Chapter 14

1.1K 163 41
                                        

»» Roter Faden ««
.
.
.
.
.
Hembusan angin dengan cepat menerbangkan pria itu hingga berguling beberapa meter.

ia seperti sedang dipeluk dan dihempaskan oleh sesuatu, hingga kedua matanya yang terpejam terbuka perlahan dan terbelalak mendapati wanita yang dipikirkannya sedang memeluknya, namun aura di sekitarnya terasa dingin.

pandangan mata wanita itu sangat tajam menembus jantungnya hingga berdetak sangat kuat.

‘’berhenti omong kosong…’’ desis Baekhyun sembari mengangkat tubuhnya untuk duduk menghadap pria yang dicintainya menjauh dari nona agungnya, ia telah memutuskan untuk melepaskan pria itu.

Semua demi kebaikannya, ia tak ingin pria yang dicintainya menjual jiwanya untuk kegelapan demi bisa bersamanya.

‘’pergilah Chanyeol …’’
Baekhyun berdiri.

Memandang dingin wajah Chanyeol yang syok dengan mata yang tertuju padanya. Kornea mata pria itu bergetar dan memerah.

Hatinya teriris perih namun semuanya telah ia putuskan. Baekhyun hendak berbalik dan pergi sebelum Chanyeol mencegahnya dengan ucapan yang membuatnya terbujur kaku.

‘’ini janjiku…’’

Rahang baekhyun mengetat.
‘’aku melupakan janjimu..’’

‘’aku ingin bersamamu…’’

‘’aku sudah melepaskanmu…’’

‘’inilah keputusanku, kau tak berhak mencelaku.’’

‘’chanyeol…!!!’’
Ucapan Baekhyun menggema di seluruh padang rumput.

Luhan memandang interaksi mereka dari kejauhan.
Pandangan baekhyun bergetar. Chanyeol dengan cepat menggenggam tangannya.

Dan menyeretnya menuju hadapan sang nona agung yang masih menampilkan senyum simpulnya. Dalam genggaman yang erat ia menyerahkan tangan kirinya.

Baekhyun terbelalak, hendak menyela.
‘’tetaplah berada di sisiku bahkan saat aku menghadapi kematianku’’

‘’aku… menyerahkan jiwaku, demi kekasihku. Izinkan aku menyerahkan jiwaku…’’

Senyum nona agung tak pernah luntur, ia menganggukkan kepalanya pelan saat Baekhyun memandangnya cemas.

Ia mengisyaratkan jika semua baik-baik saja.
.
.
Ritual itu pun terjadi.
Kilatan cerulean di kedua mata nona agung memancar penuh dan mendatangkan kematian sekaligus kebangkitan.

Di tempat yang sama, sebelum dan sesudah reinkarnasi pun Chanyeol tetap akan berakhir di tempat yang sama.

Namun, kematian yang sekarang ia alami begitu menyakitkan tak sebanding dengan ia kehilangan kembali wanita yang ia cintai untuk kedua kalinya.

Teriakannya begitu memekakkan telinga seluruh penghuni hutan. Tubuhnya seperti dirajam dan dipukuli seribu orang.

Genggaman tangan yang tertaut dengan wanitanya semakin erat.

Cahaya cerulean memenuhi seluruh tubuh Chanyeol.
.
.
Baekhyun benar benar menundukkan kepala. Seluruh tubuhnya bergetar.

Teriakan kesakitan Chanyeol membuat hatinya dirajam.

‘’kesakitanmu membuatku seperti merasakan kembali kematian.. chanyeol…’’

Air mata darah yang mengalir di kedua kornea mata ularnya begitu memilukan.

Ia memejamkan matanya erat. Seerat tautan tangan mereka yang tak pernah lepas.
Cahaya cerulean itu memudar dengan pelan.

Teriakan Chanyeol menghilang dengan lambat sebelum pria itu tergeletak tak berdaya.

Roter Faden [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang