CHAPTER DUAPULUH

18.6K 965 117
                                        

Ketika Sakura tengah mengeringkan rambutnya yang basah dengann handuk, dia menolehkan kepalanya saat terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Menampilkan sosok sang suami yang hanya tertutupi sehelai handuk yang melilit di pinggangnya.

Pagi ini, sehabis terbangun dari tidur singkat keduanya, mereka memutuskan untuk mandi dan berendam air hangat bersama. Sakura memutuskan untuk pergi lebih dulu karena berpikir untuk membiarkan Sasuke bersantai sebentar di dalam bathtub, sekaligus dirinya yang akan menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga kecilnya.

Namun, siapa sangka Sasuke menyusulnya secepat ini. Pria itu hendak mengenakan pakaian yang biasa dia kenakan untuk melakukan perjalanan panjangnya, akan tetapi dengan cepat Sakura mencegahnya.

" Anata. Biarkan aku memotong rambutmu sebentar." Katanya antusias, berbanding terbalik dengan ekspresi Sasuke yang tampak datar seperti biasanya.

" Tidak perlu." Tolak Sasuke. Tangannya bergerak untuk mengambil pakaiannya, namun Sakura kembali menghentikan.

" Ayolah. Apa kau masih meragukan kemampuanku? Aku sudah sering memotong rambutmu kan? Menurutku rambutnya sudah terlalu panjang."

Mengabaikan reaksi Sasuke yang sepertinya enggan menerima tawaran Sakura, Sakura dengan kekeras kepalaannya memaksa Sasuke untuk duduk di kursi riasnya.

" Aku janji tidak akan lama."

Sasuke hanya mendesah lelah, dan tak melakukan perlawanan apa pun saat Sakura menutupi bahu dan dadanya dengan kain kering.

" Tidak apa-apa ya Sasuke-kun?" Sakura memastikan sekali lagi, meski sebuah gunting sudah berada di tangannya yang membuat Sasuke mau tak mau harus menyerah demi mengabulkan keinginan sang istri.

Pria itu pun mengangguk, mengiyakan. " Lakukan sesukamu." Jawabnya, mengundang senyuman lebar terbit di wajah Sakura yang pagi ini terlihat lebih segar dari biasanya. Efek percintaan mereka yang luar biasa semalam tampaknya membuat suasana hati ibu satu anak itu berbunga-bunga pagi ini.

Dengan lihai, seolah sudah terbiasa melakukan kegiatan ini, Sakura mulai memotong rambut Sasuke. Tidak terlalu banyak, hanya bagian yang menurut Sakura terlalu panjang saja.

" Aku tidak tahu kapan aku bisa memotong rambutmu lagi seperti ini."

Sakura berucap di tengah-tengah kesepuluh jemarinya yang sibuk memotong dan merapikan rambut Sasuke.

" Aku berencana untuk sering pulang ke rumah. Jangan khawatir."

Gerakan tangan Sakura terhenti sejenak, dia cukup terkejut mendengar jawaban Sasuke yang tiba-tiba ini. Sebelum seulas senyum tipis muncul di bibirnya dan dia kembali melanjutkan memotong rambut Sasuke.

" Jangan memaksakan diri jika kau sedang sibuk. Aku dan Sarada memahaminya."

" Tidak. Ini memang aku yang ingin lebih sering pulang."

Sakura mengangguk mengerti. Dia diam kali ini, lebih fokus dengan kegiatannya karena tak ingin melakukan kesalahan sekecil apa pun.

Merasa rambut bagian belakang Sasuke telah rapi, Sakura beralih ke bagian depan. Dia memperhatikan poni panjang Sasuke yang menghalangi mata kirinya. Dia tahu persis Sasuke memang sengaja memanjangkannya karena tak ingin ada orang lain yang melihat mata Rinnegan-nya, lantas Sakura membiarkannya, tak ada yang dia potong. Sakura hanya menyisirnya hingga terlihat lebih rapi.

" Selesai. Kau terlihat sempurna seperti biasanya Sasuke-kun." Ujarnya riang, sembari dengan gesit melepaskan kain yang menutupi bahu dan dada Sasuke.

" Aku yakin di luar sana semakin banyak wanita yang terpesona melihatmu."

Sasuke mendengus mendengar ucapan Sakura yang meski wanita itu mengatakannya sambil tersenyum, Sasuke masih bisa melihat ada sorot tak suka dalam iris cemerlang Sakura.

SAVE UCHIHA SARADA (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang