Mulanya kawan, lalu menjadi lawan
Asalnya menawan, lalu kemudian berawan
Seorang perawan perlahan tenggelam di Sungai Bengawan
Ia dermawan namun tak cukup rupawan
Dari hanya secawan hingga akhirnya rawan
Jatuh
Runtuh
Lantas, Ia patuh
Kemudian, ia bangkit tanpa mengungkit.
02.01
20/08/19
Muara Teweh
YOU ARE READING
Aksara Takdir
PoesíaMenerjemahkan patah hati, kegelisahan, dan ketidakpastian ke dalam puisi.
