"Yah, Doyeon nggak masuk lagi..." Lirihku, saat mendengar bel jam pertama berbunyi, dan melihat bangku kiriku tidak ada Doyeon.
Disepanjang pelajaran dimulai, aku tidak ngapa-ngapain. Duduk di paling belakang, diam, tidak kelihatan melihat papan tulis. Kalau ada Doyeon aku bisa salin catatannya.
Ini masalahnya tidak kelihatan.
"Liat, Na." Ucapku pada Mina yang duduk didepanku. Lalu saat Mina memberi bukunya, aku langsung menyalin.
"Ngerti, La?"
"Nggak keliatan, Pak..."
Mana pelajaran Matematika. Menyebalkan sekali tidak keliatan.
"Kok, kamu nggak nulis?"
"Nggak keliatan, Pak."
Gitu aja terus.
"Assalamualaikum, Pak."
Oke, Jeno guys~ omonack...
Deg-degannya lebih parah dari biasanya. Aku tuh kadang bingung. Kalau posisiku lagi dibarisan kiri, tempat berdiri Jeno dan meminta infaq nya dibarisan kiri. Begitu juga sebaliknya. Sekarang aku sedang dibarisan kanan.
"Woho, Langit!" Celetuk Lucas.
Yeri juga menoleh kearahku. "Duh, uhuk!"
Mina yang didepanku juga terus saja menoleh, dan tersenyum jahil.
Kulihat Jeno dengan lama. Sampai nggak sadar dia udah dihadapanku untuk meminta infaq.
"Kembali 16," Ucapku saat menaruh uang hujai ke kotak infaq. "Eh—kembali 18."
Duh, saking groginya.
Sabar, jantung. Sabar.
"Kembali 18?" Tanyanya sopan menatapku.
Aku gelagapan. "I-iya."
Kulihat Jeno bulak-balik hampir 3x meminta kembalian ke temannya. Duh, ngerepotin.
"Nih, Kak."
"Makasih ya."
Dia senyum, lalu pergi.
Eh, malah disorakin
ORANGNYA BELUM KELUAR WOY!
"Oh, itu ya La?"
"Santai, La. Santai. Slow."
"Pakabar jantung, La?"
"Anjay, lama."
"16 ya?"
Haduh malu.
Istirahat. Setelah jajan bersama Yeri. Aku duduk didepan koridor. Melihat Jeno sedang bermain voli. Tumben sekali main voli?
"Ih, tumben. Lo disini, dia disini." Yeri menggodaku.
Aku tersenyum malu.
Saat aku curi-curi pandang dengannya. Disitu dia sadar dan balik memandangku
Ah, tidak.
Alhamdulillah.
Jumat berkah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jeno, 2020 ✓
Diversos❝Maaf, Kak. Aku punya Siyeon.❞ ¬ With #LEEJENO ᵎ꒱ ⋯ Jan 16, 2020. // 19KG-FLO
