15. Unspoken Wounds

29.5K 1.6K 23
                                        

In the end, it wasn't just one mistake.
It was the countless little reasons that broke us.

Arlington, Reasons.

***

Selama bertahun-tahun, nama Arlington Wang lebih sering terdengar daripada terlihat. Pria berusia 37 tahun itu dikenal dingin, selalu menolak kamera, tidak pernah mau diwawancarai. Publik terbiasa hanya membaca namanya dari prestasinya di dunia bisnis atau mendengar bisikan tentang kekuasaannya, tanpa pernah melihat sosoknya berbicara langsung di hadapan publik.

Karena itu, Inggris kembali dibuat gempar. Untuk pertama kalinya, Arlington sendiri yang mengundang media, memilih tampil di hadapan publik untuk memberikan klarifikasi atas skandal mantan istrinya yang baru saja mengguncang.

Sungguh, keduanya adalah mantan suami istri yang selalu menjadi pusat perhatian dan membuat publik gempar. Baik itu dulu saat mereka masih menikah, maupun kini saat mereka telah bercerai.

Arlington akhirnya muncul, mengenakan setelan hitam gelap yang rapi. Wajahnya tenang, nyaris tanpa ekspresi. Ia berdiri tegak di podium, menatap barisan wartawan yang menantinya, lalu membuka pernyataannya.

"Saya tahu sejak pagi ini banyak pemberitaan yang beredar mengenai mantan istri saya, Starley Langner, dan adik saya, Luigene Edsel Jo. Foto-foto itu menimbulkan berbagai spekulasi dan opini liar yang tidak sesuai dengan kenyataan. Karena itu, izinkan saya menjelaskan."

Ia berhenti sejenak, memastikan setiap mata dan bidikan kamera tertuju padanya.

"Hubungan saya dan Starley tetap terjalin dengan baik meski kami berpisah, dan perceraian kami tidak ada kaitannya dengan adik saja. Apa yang terjadi hanyalah momen kumpul keluarga, bukan skandal yang layak dibesarkan. Pemberitaan yang menyebut adanya perselingkuhan sama sekali tidak benar, dan saya akan menempuh jalur hukum terhadap siapa pun yang menyebarkan narasi gila itu."

Arlington meraih selembar foto yang sudah ia siapkan, memperlihatkannya sekilas pada wartawan, potret dirinya bergabung di meja yang sama.

Tentu saja, itu adalah hasil rekayasa tim Arlington.

Karena ia tak pernah bergabung bersama keduanya, semua ini bagian dari skenario untuk membersihkan nama Starley.

"Malam itu, saya sendiri yang meminta Luigene untuk menjemput Starley, karena saya terhalang urusan pekerjaan dan tidak bisa hadir tepat waktu. Mereka berangkat lebih dulu ke restoran, dan saya menyusul setelahnya. Foto-foto yang beredar hanya memperlihatkan Starley dan Luigene, tetapi tidak menampilkan kedatangan saya."

"Starley adalah perempuan yang sangat saya hormati dan bagian dari keluarga kami. Saya mohon agar publik tidak lagi menggiring opini yang merugikan namanya. Tidak adil jika Starley terus menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar."

"Kami menghargai perhatian publik. Namun terkait isu ini, saya tidak melihat adanya persoalan yang patut diperdebatkan lebih jauh. Karena itu, saya meminta seluruh media untuk menarik kembali pemberitaan yang tidak bermutu mengenai mantan istri saya. Jika tidak, saya tidak akan ragu untuk menempuh jalur hukum."

Arlington menutup pernyataan itu dengan membukungkan tubuhnya. Kilatan kamera kembali memenuhi ruangan. Bagi publik, Arlington tampil sebagai sosok dewasa yang bertanggung jawab, membela nama mantan istrinya dengan wibawa, sekaligus menutup pintu bagi semua tuduhan yang menyerang nama baik keluarganya.

Pernyataan Arlington seketika jadi bahan utama di seluruh kanal berita, berbagai media menyiarkan klarifikasinya secara langsung menilainya sebagai langkah yang tepat.

REASONSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang