ia adalah dendam. ia adalah dewi kematian. ia adalah sebab akhir. ia adalah sesuatu yang tidak bisa hidup ataupun mati. ia adalah sesuatu yang membuatmu bertekuk lutut. Dan berakhir tragis
🔞⛔
“selamat pagi Tuan dan Nyonya… perintah anda kemarin untuk menambah beberapa maid baru telah kami laksanakan.’’
‘’baguslah… tunjukkan mereka padaku.’’ Ucap sang pria bergegas untuk bangkit dan membawa sang tunangan untuk keluar melihat beberapa Maid yang sudah lolos test seleksi untuk menjadi maid di keluarga Oh yang baru. . . Setelan yang mahal membungkus postur tubuhnya yang tinggi tegap. . . Kemeja yang digulung sesiku dengan rompi yang melekat di dada bidangnya yang liat. . . Dibarengi oleh setelan seksi dan elegant dari sang wanita terlihat begitu serasi saat mereka berdua berjalan beriringan menuju ruang tamu besar yang sudah menampilkan beberapa maid wanita dan pria yang berjejer rapih menunggu sang majikan untuk menghampiri. . . Oh Sehun memandang dengan teliti beberapa orang yang berjejer di depannya. Sedangkan Aisha hanya memandang datar mereka berdua.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . Senyum remeh yang ia berikan kepada sang bawahan menunjukkan seberapa angkuh wanita berumur 27 tahun itu. . . Lipstick dan cat kuku yang menyala seperti menunjukkan betapa beraninya dia. Sang majikan yang akan membuat bawahannya kewalahan. . . Kedua mata tajam pria itu meneliti seperti seekor cheetah yang sedang berjalan dengan pelan dan berbahaya. . . 5 wanita dan 4 pria.
Oh Sehun meneliti penampilan mereka meskipun terhalang oleh tundukan kepala yang begitu patuh pada pihak wanita. . . Ia berjalan dengan pelan melewati mereka seperti mencoba seberapa kuat jantung para maid baru itu bertahan. . . Aura intimidasi begitu kental saat Oh Sehun begitu angkuh melewati mereka dengan dagu terangkat begitu ponggah.
Deg !
Jantungnya berdebar cepat setelah ia melewati seorang maid baru yang tertunduk dengan posisi dua baris terakhir. . . Ia menoleh cepat ke kiri dan memandang lamat-lamat wanita yang tertunduk tenang itu. . . Poni tipis dan sanggul rendah yang tertata rapi itu membuat Oh Sehun penasaran. Kontur wajahnya terlihat membuat Oh Sehun tertarik dengan rupanya.
‘’angkat kepala kalian…’’ desis Sehun geram. . .
Titah yang membuat mereka mau tak mau mengangkat kepala dan menerima lebih banyak intimidasi dari majikan mereka yang baru. . . Oh Sehun tertegun setelah wajah wanita itu terlihat lebih jelas. Rambut merah pudar dan mata kuningnya begitu menghanyutkan. . . Tanpa sadar Oh Sehun memandang begitu lama wajah oriental yang sialnya ia akui begitu cantik untuk ukuran seorang maid yang realitanya adalah pekerjaan rendahan. . . Aisya memandang tunangannya dengan alis berkedut. Kenapa ia begitu terhanyut oleh satu wanita yang menjadi maid di rumah barunya ? batinya mengibarkan bendera waspada sebelum ia dengan pelan melangkah diatas stiletto lancipnya menuju sang pria dan memeluk lengannya dengan pelan. . . Kedua kornea matanya bergulir menuju wajah wajah maid wanita yang semuanya adalah wanita muda dan salah satunya memiliki wajah yang Aisha mampu sumpahi karena setelah melihatnya pun, batinnya meronta untuk waspada.