Aku segera mengemas pakaianku dan peralatanku dengan cepat, lalu aku membangunkan eomma , untuk berpamitan dan meminta maaf karena akan meninggalkannya secara tiba-tiba.
Hari-hari terakhirku di BigHit akan dimulai, aku akan bekerja selama 1 Minggu, setelah itu, aku akan mengajukan surat Resign.
........
Aku telah sampai di London, seorang diri, menyedihkan, lalu menaiki mobil jemputan yang sudah dikirimkan perusahaan untukku, untuk menuju hotel, aku masih punya waktu 2 jam untuk istirahat di Hotel.
Saat sampai kamar yang sudah di siapkan untuk Staff penata Rias, aku meletakan barang-barang bawaanku, Aku sangat bersyukur bisa satu kamar dengan Chelsea dan Biya, Dan... Ya... Semua orang sudah tau aku sedang hamil, menyedihkan.
Chelsea dan Biya memelukku dengan penuh sayang, aku ingin menangis saat mereka memelukku, tapi aku berusaha untuk tidak menangis.
"Y/n-ah.. aku merindukanmu, kenapa kau tidak mengabariku huh" ucap chelsea sebal, aku terkekeh.
"Mianhae, aku hanya ingin sendiri dulu kemarin, sampai aku merasa sedikit tenang" ucapku sambil tersenyum.
"Tapi aku sangat mengkhawatirkanmu" ucap Chelsea, aku mengusap kepalanya dengan tersenyum.
"Aku baik-baik saja, maafkan aku sering merepotkan kalian" ucapku, Biya memasang wajah malasnya.
"Teruslah berkata seakan kita semua tidak mengerti Mubin posisimu Y/n-ah" Ucapnya, Biya ini memang gadis yang mempunyai mulut pedas.
"Biyaaaaa...." Omel Chelsea pada biya.
"Nanti setelah kita sarapan kau harus ceritakan semuanya, kau mau ikut kami?" Tawar biya, aku menggeleng.
"Aku sudah sarapan di pesawat, kalian saja berdua" ucapku, Biya mengangguk dan menarik Chelsea untuk segera keluar, karna waktu kami tidak banyak.
"Nanti akan kubawakan buah dan dessert, ibu hamil harus banyak makanan bergizi" ucap Biya sebelum menghilang dari balik pintu.
Bagaimana ini, aku sangat nyaman bekerja disini, dengan teman-teman kerja yang sangat baik seperti mereka, Manager dan Direkturku yang juga sangat baik denganku, apa aku tidak keterlaluan kalau sampai Resign? Hhhh...
"Ottoke.. " lirihku.
Aku mengeluarkan ponselku, disini sudah pukul 6 pagi, ah , aku sedang di negara orang dengan perasaan yang penuh kesedihan, sebetulnya tidak nyaman , tapi.. apa boleh buat.
Aku Scrolling pesan masuk di ponselku, memang ada beberapa pesan masuk dari beberapa staff dan teman-temanku, termasuk beberapa member Bangtan yang menanyakanku, aku belum sempat membalasnya, sampai jariku terhenti di Nama 'Jungkookie'.
Aku menelfonnya , ia pasti kaget aku sudah ada disini.
Tuuutttt...
"Yeoboseyo?"
Ah.. suaranya, ia baru saja bangun?.
"Jungkook-ah... Kau bisa datang ke kamar nomor 777?"
Dia sempat diam.
"Oh.. noona.. mianhae aku tidak membaca namamu, wae.. wae? Kamar 777?"
"Ya.. kemarilah"
"Apa kau disana?"
"Ya! Cepat! Waktu kita tidak lama"
"Ah jjinja?! Kau ikut Tour?"
KAMU SEDANG MEMBACA
(MIN)E SUGA / (MIN)E YOONGI (END)
Fiksi Penggemar"Aku hamil." Ucapku menunduk. "Kau sangat pandai membuat lelucon" Yoongi terkekeh "Aku tidak sedang lelucon Yoongi, Aku Hamil!" Jawabku sambil mengangkat kepalaku dan menatapnya dengan serius. "Tidak mungkin, Apa benar itu anakku?" Ucapnya masih de...
