Chapter. 29

27.9K 560 19
                                        

"Menyesal atas apa?" aku jadi serius menatapnya

"Menyesal karna mencampakanmu" katanya tak mau melihatku.

"Hmm" akupun menghela nafasku dan memalingkan wajahku dab menatap kedepan sambil mnyandarkan tanganku di atas tembok pembatas.
"Aku sudah tidak memperdulikan hal itu lagi, bagiku itu adalah pelajaran yang sangat berharga bagiku, sejak hari itu aku menjadi pribadi yang lebih kuat dan tidak mudah luluh oleh ucapan manis para namja, bagiku oppa adalah guru! Ya... Guru, guru dalam kehidupanku" jelasku.

"Maafkan aku hana"

"Sudahlah, aku tidak ingin membahasnya lagi" enggan bicara lebih banyak dengannya akupun masuk kembali kedalam gedung dan menemui taehyung yg sedang berbahagisa disana dengan Irene, kami. Benar-benar larut dalam kebahagiaan disana hingga acara berakhir dan akupun kembali ke rumah yang sekaligus toko bunga milik ibuku.

***

Beberapa bulan berlalu sejak kepulanganku, sebenarnya aku sangat membenci oppa dan tidak ingin melihatnya lagi, aku fikir setelah dia menikah dia tidak akan kembali ke rumah ini tapi hal tak terduga justru terjadi padanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Beberapa bulan berlalu sejak kepulanganku, sebenarnya aku sangat membenci oppa dan tidak ingin melihatnya lagi, aku fikir setelah dia menikah dia tidak akan kembali ke rumah ini tapi hal tak terduga justru terjadi padanya.

Aku mulai sedikit merasa khawatir padanya, dia yang biasanya bawel, ceria dan yaa agak menyebalkan kini jadi sosok yang pendiam, aneh rasanya melihatnya seperti itu.

pagi ini aku melihatnya duduk di depan toko bunga kami sambil melihat gambar pada layar kameranya, ia sangat aerius sekali menatap layar kamrea itu, entah apa yang ia lihat.

"Oppa"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Oppa"

"Hmm" dia menoleh sejenak lalu kembali menatap layar kamera nya.

"Sedang apa? "

"Melihat foto"

"Oppa, beberapa hari belakangan ini.... Sejak kau kembali kerumah, kenapa kau jadi pendiam? Rasanya aneh melihatmu begini " akupun duduk di sampingnya sambil menatapnya dari samping.

"Pendiam? Tidak, biasa saja"

"Apa ada hal yang membuatmu tertekan?"

"Tidak" ia menggelengkan kepalanya.

"Yak, apa kau tidak mau bercerita padaku? "

"Tidak"

"heaahhh.... Yasudahlah" akupun merasa kesal namun aku tetap duduk disana sambil melihat orang berlalu-lalang di depan toko kami

"Hana-ya"

"Hm? "

"Anak yang kristal lahirkan itu bukan anakku"

"Bukankah kau sudah menceritakan itu"

"Aku merasa benar-benar dihianati"

"Bukankah kau sangat mengenalnya? Kenapa kau bisa merasa terhianati? "

"Entahlah "

"Lalu, kau sudah tau siapa ayah anak yg eonni lahirkan? "

"Belum, dan aku tidak mau tau"

"Lalu kenapa kau membahasnya, aissshhh dasar Bodoh "

"Karna masih ada sesuatu yang mengganjal di hatiku" dia terus saja berbicara sambil melihat layar kameranya.

Beberapa saat kemudia seorang wanita cantik datang pada kami dengan wajah yang terlihat sangat kesal.

"Yak, kau... Kau pasti yang telah menghasutnya untuk meninggalkan ku kan? " kristal eonni datang dan menunjujku sambil terus memgumpat.

"Mwo? " akupun merasa bingung, aku dan oppapun sampai harus bangun dan berdiri dari posisi duduk kami di tangga yang ada didepan pintu toko kami.

"Hey apa-apaan kau ini, tidak sopan bertamu kerumah orang seperti itu" tegas oppa.

"Yak, apa salahku hingga kau besikap seperti ini padaku dan anak kita? Apa kekuranganku, bukankah selama ini aku selalu menuruti perintahmu? " geram eonni

"Kau mau tau apa kesalahanmu? " oppapun masuk kedalam rumah dan keluar dengan membawa sebuah amplop besar berwarna coklat dengan label Rumah sakit.
"Ini" ia memberikan amplop besar itu pada eonni dan eonnipun lekas membukanya

"Ige mwoyaaa? " kristal eonni

"Itu adalah laporan tes DNA!!!!! " tegas oppa.

"Mwo?" kristal eonni

"Itu adalah kesalahanmu! Kau menjebakku dan mengatakan padaku bahwa anak yang kau lahirkan itu adalah anakku, yak... Kristal-ya jika saja kau bisa jujur dari awal padaku mungkin semua tidak akan berakhir seperti ini, aku akan tetap menikahimu jika kau mengatakan yang sebenarnya padaku! Kau juga tau aku sangat mencintaimu bukan? Jadi apapun keadaannya aku akan bisa menerimamu, namun kau justru menghianati kepercayaanku, aku sungguh kecewa padamu, dan ini adalah alasan kenapa aku memilih jalan perceraian " jelas jongsuk oppa.

"Aku tidak pernah berniat menghianatimu" iapun menangis, dan akupun menghampiri lalu memeluknya.

"Lebih baik kita masuk Kedalam saja, tidak  enak dilihat orang" akupun merangkulnya dan membawanya masuk kedalam diikuti oppa.
"Aku akan mengambil minuman" kami berhenti di ruang tengah dan aku melanjutkannya ke dapur untuk mengambil minuman dan kembali ke ruang tengah lalu memanggil eomma yang tengah sibuk merangkai bunga bersama shinhye eonni di sudut toko bunga kami.

Tbc.

MY SEXY BROTHER ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang