Tenten membaringkan dirinya dan meletakkan kepalanya di pangkuan pria itu. Dijaga oleh dua pohon yang berada di samping mereka, mereka saling bercanda tawa beralaskan rerumputan, dan disinari bintang-bintang malam, bulan sabit, dan cahaya lampu-lampu dari atas kejauhan yang berkelap-kelip dengan indahnya, terhampar begitu saja di hadapan mereka. Tiba-tiba Tenten tersentak dan terduduk.
"Lihat! Bintang jatuh!", sontaknya.
"Ayo kita buat permohonan sekarang, sebelum bintang itu berlalu."
"Hmm!", Tenten mengangguk dengan senyum simpul.
KAMU SEDANG MEMBACA
Utakata Hanabi
Historia CortaTak ada kepergian yang benar-benar abadi. Yang ada hanyalah hati yang tak akan pernah berpaling yang hanya terpisahkan oleh waktu yang tak mengizinkan kita bersatu di dunia, tempat dimana kita bertemu dan memulai menyatukan hati masing-masing dalam...
