Setelah menghabiskan seharian disekolah akhirnya Fani bisa pulang ke rumah tercintanya.
Fani dan cindi beriringan keluar gerbang sekolah.
"Fan,lo dijemput?"tanya cindy.
"Iya gue dijemput ayah"ucap Fani tersenyum.
Sebuah mobil berwarna putih berhenti didepan kami berdua.
Dan itu adalah jemputan cindy.
"Fan,aku duluannya"ucap cindi.
"Iya,hati hatinya"ucap Fani.
"Bye"ucap cindi melambaikan tangannya.
Fani tersenyum dan melihat cindi yang menjauh dari hadapannya.
Dan Fani menunggu papahnya untuk menjemput dirinya.
Fani berjalan kearah halte dengan menundukkan kepala tidak berniat menongak vani masih malu karena Fani masih siswa baru.
Bruk
Fani terjatuh ditanah dengan posisi duduk.
"Aww"ringis Fani.
"Aduh sorry sorry gue engga sengaja"ucap lelaki itu.
Fani menengok siapa lelaki itu dan Fani terpesona dengan lelaki yang ada dihadapannya.
Hidung yang mancung dengan bibir yang merah warna kulit wajah yang putih bersih dengan rambut yang dikebelakangkan.
Tampan
Satu kata yang ada dipikiran Fani.
"Hallo,elo engga papakan?"tanya lelaki itu.
Fani tersadar dari lamunannya.
Fani langsung berdiri dari tempatnya itu.
"Engga papa kok"ucap Fani sambil tersenyum.
Hening beberapa menit.
Lelaki itu menatap Fani tanpa berkedip.
Tanpa basa basi lelaki itu pergi.
"Dasar"ucap Fani melihat lelaki itu.
Tak lama papah Fani menjemput Fani.
Setelah sampai di rumah Fani disambut oleh mamahnya.
"Assalamu'alaikum"ucap lesu vani.
"Waalaikum salam"ucap Hana (mamah Fani).
Fani langsung pergi kekamarnya dengan lesu dan sedikit sebal.
Fani berbaring dikasur empuknya.
Fani tiba-tiba mamikirkan lelaki tadi.
"Eh kenapa gue mikirin dia"ucap Fani berdiri dari kasur.
Fani langsung pergi ke kamar mandi.
"Fani cepat turun"teriakan mamah Fani.
"Iya,mah"ucap Fani pergi ke bawah.
Setelah Fani turun Fani duduk dihadapan mamahnya.
"Sayang gimana sekolah kamu?"tanya Hana.
"Baik,mah"ucap vani tersenyum.
"Fani udah punya temen loh"lanjut Gani.
"Bagus kalau kamu udah punya teman"ucap Fian (papah Fani).
"Iya,pah"ucap Hani.
Tidak ada pembicaraan lagi karena mereka sibuk makan.
Fani bersyukur sudah dilahirkan dalam keluarga yang cukup berada dan juga selalu mendapatkan semua kasih sayang dari kedua orang tuanya walaupun kadang Fani merasa sepi maklum karena Fani anak tunggal.
Ditempat lain.seorang lelaki yang sudah sampai dirumah dengan keadaan yang tidak rapi.
"Assalamu'alaikum"ucap lelaki itu.
"Waalaikum salam"ucap paruh baya yang menghampiri lelaki itu.
"Bun,kata edwar bun pingsan"ucap panik laki laki itu.
"Engga kok"ucap paruh baya itu tersenyum.
"Lalu"ucap lelaki itu curiga.
"EDWAR"teriakan lelaki itu mengisi seluruh rumah.

KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA TANPA JUDUL
Teen Fictioncinta tanpa rasa takut cinta tanpa benci cinta tanpa judul itu adalah cintaku ~Tifany~ Seorang gadis yang polos dan cantik yang baru merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya.tifany harus menanggung r...