Jisoo mengelus lembut perutnya yang semakin membuncit. Ia tersenyum ketika panggilan dengan Chaeyoung berakhir. Kemudian, kembali dengan wajah cemas ketika dilihatnya seorang pria yang masih duduk dengan wajah lelah. Suaminya. Pemilik J&J Labels, Kim Seokjin.
"Apa tidak mengapa? Kau tahu, kan, bagaimana skandal Jungkook dan Chaeyoung dahulu?" tanya wanita itu seraya duduk. Ia mengupas jeruk sebelum menyuapi Jin.
Pria itu tersenyum lemah. Sungguh, tidak mengerti dengan jalan pikirannya sendiri. "Aku akan bertanggung jawab jika sesuatu kembali terjadi di antara mereka. Hah ... bukankah sudah lima tahun lalu, dan kau masih saja ingat."
"Lagipula sebenarnya itu hanya kesalahpahaman saja, bukan?" sambung Jin. Ia tersenyum begitu istrinya juga tersenyum.
"Ya, masa-masa yang sungguh sulit untuk Chaeyoung saat itu. Juga untuk Jungkook aku rasa. Mereka sama-sama menderita," timpal Jisoo dengan wajah prihatin. Ia lalu meraih tangan suaminya dan menggenggamnya erat. "Maaf, saat seperti ini aku justru harus diam di rumah."
Jin mencium perut istrinya yang membuncit. Menyapa anak mereka di dalam sana. "Soo Jin akan segera keluar, kuharap semuanya baik-baik saja."
***
"Jangan gerakkan kakimu seperti itu, aku tidak ingin kau cedera lagi seperti comeback-mu sebelumnya," tegur Hoseok. Mentor Jungkook untuk setiap penampilannya di atas panggung.
Pemuda itu berhenti sejenak. Dengan napas tersengal, ia mengambil sebotol air mineral yang diberikan oleh asisten pribadinya. "Hyung! Tapi, bukankah menurutmu yang tadi gerakan cukup bagus? Dan kau pertama kali mengajarkanku seperti itu," protesnya.
"Ya, benar. Fansmu akan berteriak kalau kau sampai melakukan gerakan tadi. Tapi, Jin-hyung bilang kau tidak boleh cedera lagi. Kau tahu maksudku, bukan?"
Jungkook mengangguk menyetujui. Ia kembali melakukan koreografi seperti yang diminta oleh Hoseok. Mereka dan beberapa penari latar J&J Labels sudah berada di ruangan ini sejak empat jam yang lalu, dan bahkan belum selesai sampai sekarang. Ya, mengingat jadwal comeback Jungkook yang sudah semakin dekat. Terlebih setidaknya, mereka harus mendapat istirahat terlebih dahulu sebelum penampilan perdana. Juga persiapan tur ke beberapa kota bulan depan.
"Kau sudah melihat berita hari ini? Atau setidaknya membuka instagrammu?" tanya Jimin begitu mereka sampai di lobi. Menunggu untuk mengurus jadwal selanjutnya.
Belum sempat Jungkook membuka ponselnya sendiri, Jimin terlebih dahulu memberikan ponsel miliknya. "Gadis itu benar-benar gila!" ucap manajernya itu. Ia tersenyum miring ketika mendengar Jimin mengumpat.
Di layar ponsel Jimin, terpampang jelas foto dari Nancy -member idol grup yang memiliki skandal dengan Jungkook- dengan tulisan di bawah gambar yang nampak dilebih-lebihkan. 'Jungkook-sunbaenim dan aku hanya berteman saja. Jangan libatkan dia dalam masalah ini.'
"Sejak kapan aku berteman dengannya?" Jungkook menimpali. Ia mendecap malas. Sebelum mengembuskan napasnya panjang. Entah sudah berapa skandal saja yang dibuatnya, ah tidak! Yang dibuat oleh orang lain mengatasnamakan dirinya. Menyebalkan!
Mobil yang menjemput Jungkook datang tak lama ketika mereka masih membicarakan skandal tersebut, comeback, dan tur pemuda itu. Mereka berdua masuk ke dalamnya. Akan sangat menyenangkan dengan jadwal sibuk ini. Meskipun, ya ... masih banyak juga wartawan kurang kerjaan yang mengorek berita tentang Jungkook dan Nancy. Yang jelas sekali hanya akal-akalan gadis itu saja.
"Kau tahu Jin-hyung memesankanmu tempat tinggal, bukan? Dan, tempat itu lebih rahasia. Ternyata masih banyak penguntit di sekitar apartemenmu." Jimin kembali bersuara. Walaupun matanya masih tetap fokus dengan jadwal milik Jungkook.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] THE GUY NEXT DOOR
FanfictionBerkat skandal yang terjadi lima tahun lalu, Jeon Jungkook yang merupakan seorang solois kenamaan Korea mendapat banyak haters. Beberapa kali ia menjadi sasaran empuk media berkat haters dan penguntit yang selalu mengikutinya sepanjang waktu. Puncak...
![[END] THE GUY NEXT DOOR](https://img.wattpad.com/cover/217680502-64-k628864.jpg)