudah ku katakan jangan terlalu percaya padanya."
Sakura memutar bola matanya malas, oh ayolah ini bukan saatnya untuk berdebat. Ada apa dengan Sasuke? Belakangan ini Sakura heran dengan sikap sang suami.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVE UCHIHA SARADA (COMPLETED)
Fiksyen PeminatSetelah selesai menjalankan misi bersama di pusat astronomi negara Redaku demi menyelamatkan Naruto yang terserang penyakit mematikan. Kini pasangan suami-istri Uchiha harus kembali melakukan misi jangka panjang bersama. Sebuah misi untuk menyembuhk...
