"Perang dunia puyeng banget."
"Ya, jangan dipikirin."
"Mau nggak dipikirin, ntar nggak punya wawasan."
"Ribet idup lu. Nggak usah idup!"
"Sialan lo!"
Siang ini, sehabis istirahat masih banyak sekali yang membicarakan Perang Dunia Ketiga. Tentang Pulau Natuna, Iran dan Amerika, serta banjir di Indonesia. Berisik sekali, sampai kelasku bisa dikatakan pasar.
Yang tadi berisik itu Lucas sama Mark. Sepertinya Mark sudah lelah berteman dengan Lucas. Hidup Lucas selalu serba salah.
Mau ke koridor, banyak adek kelas. Didalam kelas saja, nolep. Hidupku serba salah juga. Virus Lucas. Mana Doyeon nggak masuk, alasan sakit.
Eh... ada Jeno didepan kelasku. Sepertinya sedang latihan upacara. Kelasnya kedapatan giliran bertugas Senin besok. Jadi apa ya dia? Huhu. Jangan sampai membaca doa lagi. Suaranya seperti suara imamku dimasa depan.
Hehe.
"Nggak keluar, La?" Mark duduk disebelahku tiba-tiba. "Ngerem aja kayak ayam."
Aku menggeleng. Mataku beralih lagi ke depan kelas. Jeno dibalik tembok tiang depan koridor kelasku. Matanya kearah sini. Dia mengintip?
EY, KETAUAN! AKU KAN STALKERMU!
"Cie, liatin Jeno ya? Mata dia kesini. Wah~~ ada apa lo berdua hah? Hayoo~" Goda Mark.
Aku jadi salah tingkah. Memang matanya benar kearahku?
Sungguh??
Kulihat Jeno sudah tidak mengumpat. Dia terlihat jelas dari sini. Apalagi dia menghadap kesini. Matanya kearah siapa sih?
"Liatin mulu ah!" Mark masih saja menggangguku
"Mark!! Sanaaa~" Sungutku sambil mendorong pelan bahu Mark.
Mark tertawa. "Iya deh. Balik mau bareng nggak?"
"Boleh. Emang kamu kemana?"
"Kehatim—"
Kriiingg..
Alhamdulillah pulang.
"Yok!" Mark menarik tanganku. Aku lsngsung mengikutinya keluar kelas. Dia malah merangkulku. Ralat, mencekik huhu.
"Mark!!! It's hurt, please!!" Gumamku sedikit berteriak.
Saat itu juga Jeno menoleh kearahku. Matanya sangat tajam menatapku. Tapi itu malah membuatku meleleh.
Duh, tatapan tajam Jeno juga membuatku candu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jeno, 2020 ✓
De Todo❝Maaf, Kak. Aku punya Siyeon.❞ ¬ With #LEEJENO ᵎ꒱ ⋯ Jan 16, 2020. // 19KG-FLO
