BAGIAN 29 [END]

954 13 0
                                        

"Memang takdir sangat menakjubkan. "

*****

Ternyata Hanin masih harus mengurus laporan nya disana. Hanin mengurus laporan tersebut dengan sekuat tenaga. Akhirnya Hanin tumbang. Ia sakit dan harus dirawat karena terkena tifus.

Hanin sedang sakit, akhirnya laporan Hanin diambil alih oleh seseorang yang Hanin sayang, namanya kak fathur. Dia juga anak kesehatan yang sudah kuliah jadi bisa membantu Hanin mengerjakan. Hanin bertemu nya saat mengikuti seminar di sela sela waktu libur PKL dan siapa sangka sekarang menjadi orang yang Hanin sayang.

Ia mempunyai waktu senggang untuk mengurus laporan itu, dan sesekali ke RS menjenguk Hanin.

Akhirnya laporan dan urusan dengan RS selesai, Hanin pun berangsur angsur pulih. Dan sudah bisa bersekolah seperti biasa sehabis PKL.

" woi sakit apa lo " tanya dandi ketika Hanin sudah mulai sekolah

" kecapean. " jawab ku singkat sambil menatap dia malas.

Hari ini ternyata merupakan hari sidang PKL di sekolah. Syukurlah Hanin sudah mempersiapkan malam nya karena diberi tau dadakan oleh selly.

Hanin mendapat giliran maju ke 6 dan sekarang giliran hanin. Hanin masuk ke dalam ruangan dengan kecepatan jantung tak terkontrol. Hanin cemas karena takut tidak bisa menjawab pertanyaan nya.

Namun, Hanin berhasil keluar dari ruangan dengan wajah lega dan terlihat sangat gembira.

Hanin : mass! Aku selesai sidang PKL! Akhir nyaaa:)

KakFathur : alhamdulillah dek! Semangat PTS nya, besok kan?

Hanin : oh iya masih ada PTS

KakFathur : hahaha, semangat semangat!

Hanin sangat bahagia bisa bertemu dengan kak fathur, manusia dengan sifat baik sekali dan penyabar. Selalu bercanda untuk menghibur Hanin dan memberi nasehat jika Hanin salah.

Memang takdir sangat menakjubkan.

****

Hari ini Hanin, arfan, Arno, selly melakukan kerja kelompok di rumah selly. Semua berjalan lancar. Bahkan Hanin terlihat sudah bercanda lagi dengan arfan. Hanin menyadari sudah tidak ada kecanggungan disini.

Aku dan Arfan sudah berbaikan dan kami juga tidak lost contact lagi. Selama kerja kelompok, kami membahas banyak hal yang terlewatkan ketika kami sedang bertengkar kemarin.

Namun Hanin dan reisya masih tidak ada percakapan, masing masing menutup diri satu sama lain, tak ada permintaan maaf dan hanin memaklumi itu.

Arfan juga sudah menjaga jarak dengan reisya, begitupun reisya.

Selly menyadari bahwa Hanin terlihat sangat ceria sekarang, berbanding terbalik dengan 2 bulan yang lalu. Ia juga menyadari bahwa Hanin sudah bisa bercanda lagi dengan arfan. Selly bahagia dengan hal itu.

Disisi lain, Hanin tau bahwa arfan pura pura tidak tau akan kesedihan nya 2 bulan yang lalu. PKL sebulan membuat Hanin bisa melupakan arfan karena tidak bertemu selama itu. Hanin tau memang arfan jahat dan Hanin tidak mau jika rasa yang sudah ia musnahkan, datang lagi menyapa tanpa aba aba.

****

Wangi kopi menyerbak ke seluruh ruangan, ketika dua orang itu masuk, mereka langsung merasakan nyaman nya tempat ini.

Tempat ini merupakan tempat kesukaan si laki-laki. Sedangkan perempuan disamping nya, baru saja ia bawa ke palembang setelah perempuan itu selesai PTS.

" Hanin mau pesan apa? " tanya fathur

" carramel macchiato " jawab ku

" oke, aku pesan dulu ya, kamu cari tempat duduk" ucap nya

Aku menuruti perintah dari dia. Hati ku tak berhenti bergemuruh, seperti ada kupu-kupu terbang diperut ku. Aku dibawa ke kota asal kak fathur, Palembang.

Aku disini sekitar 3 hari karena senin harus kembali PKL ditempat kedua. Aku sangat bahagia ketika ia mengajak ku ke rumah nya. Bagaimana tidak? Baru kali ini aku di bawa ke rumah orang tua seseorang untuk diperkenalkan.

Aku masih kelas 11 dan sebentar lagi naik ke kelas 12, kak fathur juga masih ada 2 tahun lagi KOAS dan 1 tahun praklinik dan ia harus mencari kerja dulu selama 1 tahun untuk biaya hidup.

Kami sama sama berjuang untuk segera menyelesaikan sekolah kami. Kami selalu menunggu, bersabar dalam setiap cobaan. menahan godaan godaan syaitan yang menyesatkan.

Keluarga ku sudah setuju jika aku bersama kak fathur. Umur kami terpaut 5 tahun seperti aku dan kakak ku, yara. Namun dengan syarat, aku harus kuliah. Kak fathur menyetujui itu.

Kami sama sama menunggu dalam taat, terkadang kami terpisah kota, karena aku akan kuliah di Jogyakarta, tempat nya kuliah dulu.

Aku berjuang mulai sekarang untuk mendapatkan kampus impian ku. berjuang menjaga hati untuk laki-laki itu. Kami saling menguatkan, ketika ia lelah dengan cobaan KOAS akan aku ingatkan tujuan kami. Dan ketika aku lelah dengan praktikum, akan diingatkan ada dia yang sedang menunggu.

Saat ini, aku sudah benar benar melupakan arfan yang menyakiti ku. Hati ku perlahan lahan pulih dengan hadir nya kak fathur dan rasa benci ku perlahan memudar karena selalu diingatkan oleh kak fathur agar jangan dendam.

Memang, Allah mempertemukan aku dengan arfan hanya untuk saling mengenal dan memberikan pelajaran bukan untuk mempersatukan kami dalam ikatan yang halal.

Aku juga sudah sangat lelah membenci Arfan dan rei. Aku sudah tidak peduli dengan apapun yang mereka lakukan. Aku tidak peduli walau dia sahabat ku, aku kecewa.

Mulai sekarang, aku terus memperbaiki diri, agar kelak hari itu datang, aku pantas bersanding dengan laki-laki yang hampir sempurna ini.

Takdir seindah ini menyatukan kami dan menjaga hati kami.










-END-

TENANG, WALAU SUDAH END, BAGIAN SELANJUTNYA ADALAH EPILOG.

TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA KU TERSAYANG. MAAFKAN KESALAHAN DALAM PENULISAN ATAU ALUR YANG KURANG PAS. MAAF JIKA MENYINGGUNG SALAH SATU PIHAK.

POKOK NYA TERIMAKASIH BANYAK. SAMPAI JUMPA DI EPILOG!

-timi

TIRED TO HATE [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang