"Sayang..sayang bangun dulu"devin sedang membangunkan kekasihnya dengan lembut.
"Hmm..."gumam fani membuka matanya.
"Sayang,makan dulunya"devin mengeluarkan sesuatu dari keresek warna putih itu.
Fani terduduk diatas kasur uks.
"Nih makan dulu"devin menyodorkan mangkok yang berisi bubur.
"Suapin"ucap fani.
"Sini,aku suapin"devin disebelah fani.
"Aaa"
Fani membuka mulutnya menerima suapan dari devin.
Devin sangat perhatian sekali kepada fani.
"Dev,udah kenyang"ucap fani menutup mulutnya.
"Ini minum dulu"devin membantu fani untuk minum.
Setelah selesai sesi makannya fani teringat dengan pesenannya.
"Dev"ucap fani.
Devin menghentikan pergerakan tangannya yang sedang membereskan bekas tadi makan fani.
"Pesenan aku"vani menyodorkan tangannya seperti sedang meminta uang.
"Uh lucu banget sih"devin mencubit kedua pipi fani.
"Ah sakit"rengek fani.
"Nih"devin memberikan kantong keresek putih.
Fani mengecek apa sudah benar itu barang pesenannya.
"Hey,kamu kok tahu sih enggak salah pilih"puji fani.
"Udah biasa"ucap devin cuek.
Fani terkejut perasaan devin tidak punya adik perempuan tapi kok beli yang ginian apa jangan jangan.
Bruk
"Aww"ringis fani saat bantal sofa melayang kearah kepalanya.
"Jangan mikir aneh aneh deh"ucap devin sudah duduk disofa yang sudah disediakan.
"Enggak kok"sangkal fani.
Fani beranjak dari kasurnya dan berjalan kearah kamar mandi yang ada didalam Uks sekolah hoyang kaya nya gini.
10 menit devin menunggu fano keluar dari kamar mandi tapi belum ada tanpa tanpa untuk dia keluar.
Devin kembali fokus kearah handphone kesayangannya.
"Devin"Teriakan fani dari kamar mandi.
Devin langsung berlari kearah kamar mandi takut terjadi sesuatu.
Tok..tok..
"Fan,kamu enggak papakan?"tanya devin sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Huaa devin aku tembus"tangisan fani.
"Tembus apa sayang?"tanya devin binggung.
"Darahnya menetes kerok abu abu aku huaaa"pecah sudah tangisan fani.
"Kirain apa"devin kembali acuh.
"Dasar enggak peka"gumam fani keluar dari kamar mandi berjalan dengan mendekat kearah tembok.
"Nih pake"devin menyodorkan jaket miliknya.
"Uh makasih cayang"tanpa basa basi fani langsung memeluk tubuh atlentis devin.
"Sama-sama"devin mengelus punggung fani.
Fani menjauh dari devin.
"Udah pake aja"devin melihat dari tadi fani belum mengikatkan jaketnya kepinggannya.
"Pakein"ucap fani tersenyum menampilkan gigi putih dan rapi.
"Manja"ucap devin mengambil jaket yang ada ditangan fani dan langsung mengikatkannya dipinggang fani.
Setelah mengikat jaketnya dipinggang ramping fani.Devin mengecup pipi kanan fani.
Fani terkejut dan langsung tersipu malu.
Fani memeluk devin dan menenggelamkan wajahnya didada devin.
"Malu devin"ucap fani.
"Kenapa malu?"devin mengelus rambut pujaan hatinya.
Fani tidak menjawab malah mengeratkan pelukannya dengan devin.
terjadilah acara peluk pelukkan kaya teletubis hehe bercanda.dan untungnya tidak ada orang diuks ini dan juga semua murid masih belajar.

KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA TANPA JUDUL
Teen Fictioncinta tanpa rasa takut cinta tanpa benci cinta tanpa judul itu adalah cintaku ~Tifany~ Seorang gadis yang polos dan cantik yang baru merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya.tifany harus menanggung r...