“Heungg....” Kyisa menggeliat lalu menguap sambil mengucek kedua mata nya.
Ia membuka mata nya perlahan dan melihat sekitar, “Hem, ternyata bukan mimpi,” ucap nya pelan.
Ternyata benar, ia mengira jika pernikahannya ini hanya mimpi namun saat ia membuka kedua mata nya. Ia melihat gaun pernikahannya itu yang masih ia kenakan.
Kyisa menghela nafas pelan lalu menoleh di sofa sebrang sana, terlihat Mike yang sedang tidur dengan tenang nya. Alis Kyisa pun naik sebelah, “Kenapa ni anak malah tidur disini? Bukannya tadi ada di kamar?”
Ia pun hendak bangun, namun ia merasa heran karena ada selimut di tubuhnya.
“Selimut? Perasaan gue gak pake selimut deh. Apa jangan-jangan...” Kyisa sambil melihat ke Mike yang sedang tidur. Ia mengulas senyuman tipis lalu menghampiri Mike dan menyelimuti Mike dengan selimut nya.
Kyisa berjongkok sambil melihat setiap sudut wajah Mike. Entah kenapa, disaat Mike tidur seperti ini terlihat seperti bayi yang baru lahir. Sedangkan saat ia bangun, Mike sangat jahat melebihi mafia yang ada di luar sana.
“Manis sih, tapi sayang, kejam,” batin Kyisa.
“Udah puas ngelihatin gue?” suara itu membuat Kyisa terlonjak seketika.
Mike pun membuka kedua mata nya lalu duduk, ia meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku saat tidur di sofa. Kyisa menatap Mike tidak percaya, bagaimana mungkin Mike tau jika ia sedang memperhatikan dirinya. Jadi dari tadi itu Mike tidak tidur?
Dengan cepat, Kyisa pun berdiri berusaha menetralkan keterkejutannya itu. Lalu Kyisa pun beranjak pergi dari hadapan Mike. Namun, Mike langsung menahan lengan Kyisa.
“Mau kemana lo?”
“Bukan urusan lo!” Kyisa ingin menepis tangan Mike dari lengan nya, tetapi Mike terlalu memegang lengannya sangat erat. Sebenarnya apa sih yang ada di fikiran Mike? Kyisa benar-benar tidak mengerti.
“Jelas emang bukan urusan gue, tapi gue ini suami lo, jadi sekarang itu urusan gue!” titah Mike.
“Bodo amat elah,”
“Gue laper,” ujar Mike.
Alis Kyisa naik sebelah, kenapa bilang ke dirinya jika lapar? Sungguh aneh.
“Terus? Gue kudu bilang waw gitu?”
Mike berdecak, “Ya, bikinin gue makanan lah!” ucap Mike kesal, kenapa Kyisa bisa sebego ini sih tidak mengerti dengan maksud nya itu.
“Emang gue pembantu lo?!” ucap Kyisa dengan ketus nya.
“Ck!, please ya Kyi, gue ini lagi malas ribut sama lo. Jadi, sekarang, bikinin aja gue makanan. Gue laper!”
“Gue gak bisa masak,” jawab Kyisa dengan polos nya.
Mike pun langsung dibuat melongo dengan perkataan Kyisa, jadi dari tadi Kyisa basa-basi itu karena Kyisa tidak bisa masak. Mike hanya bisa menghela nafas sambil memegang kepalanya. Melihat Kyisa dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Sebenarnya yang bunda lihat dari ni anak emang apanya sih? Masak aja kagak bisa! lah gue? Kudu makan apa? yang ada gue mati kelaparan karna gue gak makan.
Mike hanya bisa menghela nafas pelan, “Yaudah sih, delivery aja,” usul Kyisa.
Merasa masuk akal dengan usulan Kyisa, mau tidak mau ia pun meraih ponsel nya dan memesan makanan. Daripada ia tidak makan, lebih baik ia memesan makanan di luar saja.
Merasa Mike sudah tidak mengganggu nya lagi, Kyisa pun berjalan hendak pergi meninggalkan Mike yang sudah asik dengan memesan makanan.
“Eh, lo mau kemana?”
KAMU SEDANG MEMBACA
MiKyi
Teen FictionTIDAK UNTUK DI COPY PASTE!!!! [BIASAKAN HABIS MEMBACA BERI DUKUNGAN KEPADA AUTHOR DENGAN LIKE, VOTE AND COMENT! THANKS] Kyisa, gadis bocah ingusan terpaksa harus dijodohkan dengan pria yang baru saja menduduki jabatannya menjadi CEO. Ia tidak menyan...
