Momen wisuda harusnya jadi momen paling membahagiakan bagi mahasiswa karena kata "akhirnya lulus" jadi hal yang paling dinanti. Dimana dirimu tak perlu lagi kejar – kejaran dengan dosenmu hanya meminta sebuah coretan bertuliskan acc.
Tapi bagi senior yang sudah lulus akan mengucapkan hal beda "selamat datang pengangguran baru". Yah, tidak semua mahasiswa yang baru lulus langsung mendapatkan pekerjaan. Apalagi jika dirimu sudah lulus lebih dari enam bulan dan belum mendapatkan pekerjaan, lupakan kerja sesuai jurusanmu begitu katanya. Karena yang penting kau sudah dapat kerja saja syukur karena dimasa sekarang persaingan mendapat kerja sangat susah. Kecuali kalo kamu mempunyai jiwa pemberani dengan membuka usaha sendiri.
Selama prosesi wisuda raut wajah Oca tak menampakan kebahagiannya. Karena selain memikirkan habis ini ia mau kerja dimana, tapi juga karena tak ada orang tua yang menemaninya wisuda. Kerja keras agar lulus tepat waktu yang ia lakukan selama ini rasanya percuma, karena papa lebih memilih menemani mama yang juga sedang wisuda S2nya di Surabaya. Sungguh besar sekali tekat mamanya ingin maju menjadi wali kota Surabaya menggantikan ibu Risma. Sedangkan Adrian, laki – laki itu sudah berada di Jogja sejak dua bulan yang lalu.
Tante Retno adalah harapan terakhir, setidaknya ada orang yang mau menghadiri acara wisuda kelulusannya, meskipun sebelum acara selesai tante Retno harus pamit karena ada acara penting juga di kantor. Ia berterimakasih, tante Retno sudah mau menjadi saksi dimana tali toganya sudah di pindah ke kanan.
Oca memandang dari jauh dimana Meta dan ibunya yang berada di booth foto milik anak UKM Fotografi. Ia tak berani ikut bergabung takut mengganggu momen bahagia mereka. Ia ikut tersenyum bangga, bagaimana pun Meta dan ibunya sudah seperti keluarga untuknya.
Hingga seseorang menyodorkan setangkai mawar putih hasil mencabut dari karangan bunga yang bertebaran di luar gedung berhasil mengalihkan perhatiannya.
"Nggak modal banget". Oca tetap menerima setangkai mawar yang sudah layu karena cuaca panas tersebut.
"Gua udah bilang belum, kalo hari lo cantik banget. Bisa juga lo pakai rok, gini kan anggun, manis". Pujinya pada Oca.
"Halah tai". Lalu keduanya tertawa terbahak – bahak bersama. Entah apa yang mereka tertawakan. Oca yang menertawakan betapa mengenaskan dirinya karena merasa kesepian disalah satu momen bahagianya. Dan yang disebelahnya menertawakan diri sendiri karena akhirnya setelah bertahun – tahun memendam perasaan, begitu punya keberanian mengutarakan justru penolakan yang di dapat.
"Lihat tuh si bang ipul. Akhirnya setelah sepuluh semester, lulus juga doi. Si Duta kw itu banyak juga fansnya". Tunjuk Oca pada bang Ipul yang di kerumuni para juniornya. "Samperin yuk". Ajak Oca, yang di jawab anggukan oleh Davi.
****
Saat teman – temannya yang lain masih sibuk acara mari foto bersama, Oca memilih pulang. Jujur ia sudah gerah dan pusing. Apalagi kakinya sudah sangat pegal harus berjalan dengan pelan - pelan karena ia tak mau terjungkal karena high heel dua belas centi pinjaman dari tante Retno.
Setelah selesai mandi ia memilih untuk rebahan diranjangnya mencoba tidur. Namun saat baru akan memejamkan matanya, ada yang mengetuk pintu rumahnya dan berteriak "Misi paket". Oca langsung bergegas membuka pintu rumahnya, ia menerima paket tersebut dengan bingung. Perasaan sudah sebulan ini ia libur tidak belanja online.
Begitu melihat nama pengirim paketnya, Oca langsung tersenyum cerah. Ia kembali masuk ke kamarnya lalu membuka kotak paket tersebut. Dari pada hadiahnya Oca lebih tertarik dengan surat yang ada di dalamnya.
To ; Sayang ku
Akhirnya kamu pakai toga juga, aku ikut seneng waktu kamu bilang akhirnya bisa sidang dan sekarang sudah lulus. Nama aku ada skripsi kamu kan?
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweety Brownies
Romantizm"Lo putus dari pria tampan, mapan, mateng. Dan sekarang beralih ke anak SMA?" - Meta E. Wulandari "Yang mateng gak bisa bikin gua bahagia". Rossa Anandita Putri
