(17) Corvus

886 67 59
                                        

Aku terbangun dari tidur malamku yang nyenyak karena merasa terganggu dengan dering ponselku yang tiada henti.
Masih dengan mata terpejam, aku mencari ponsel di atas meja nakas. Dengan mata setengah terbuka, aku mengangkat telepon dan mengaktifkan mode speaker ponselku.

"Yeoboseyo."

"Hyung! Kamu tidak kuliah?"

"Pukul berapa sekarang, Yesung-ah?"

"Sepuluh pagi, hyung."

"Oh. Tak apa, aku ti-mwo? Aku terlambat!" Tanpa mengindahkan lagi Yesung, aku pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan sikat gigi. Setelahnya aku langsung kabur lagi ke kamar untuk ganti baju. Setelah menyambar tas, aku ngacir pergi dari apartemenku, seraya berharap aku tidak terlalu terlambat menghadiri kelas.

.

.

.

.

Dengan mengendap-endap, aku memasuki kelas. Untungnya, kelas pagi ini di ruangan yang mempunyai pintu di bagian belakangnya juga.
Mungkin, kalau bukan menjelang ujian, aku akan memilih untuk melanjutkan tidurku ketimbang mengendap-endap ke sini.

Aku menghela napas seraya memandang halaman kampus dari jendela di sebelah kiriku. Aku merasa ada sesuatu yang janggal, tapi tidak tau apa. Hanya, aku merasa ada yang aneh.

"Sekian kelas hari ini. Selamat ujian minggu depan."

Pikiranku buyar dan aku hanya bisa melongo melihat dosenku keluar ruangan.

Sialan.

Tadi sudah capek-capek berlari ke sini, ternyata aku tidak dapat bocoran apa-apa untuk ujian.

"Percuma masuk, Heechul-ssi. Lebih baik bolos saja tadi." Aku mengangguk mengiyakan perkataan teman sekelasku.
Kembali menghela napas, aku keluar dari ruangan dan bermaksud untuk pergi ke kantin untuk membeli makanan.

"Hyung!" Mendengar suara familiar memanggilku, aku menoleh dan mendapati Yesung sedang berlari ke arahku.

"Sendirian saja, hyung? Mau ke mana?"

"Ah, aku mau ke kantin. Jung-" Aku terdiam.

Astaga.

"Jungsoo!" Dengan cepat aku kembali ke ruangan tadi, dan sudah tidak ada orang di sana. Aku kembali ke lorong di mana Yesung masih berdiri terpaku di sana, entah menungguku, entah tidak mengerti dengan tindakanku.

"Yesung-ah! Tadi kamu lihat Jungsoo?"

"Siapa Jungsoo?"
 

Pertanyaannya membuatku terdiam. Ingin menjawab pun rasanya lidahku kelu.

"Hyung? Siapa orang yang kamu cari? Aku tidak pernah mendengarnya." Aku menelan ludah. Jangan-jangan..

"T-tetanggamu." Kening Yesung berkerut dalam. Jelas dia memang tidak tau seseorang bernama Jungsoo.

"Hyung bercanda ya? Kamar di sebelahku kan sudah lama tidak ada yang menempati."

Tidak, Leeteuk. Jangan seperti ini.
 

"Aku pulang duluan. Bye." Aku berlari secepat mungkin, berharap apa yang aku pikirkan itu salah seraya menahan air mata yang hampir keluar.

Kakiku terus berlari, walaupun rasa pegal yang tadi masih ada. Tapi aku tidak peduli.
Sepanjang perjalanan, aku baru sadar kalau harusnya aku ada di apartemen Leeteuk, bukan di apartemenku sendiri. Harusnya aku terbangun dengan Leeteuk di sisiku, bukan terbangun akan kesendirian.

Corvus [Teukchul Fanfic]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang