02. Fallen Angel

75.8K 3.1K 15
                                        

Tiga bulan kemudian.

Dari sekian banyak hal yang bisa memisahkan dua manusia, tak pernah ada yang mengira bahwa cinta bisa menjadi salah satunya. Bahwa sesuatu yang mempertemukan, juga bisa menjadi alasan mereka berpisah.

Starley mencintai Arlington sejak lama. Bahkan sebelum dunia mengenal mereka sebagai pasangan yang sempurna.

Tiga tahun yang lalu, mereka memutuskan untuk menikah karena cinta, keduanya percaya bahwa cinta saja cukup untuk membuat mereka menua bersama. Starley pikir, ia bisa menjalani hidupnya bersama Arlington, membangun dunia kecil mereka hanya dengan berbekal cinta.

Tapi hidup bukanlah sebuah dongeng. Dan cinta saja, tidak cukup untuk mempertahan rumah tangga mereka.

Arlington adalah suami yang selalu ada untuknya, tapi hanya raganya saja. Kehadirannya tak pernah benar-benar mengisi kekosongan di hati Starley. Pria itu mencintai Starley dengan caranya sendiri, cara yang tak Starley pahami.

Dan Starley pun perlahan memahami sesuatu yang menyakitkan, bahwa mencintai tak selalu berarti membuat seseorang merasa dicintai. Dalam pernikahan ini, Starley perlahan mulai kehilangan dirinya sendiri. Dan bersama Arlington, pernikahan ini mulai terasa hambar.

Starley tidak ingin pernikahan itu menjadi kuburan hidup yang ia rawat demi status. Ia tidak ingin membenci Arlington suatu hari nanti hanya karena mereka terlalu takut untuk mengucapkan perpisahan. Maka dari itu, ia memilih pergi sebelum ia membenci pria itu. Pada akhirnya, ia terpaksa untuk menarik hatinya mundur.

Arlington mungkin tidak akan pernah mengerti tentang keputusannya untuk berpisah, pria itu mungkin akan bertanya-tanya, namun biarlah begitu. Karena Starley pun tak bisa menjelaskan alasannya, ia tak menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan perasaannya.

Starley tidak pergi karena tidak mencintai Arlington. Ia pergi karena tidak ingin berhenti mencintainya.

Dan mungkin, itu alasan yang paling menyakitkan dari semuanya. Bahwa cinta yang ia miliki, justru menjadi alasan mengapa ia duduk di ruang sidang hari ini.

Perceraian bukan sesuatu yang pernah ia rencanakan. Bahkan memikirkannya pun dulu terasa mustahil.

"Putusan Akhir telah diberikan. Pernikahan antara Yang Terhormat Lord Arlington Wang dan Nona Starley Langner secara hukum dinyatakan berakhir berdasarkan undang-undang yang berlaku di Inggris dan Wales. Tidak ada anak, tidak ada tuntutan harta. Keputusan ini bersifat final."

Ketukan palu menggema dalam ruang sidang, berbaur dengan suara hujan yang mengguyur di luar, seolah langit pun turut menyaksikan akhir dari sebuah kisah dongeng yang indah.

Tiga tahun yang lalu, pernikahan Arlington Wang dan Starley Langner sempat mengguncang jagat media internasional, digadang-gadang sebagai kisah dongeng modern yang menjadi nyata. Bagaimana tidak? Arlington adalah seorang bangsawan paling berpengaruh di Inggris, pria itu juga pengusaha sukses dengan kekayaan yang menjanjikan, menjadikannya salah satu konglomerat paling disorot di Eropa.

Sementara Starley adalah aktris terkenal yang selalu menjadi pusat perhatian publik. Ia memiliki tempat khusus dan tak tergantikan di hati publik. Perempuan itu juga sering disebut sebagai world fashion icon, simbol kecantikan modern. Apa pun yang dikenakannya, disentuhnya, atau bahkan hanya sekadar ia lirik, akan segera menjadi tren global. Dunia selalu berputar mengikuti dan mengaguminya.

Namun kini, tepat tiga tahun kemudian, keduanya mungkin akan kembali menjadi pusat perhatian dan pembicaraan seluruh dunia, karena perceraian yang tak pernah diduga akan menjadi akhir dari dongeng indah mereka.

Pernikahan antara Yang Amat Terhormat Lord Arlington Wang dan Nona Starley Langner secara hukum dinyatakan berakhir.

Setelah putusan perceraian itu, gelar The Right Honourable atau Yang Amat Terhormat, masih melekat pada Arlington. Tidak ada yang berubah atau hilang dari hidup pria itu.

REASONSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang