Heechul perlahan membuka matanya. Telinganya langsung menangkap suara seseorang yang dikenalnya.
"Hyung! Syukurlah kamu sudah sadar." Heechul menoleh ke arah kirinya, melihat Yesung yang sedang duduk di sampingnya dengan sebuah buku di pangkuannya.
"Rumah sakit?" tanyanya pelan. Kepalanya masih sedikit pusing.
"Iya, hyung langsung dibawa ke rumah sakit sama pengemudi yang menabrakmu." Heechul mengerutkan keningnya. Matanya memandang pemandangan dari jendela ruang rawatnya.
Ah, iya.
Dirinya baru ingat kalau dia ditabrak saat pulang kuliah tadi. Dia tidak sempat menghindar dan ada seseorang yang-
Jungsoo.
"Jungsoo?" Yesung menoleh ke arah hyungnya. Tadinya, dia berniat untuk memberitahu perawat kalau Heechul sudah sadarkan diri. Tapi, mendengar pertanyaan aneh dari hyungnya, membuatnya berhenti.
"Ada apa dengan Jungsoo-hyung, hyung?"
Heechul mengalihkan atensinya pada Yesung yang sudah berada di dekat pintu.
"Jungsoo dirawat di mana?" Yesung semakin mengerutkan keningnya.
"Hyung bicara apa? Jungsoo-hyung pasti baik-baik saja dan ada di apartemennya. Dia kan sudah keluar dari rumah sakit beberapa hari lalu." Heechul menggeleng.
"Kepalanya terbentur dan bersimbah darah. Dia-" Perkataannya dipotong oleh Yesung yang langsung memberitahu Heechul bahwa dirinya akan pergi sebentar untuk memberitahu perawat.
Dan dalam kesendiriannya, dirinya kembali memutar ulang kejadian yang sepertinya baru terjadi beberapa jam lalu itu. Jelas-jelas dia melihat Jungsoo sesaat sebelum mereka ditabrak dan saat mereka berdua terbaring di aspal.
Atau... memang hanya halusinasiku saja?
Dirinya tersentak saat suara seorang pria yang tidak dikenalnya menyapanya.
"Selamat sore, Heechul-ssi. Bagaimana keadaanmu?" Heechul menoleh ke arah kanannya dan mendapati seorang dokter dan perawat berdiri tepat di sebelah tempat tidurnya–dengan Yesung yang duduk di dekat meja kecil di bawah TV.
"Pusing," jawabnya singkat. Sang dokter mengangguk kecil, sedangkan perawat yang ada di sebelahnya menuliskan sesuatu di papan klipnya.
"Dari pemeriksaan awal Anda saat di ruang gawat darurat, kami tidak menemukan adanya benturan di bagian kepala Anda. Tapi sepertinya kita perlu melakukan CT Scan untuk benar-benar mengetahuinya." Heechul hanya bisa mengangguk saja. Mau tidak mau dirinya memang harus mengikuti pemeriksaan medis di rumah sakit, walaupun dia yakin dia tidak apa-apa–mungkin pusingnya hanya karena kaget saja.
"Tidak ada pasien lain yang dirawat karena tertabrak bersamaku, dok?" Sang dokter mengernyit. Dirinya mencatat dalam pikirannya untuk secepatnya melakukan CT Scan untuk sang pasien.
"Berdasarkan keterangan pengemudi, Anda hanya tertabrak sendirian." Heechul hanya bisa mengangguk pasrah. Sepertinya memang halusinasiku saja, batinnya.
"Kami akan melakukan beberapa pemeriksaan dasar." Heechul kembali mengangguk. Pikirannya melanglang buana memikirkan kejadian tadi siang. Semua terjadi begitu cepat. Dirinya sekarang pun ragu apakah kehadiran Jungsoo hanya halusinasinya atau tidak. Tapi semuanya terlalu nyata. Bagaimana rengkuhannya pada tubuhnya, bagaimana bisikannya tedengar di telinganya, dan...
Ah, entahlah.
Heechul mengikuti perintah dokter dalam diam. Saat akhirnya dokter dan perawat itu pergi, dia mengalihkan pandangannya pada Yesung yang kembali duduk di sampingnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Corvus [Teukchul Fanfic]
Fanfiction"You said, 'I am going to disappear'" "No... Stay..." Inspired from Cross Gene - Corvus Rated : T Genre : Supernatural, fantasy, angst, bromance/shounen-ai, hurt/comfort Pair : LeeteukxHeechul Warn : Typo(s), OOC, AU Cerita ini hanya fiksi semata. P...
![Corvus [Teukchul Fanfic]](https://img.wattpad.com/cover/208568779-64-k343619.jpg)