6. Tanding Basket

178 42 1
                                    

"Jangan salahkan rasa jika tiba tiba jatuh cinta. Sebab kehadiran yang tak di duga, akan menimbulkan efek luar biasa."

*
*
*
*
*

Apa pernah kalian menganggap kehadiran seseorang sebagai hal yang menjengkelkan? jika iya, tentu dia orang yang suka mengganggu ketenangan mu.

Banyak yang mengalami seperti ini, saat di ganggu kamu merasa kesal, ingin rasanya memaki orang itu, tapi saat dia tidak mengganggu dan tidak hadir di depan mu, rasanya seperti ada yang kurang.

Dia yang dengan santai menutup buku yang sedang kamu baca, kemudian dia tertawa renyah sedangkan kamu menyimpan amarah.

Dia yang selalu menggunakan kalimat ejekan untuk mengacaukan ketenangan mu, kemudian dia kembali tertawa seru, dan seperti biasa kamu memendam emosi di dada.

Dia yang datang saat kamu sedang sendiri, dia berbicara banyak hal konyol yang tidak penting, bibirnya terus saja melantunkan kalimat  yang membuat mu merasa risih, telinga mu di penuhi suara nya. Dia bicara seperti kereta, sangat cepat. Sesekali kamu menatap nya, orang ini sudah kehilangan akal, pikirmu.

Dia yang sengaja menggerakan meja kelas saat kamu sedang menulis, sehingga tulisan mu tidak beraturan. Kamu memaki nya, dan dia justru tertawa.

Dia benar-benar menjengkelkan, dia itu manusia setengah gila.

Tapi lebih gila nya lagi itu kamu, saat dia tidak mengganggu mu, kamu merasa sepi.

Saat suara nya tidak memenuhi telinga mu, seketika telinga mu sendiri yang mencari kemana hilang nya suara itu.

Ternyata semesta sangat pandai mempermainkan suasana.

Kamu yang tidak mengharapkan kehadirannya, justru saat dia tidak terlihat mata mu haus untuk memandang nya.

Kamu yang menganggap dia merusak ketenangan mu, justru saat dia diam tidak mengganggu mu, tanpa sengaja kamu mulai merindukan nya.

Tanpa izin kamu mulai mencari keberadaan nya.

Dia itu memang menjengkelkan, selalu bermain dengan emosi mu, tapi saat dia tidak ada, mata mu haus untuk menatapnya.

Aneh sekali.

Terima kasih sudah membaca. Mari masuk ke cerita.

"Makasih ganteng!" Davinka mengedipkan satu mata nya dan dengan sengaja mengelus lembut dagu cowok yang baru saja menolong nya. Rey.

Ini yang membuat Rey merinding, sikap cewek yang lebay menurutnya. Cobaan sebagai cowok tampan memang serumit ini ya?

Rey tidak menjawab, dia memimpin jalan lebih dulu, diikuti Divanka. Di lantai 2 sekolah, disini lah kedua nya bertemu. Divanka yang tidak hati-hati berjalan, sampai tidak menyadari bahwa lantai masih basah habis di bersihkan, cewek itu terpleset dan nyaris jatuh, tapi Rey tepat waktu menolong nya. Jika cewek itu jatuh, dipastikan semua pembersih sekolah akan di pecat olehnya.

"Cih!" Rey berhenti melangkah. Ada sesuatu yang mengganggu nya.

Benar, Divanka si badgirl itu terus saja mengikutinya.
"Mau apa lagi?"

Aldarez (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang