"Heechul, buat apa kamu bawa koper besar seperti itu?" Yang ditanya tersenyum semringah, masih berdiri di dekat sofa ruang tamu sambil memegang pegangan kopernya.
"Aku akan menginap di apartemenmu sampai kamu pulih total."
Saat ini, Jungsoo baru saja duduk di sofa ruang tamunya–dibantu Yesung yang memapahnya. Barang-barang selama Jungsoo di rumah sakit sudah minta bantu untuk dibawakan oleh supir taxi tadi. Sedangkan Heechul baru saja datang setelah pergi ke apartemennya sendiri.
Dan Jungsoo tidak menyangka kalau Heechul pulang untuk mengambil pakaian–dan mungkin peralatan serta perlengkapan–untuknya menginap.
"Aku tidak apa-apa. Kan kamu juga lihat sendiri batukku sudah lebih baik setelah dirawat dua hari." Heechul menggeleng kencang.
"Aku khawatir." Yesung mengulum senyum saat mendengar percakapan dua hyungnya itu. Dia tahu selama Jungsoo dirawat dan Heechul menemaninya, ada sesuatu terjadi. Tapi dia diam saja. Dia ingin tahu apakah Heechul akan memberitahunya atau tidak.
"Aku akan menghubungimu atau Yesung kalau ada apa-apa."
"Tidak, tidak! Pokoknya aku akan menginap, titik!" Jungsoo menghela napasnya melihat Heechul yang sepertinya merajuk–dengan menggembungkan kedua pipinya. Yesung yang duduk di sofa di sebelahnya malah tertawa kencang.
"Marah tuh, hyung," ujarnya sambil menyikut pelan lengan Jungsoo, tapi senyum jahil terpatri di wajahnya.
"Boleh minta tolong ambilkan aku air, Yesung-ah? Sekalian kalau kamu mau membuat teh atau kopi juga silakan." Yesung mengangguk. Dia cukup peka untuk mengerti makna tersirat dari permintaan hyungnya, yaitu mengusirnya secara halus.
"Oke, Chul-hyung mau minum apa? Aku buatkan sekalian."
"Kopi." Yesung kembali mengangguk dan beranjak ke dapur. Samar-samar, dia bisa mendengar saat Jungsoo menyuruh Heechul untuk duduk di sebelahnya.
Dan dia tertawa pelan membayangkan sang pangeran membujuk tuan putrinya yang merajuk.
Entah dengan cara apa.
.
.
.
.
"Heechul-ah, sini duduk di sampingku." Yang dipanggil berjalan perlahan ke arah sofa dan duduk di sebelah Jungsoo–membuat Jungsoo bergeser sedikit agar bisa melihat Heechul langsung. Pipinya masih menggembung. Jungsoo mau tak mau tersenyum melihat pemandangan yang menurutnya menggemaskan itu.
"Aku paham kamu merajuk karena khawatir. Tapi aku benar sudah lebih baik." Heechul diam saja. Tapi Jungsoo melihat bagaimana mata Heechul menggenang air mata. Jungsoo menghela napasnya.
"Kemarilah." Jungsoo sedikit kaget saat Heechul justru duduk di pangkuannya, melingkarkan tangannya di leher Jungsoo, dan menempatkan kepalanya di ceruk leher Jungsoo–padahal maksudnya tadi hanya menyuruh Heechul untuk duduk lebih dekat padanya.
Tangannya sendiri kemudian melingkar di pinggang Heechul, menjaganya agar tidak jatuh.
"Aku takut," gumam Heechul pelan setelah keheningan menyelimuti mereka.
"Kenapa?"
Pelukannya pada leher Jungsoo bertambah erat. Kemudian Jungsoo sadar maksud dari "takut"nya Heechul itu apa.
"Dokter sudah bilang aku lebih baik kok. Kamu tenang saja." Tangan kanan Jungsoo mengusap pelan punggung Heechul, agar membuatnya tenang.
"Kalau memang dengan kamu menginap di sini bisa membuatmu lebih baik, tidak apa juga kok. Hanya saja, aku tidak mau membuatmu repot dengan mengurusku. Makanya aku seperti menolakmu." Heechul mengangkat kepalanya dan menarik wajahnya sedikit, membuatnya menatap Jungsoo tepat di mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Corvus [Teukchul Fanfic]
Fanfiction"You said, 'I am going to disappear'" "No... Stay..." Inspired from Cross Gene - Corvus Rated : T Genre : Supernatural, fantasy, angst, bromance/shounen-ai, hurt/comfort Pair : LeeteukxHeechul Warn : Typo(s), OOC, AU Cerita ini hanya fiksi semata. P...
![Corvus [Teukchul Fanfic]](https://img.wattpad.com/cover/208568779-64-k343619.jpg)