Recalling Our Memories

441 42 2
                                        

Dear Tenten,

Hari ini, tepat hari ulang tahunmu yang ke 17. Tapi, sayang sekali aku tidak bisa ada disampingmu saat ini. Aku sedih untuk mengatakannya, tapi sungguh disini pun aku merindukanmu. Sangat merindukanmu.

Ingatkah saat kita bersama? Disaat aku pulang dari misi dengan luka parah, aku tak mengerti mengapa kau berdiri disana, ketika ku pulih dan terbangun dari mimpi, kaulah yang selalu pertama di mataku, kau yang pertama dihadapku dengan setangkai lili ditanganmu.

Ingatkah saat aku dikalahkan satu hal kecil, yaitu cabe? Kaulah yang ada disampingku dengan segelas air segar. Betapa nyaman ada didekapmu saat itu. Andai engkau tahu...

Dan ingatkah saat Kisame menyergap kita? Wanita setangguh dirimu harus menahan sakit untuk tetap hidup saat kau saat itu jiwa ku jatuh, aku merasa sangat lemah saat aku tidak bisa menyelamatkanmu. Saat kau lepas darinya, aku menangkapmu, wajahmu memperlihatkan kesakitan itu. Betapa terpukul saat itu.

Hari-hari bersamamu, aku ingin selalu mengulangnya. Bersamamu, tidak ada hari yang lebih membahagiakan.

Tenten, selamat ulang tahun. Lili yang ada ditanganmu sekarang, bukanlah lili mu. Bukan lili yang aku kembalikan padamu. Aku selalu mencari tahu apa arti lili yang selalu engkau beri untukku. Sekarang aku tahu jawabannya, itulah caramu menyatakannya meskipun kau tak pernah mengatakannya padaku. Ini lili liar dari tempat yang jauh dan dingin. Kamu tidak perlu tahu dimana, tapi bila dengan lili kau mengatakannya, dengan lili pula aku membalasnya. Maaf bila hadiah untuk hari spesialmu hanyalah setangkai bunga tak berharga. Tapi Tenten, aku hanya ingin mengatakan bahwa, aku mencintaimu.

Salam hangat dari hati yang terdalam, tertanda

Neji Hyuga

Utakata HanabiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang