BAGIAN 17

202 11 0
                                        

" aku, dan segala ketidaktahuan ku. "

****

Setelah sampai diatas, reza segera memberi obat nya ke hanin dengan nafas terengah-engah karena lari naik tangga. Sedangkan Arfan memberi minum untuk Hanin.

" Hanin, ke klinik aja ya " ucap reza

Aku hanya menggelengkan kepala, karena aku malas di klinik.

" di klinik aja, biar ntar kalo Sesak ada guru yang nanganin" bujuk Ayesha

Akhir nya hanin di bawa ke klinik oleh teman teman nya.

Tinggal lah di lantai 3 hanya tersisa elsa, indah, balqis, kayla, nura, arsy, reisya, arfan dan dandi. Sisa nya di bawah bersama Hanin.

"Apaansi gitu doang heboh banget " ujar salah seorang dari mereka

Elsa yang mendengar hal itu sangat geram. Bagaimana bisa teman nya sedang sakit ia bilang begitu?!.

Elsa ditahan oleh indah agar tidak mengamuk ke perempuan itu.

***

Hanin akhirnya beristirahat di klinik, ia selly, dan meira tidak ikut pelajaran berikutnya karena menemani Hanin.

Wali kelas hanin mendatangi Hanin. Bertanya bagaimana bisa ia begitu? Akhir nya Hanin menjelaskan secara rinci.

Pulang sekolah ternyata ada rapat organisasi, dan Hanin dengan kondisi tidak sehat, izin untuk pulang duluan.

Hanin pulang dengan diantar oleh dandi, musuh nya. Kenapa? Karena mereka searah.

diperjalanan Hanin terdiam, dia bingung dengan semua, ada apa sebenarnya? Kenapa aku tidak boleh tau? Batin Hanin.

Hanin tipe orang yang susah mencari informasi. ia tidak akan men-stalk seseorang kalau dilarang oleh teman nya. Hanin penurut.

" dah sampe " ucap dandi

" makasih ya "

" iya sama sama "

Dandi pun melajukan motor nya menjauhi pekarangan rumah Hanin. Setelah cukup jauh, Hanin masuk ke dalam rumah nya.

Ia segera merebahkan tubuh nya yang hampir remuk. Ia memilih untuk mendengarkan musik.

' hanyut di dalam duniaku.
Binasa seram kelam redup.
Perlahan menjerit atas yang ku trima, dari orang orang yang tak paham.
Hari-hari ku jalani
Harap ada yang bermakna
Kembalikan lah senyum ku yang pergi.
Secepat seperti di lahirkan lagi'

Song : usik - feby putri

Aku menghela nafas ketika ada lirik yang sangat menggambarkan aku saat ini.

Hanin berharap, ia bisa tertawa lepas lagi.

Hanin sangat ingin mengetahui sesuatu yang teman teman nya sembunyikan tapi darimana info yang ia dapat?

Akhir nya untuk sekian kali, Hanin berusaha bertanya kepada tama.

Hanin : kakk

Hanin : kasih tau si apa yang kalian sembunyiin

Hanin : aku kaya apaan tau, gatau apa apa sendiri

Hanin : aku tau semua anak laki tau

Tama : kasih tau apa?

Tama : kemarin udah aku kasih tau

Hanin mendengus, ia kesal dengan jawaban tama. Bukan itu yang ia ingin.

Apa benar tama tidak tau juga? Atau dia berbohong? Ntah lah.

***

Elsa masih diam, tidak memberi tau apapun kepada Hanin. ia sangat tidak ingin Hanin tau yang sebenarnya.

Ayesha, dia tau sesuatu namun ia tipe tidak peduli dengan hal hal seperti itu, dan ia juga menjaga agar Hanin tidak tau dulu.

Selly, ia juga tau. namun ia sembunyikan takut Hanin sakit hati mendengar nya.

Di otak Hanin. terdapat banyak sekali pertanyaan, pertanyaan yang terbesit saat teman teman nya bertingkah aneh.

Aku masih di selimuti awan mendung, tanpa tenaga menjalani hari dan ntah kapan badai itu datang.

Hati ku lagi lagi terasa sakit, saat terbesit pikiran

kenapa Arfan pacaran?

Kalau ga pacaran, tapi itu mah kayak pacaran

Kemana Arfan yang sholeh yang aku kenal?..

Apa yang teman teman ku sembunyikan? apa itu badai yang sudah menunggu?

Aku tersenyum miris, mengingat betapa hangat nya aku dan arfan dahulu. Mengingat betapa sholeh nya Arfan di mata ku dahulu.

Aku memutuskan untuk menelpon sahabat ku untuk bercerita, nama nya  ara

" assalamualaikum ra " ucap ku di telepon

" wa'alaikumussalam. kenapa nin? Kok suara kamu begitu? Habis nangis ya?" jawab ara

Ya, hanin tidak bisa memendam perasaan sedih nya lagi. ia meluapkan semua nya malam ini.

" ra, Inget arfan yang waktu itu aku cerita? "  tanya ku

" iya Inget, yg kata kamu sholeh banget itu kan? "

" ra, dia.. Pacaran.. Sama... Gatauuu " ujar ku sambil menangis

"Lah serius sama siapa nin dia? Bukan nya dia dekat sama kamu? "

" aku dengar dengar si ama teman seperjuangan aku raaa, aku gatau siapa perempuan itu, rei, indah, nura, selly? Mereka baik ra hiks "

" nura ga mungkin, indah juga engga, masa reisya? " tanya ara

" kalo iya hiks masa Jahat banget sama akuuu hiks " Jawab ku sambil terisak

Ara berusaha menenangkan Hanin, Hanin masih tenggelam dalam ingatan suram nya, ia menangis pilu mengingat semua nya.

Reisya?....

Indah?....

Selly?....

Nura?...

Dan, arfan?....

Kenapa semua nya....









Author Timi, kasih tau si siapa perempuan itu thorrr huhuhu - Hanin

Cup cup cup. sabar ya, nanti saat nya kamu tau kok, kamu kuat. - author

Sekarang Thor hiks - Hanin

Sabar yaaa, besok besok - author

Jangan sedih nin - Arfan

Berisik lo, gausah ngomong - Hanin

Woi jan berantem, udah udah liat episode berikut nya - author

Stay tune, jangan lupa di vote ⭐ yaa....
Salam hangat.
-timi✨

TIRED TO HATE [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang