BAGIAN 11

204 7 0
                                        

" tersenyumlah sampai dunia tidak tau ada luka begitu dalam yang tengah kau rasa."

***

Tanpa Hanin sadari ia terlalu asik chatting dengan tama dan teman-teman nya sampai lupa waktu. Padahal esok adalah hari dimana ujian praktikum tiba.

Hanin pun bergegas untuk tidur, karena nanti pagi dia akan bangun untuk sholat tahajud dan belajar untuk ujian.

***

Pagi hari nya, ketika sampai di sekolah, Hanin mencari tempat untuk belajar yang tak jauh dari lab.farmasi.

Saat di jalan menuju sekolah, tiba tiba ada whatsapp dari tama

Tama : apa yang anda rasakan ketika panik barengan sama meira?

Lah, dia tau dari mana aku panik sekarang? mei pasti ngadu. Batin ku

Hanin : tau dari mana anda kalau saya panik

Tama : ada deh

Menyebalkan.

Hari ini akan diadakan ujian praktikum farmasi. Tentu saja ini hal yang menegangkan bagi hanin dan teman-temannya. Walau ini bukan yang pertama bagi mereka, tapi tetap saja mereka gugup karena kalau salah sedikit saja, nilai mereka bisa 30 !

Satu persatu teman hanin datang dengan membawa alat-alat praktikum nya dan duduk di depan hanin.

Hanin sangat fokus dengan jurnal nya, kalian tau? Kemarin salah satu jurnal Hanin sempat di robek oleh tama! Bagaimana dengan hanin? Ya dia sangat marah dengan tama, namun tama dengan cepat meminta maaf dan Hanin memaafkan nya.

jam menunjukan pukul 7.50, hanin bergegas meletakan HP nya ke dalam tas dan mulai berbaris untuk memasuki lab. Terlihat ekspresi di wajah nya, ia sangat cemas. begitupun dengan teman nya yang lain.

Hanin melewati praktikum dengan lancar. Ia keluar dari lab dengan ekspresi lega karena berhasil menyelesaikan nya tepat waktu.

pukul 16.14 hasil ujian akan dibagikan Sekarang. semua anak farmasi berkumpul di depan lab. Wajah-wajah cemas sangat terlihat disini sekarang.

Dan ketika hasil nya dibagikan?

ada yang menangis karena akan remedial esok.

Ada yang menjerit karena tidak menyangka ia lulus.

Ada yang hanya mengucapkan alhamdulillah dan langsung memeluk teman nya.

hanin merupakan tipe terakhir dan ia langsung memeluk Ayesha, teman nya sejak kelas 10.

" alhamdulillah shaa kita lulus" ujar Hanin

" alhamdulillah iya Ya Allah" jawab Ayesha

" sell, lulus kan? " tanya ku memastikan ke selly

" alhamdulillah lulus " jawab nya sambil memeluk ku.

Ku lihat arfan, tama, dandi menunjukan ekspresi bahagia. Lain dengan ekspresi Fahri.

" ri lulus ?" tanya ku

" engga nin" jawab nya lesu

" yah, yaudah gapapa semangatt!" ucap ku menyemangati Fahri.

Fahri hanya mengangguk tanda ia mendengar apa yang aku ucapkan.

Aku kembali ke teman teman ku dan bersiap untuk pulang. Ini sudah jam 16.35.

***

Hanin menghembuskan nafas kasar, merasa lega bahwa semua nya telah usai. Ujian praktikum sudah ia lewati.

TIRED TO HATE [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang