Chapter 15

3.8K 246 8
                                        

"Jangan merepotkan orang lain dengan kondisimu yang sekarang"

Aku terdiam, dia tidak mengkhawatirkanku, aku tertawa miris dengan diriku sendiri, Biya mengelus punggungku dan tersenyum.

"Dia tidak merepotkan kami" jawab Biya, yoongi tidak menjawabnya.

Apa dia sudah membenciku?

...

2 Jam berlalu, Konsernya selesai, aku bergegas kembali ke hotel , namun besok kami harus kembali kesini karena konser dilaksanakan 2 Hari dalam 1 Negara.

Aku merebahkan tubuhku diatas ranjang hotel, kulihat Biya yang menatapku sendu, aku menyiritkan mataku.

"Wae biya?" Tanyaku, Biya menggeleng.

"Aku tidak habis fikir kau bisa kuat dengan sifat Yoongi" ucapnya, aku terkekeh, 'Karna aku mencintainya' batinku.

"Ah.. entah, akupun bingung biya" jawabku, Knop pintu terbuka, kulihat Chelsea masuk kedalam kamar.

"Y/n, kata staff kami harus pindah kamar" ucap Chelsea, aku langsung bangun dan duduk diatas ranjang.

"Kita?" Tanyaku.

"Ah aniya, aku dan Biya saja, kau disini, tapi jika kau membutuhkan kami kau boleh menelfon kami kapanpun" ucap Chelsea.

"Kenapa tiba-tiba?" Tanya biya, Chelsea berdecak sebal.

"Akupun tidak tau Biya, turuti saja, katanya ini kemauan manager, Y/n pasti juga membutuhkan waktu sendiri, agar kita tidak terlalu mengganggunya, kamar ini dikhususkan untukmu" jelas Chelsea.

"Jjinja?" Tanya ku , Chelsea mengangguk.

"Ah.. memang, aku sedang membutuhkan waktu sendiri, tapi menurutku tak apa jika kalianpun tetap disini" ucapku lagi, chelsea dan Biya langsung mengambil koper mereka .

"Aniya... Manager sudah memberikan kenyamanan terbaik untukmu, aku tau kau ingin menumpahkan semua kekesalanmu sendiri karena hari ini kau baru bertemu dengan Yoongi lagi bukan?" Ucap biya, aku terdiam.

Biya dan Chelsea sudah merapikan semua barangnya di dalam koper, mereka sudah siap bergegas untuk meninggalkan kamar.

"Jangan terlalu larut dalam kesedihan! Kau boleh menangis tapi jangan terlalu berlebihan!" Peringatan dari biya, aku tersenyum dan mengangguk.

"Hubungi kami jika kau lapar atau butuh kami! See ya" ucap Chelsea yang lebih dulu keluar dari kamar , disusul dengan biya.

Blam~

Mereka pergi dari kamar, aku sendiri disini, sebetulnya memang aku menahan tangisanku sejak tadi, bertemu lagi dengan Yoongi, dengan sikap acuhnya, membuatku teriris.

Kutumpahkan rasa kesalku sekarang, didalam kamar ini, sendirian , dengan memeluk bantal berusaha agar menangis tanpa suara. Ini sangat menyiksa.

Namun kufikir, Untuk resign dari sini, aku membutuhkan keyakinan besar, karena Manager sudah sebaik ini denganku, sampai biya dan Chelsea dipindahkan di kamar lain, Aku harus bagaimana.

Hati dan otakku sakit jika mengingat Yoongi, tapi aku tidak bisa menyingkirkannya begitu saja difikiranku, jika aku bertahan disini, aku tidak yakin bisa berpura-pura kuat.

Mataku sembab, ah aku tidak mau terlihat tersiksa, aku menghapus air mataku dengan kasar, dan mengontrol nafasku untuk tenang. Namun air mataku tetap mengalir, aku sangat tersiksa.

Hingga akhirnya aku merebahkan tubuhku, dan menangkup selimut untuk menutupi seluruh tubuhku, tak lama, aku tertidur.

Kudengar suara pintu terbuka, aku membuka mataku, mungkin Biya atau Chelsea pikirku, mengambil barangnya yang tertinggal, aku tetap pura-pura tidur, aku tidak ingin biya atau chelsea melihat mataku yang sembab.

(MIN)E SUGA / (MIN)E YOONGI (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang