ia adalah dendam. ia adalah dewi kematian. ia adalah sebab akhir. ia adalah sesuatu yang tidak bisa hidup ataupun mati. ia adalah sesuatu yang membuatmu bertekuk lutut. Dan berakhir tragis
🔞⛔
»»Roter Faden«« . . . . . Di pagi buta itu, Oh Sehun terbangun terlebih dahulu. . . Senyumnya mengambang ketika mendapati Luhan yang sedang tertidur pulas membelakanginya. Ia merapatkan badannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . Teringat akan percintaan mereka yang begitu luar biasa tadi malam. Membuat tubuhnya kembali terangsang. . . Tubuh Luhan yang hanya terbalut selembar selimut membuat jakunnya naik turun dengan cepat. . . Ia kembali merapatkan tubuhnya, Luhan hanya melengguh dan kembali terlelap membuat Oh Sehun terkekeh. . . Ia kembali menciumi bahu yang indah itu tanpa pernah bosan. . . Kebejatan Oh Sehun benar-benar diuji saat bersama Luhan, wanita itu benar-benar pintar melecutkan gairahnya hingga membumbung tinggi. . . Wanita itu hanya mengelus pelan kepala Oh Sehun yang tenggelam membejati area dadanya, sesekali ia meringis sebelum terkikik karena Oh Sehun yang tak pernah puas. Matanya terpejam. . . Senyuman yang tulus berubah menjadi seringaian tanpa diketahui oleh pria itu. . . Kilatan dimatanya terlihat sebelum kembali seperti semua saat Oh Sehun memandangnya dengan mata penuh hasrat. . . Oh Sehun terus mengecup bibir bengkak Luhan saat wanita itu menggerang menerima rangsangan dibawah sana yang terus bergesek saling menggoda satu sama lain. . . Ia kembali akan menerjang wanita di bawah kungkungannya jikalau ketukan di pintu kerjanya tidak mengusik kegiatannya. . . Ia menggeram dengan rahang mengeras. Sangat tidak suka saat sesuatu mengusik kesenangannya. Ia terduduk dan hendak turun dari ranjang sebelum tubuh telanjang Luhan mendudukinya. . . Senyum nakal wanita itu membuatnya lupa sesaat, wanita itu menggigit bibirnya hingga membuatnya nyaris menggeram frustasi. Ia menyerang bibir wanita itu kembali dan hampir gila saat wanita itu dengan sengaja menggesek bagian bawah mereka hingga menegang dan wanita itu berlalu pergi menuju ke kamar mandi dan meninggalkan Oh Sehun yang menggeram frustasi akibat hasratnya yang digoda dan belum tertuntaskan. . . Ketukan di pintu membuatnya merasa muak. Ia segera mengambil jubah hitamnya sebelum membuka pintu secara kasar. . . Di depannya seorang maid wanita terkejut dan menunduk takut.
‘’n-nyonya Aisha mencari anda tuan…’’
Helaan nafas kasarnya terbuang dan menyuruh maid itu segera pergi setelah ia mengatakan jika ia akan kesana. . . Pintu ruang kantor itu tertutup. Ia berjalan menuju kamar yang masih terhubung dengan ruang kantor dan berlanjut membuka pintu kamar mandi, ia mendapati Luhan berendam dalam busa. Ia berjalan dengan penuh putus asa.
‘’aku akan pergi ke kamar Aisha…’’ ucapnya pelan sambil mengelus pundak penuh bercak merah itu dengan pandangan lama sebelum bergulir ke wajah sang empunya. . . Memandang kedua matanya yang begitu cantik dan menyesatkan sebelum beberapa detik tersadar dan kembali menghela nafas.
‘’kau tidak keberatan.. ?’’ ucapnya memandang wajah Luhan dan dijawab oleh kecupan basah oleh wanita itu. . . Ia tersenyum sekilas sebelum membungkuk ke depan. Tangannya terulur membilas bagian tubuh wanita itu dengan sedikit remasa di area sensitifnya, senyumnya tercipta ‘’datanglah saat aku memanggilmu’’ ucapnya serak dan dibalas senyuman menghanyutkan dari Luhan. . . ia tersenyum dan mengecup lembut dahi sang wanita ‘’aku pergi’’ . . Oh Sehun pun pergi meninggalkan ruang kantornya menuju kamar Aisha. . . Ruang kantor yang seharusnya diisi oleh satu maid, namun yang di dapati ruangan itu seperti tak pernah tersentuh. . . Semuanya yang semula berantakan kembali seperti semula. dengan harum wangi yang memenuhi ruangan itu secara misterius. . . . . . Aisha memeluk erat Oh Sehun yang duduk di ranjangnya. Merajuk untuk segera mengganti maid pribadinya yang menurutnya menakutkan. . . Mendengar itu Oh Sehun menghela nafas dan mengiyakan permintaan tunangannya itu. Entahlah… ia begitu bosan saat bersama Asiha. . . 2 tahun bersamanya membuat ia mengerti bagaimana sifat keras kepalanya. Dan Oh Sehun menjadi terbiasa.