"Lho, kok diem-dieman gini... Kayak lagi marahan aja hehehe... Beneran temen lo kan, Woo?
Kursi di tempat Wooseok duduk bersama Yein dan Jinhyuk tadi sudah bertambah jumlahnya. Dua orang pemuda yang baru masuk tadi ternyata memberanikan diri untuk bergabung bersama mereka. Wooseok melirik pemuda di hadapannya. Han Seungwoo.
"Woy, Woo! Kok ikutan diem sih? Eh sorry, ya... Kalian beneran saling kenal kan? Soalnya kalo nggak, gue n temen gue mendingan pindah..." pemuda yang kini duduk di samping Seungwoo terus berbicara, merasa tak enak karena suasana terasa sedikit canggung.
"Ah, nggak perlu pindah. Gue Lee Jinhyuk," Jinhyuk mengulurkan tangan, memutuskan untuk mengambil alih, melihat Wooseok yang tak kunjung membuka suara dan memilih tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Gue Seungyoun. Cho Seungyoun. Ini temen gue, Han Seungwoo," balas pemuda itu.
"Gue Seon Yein. Well, sebenernya kita emang gak kenal sama Seungwoo. Cuma Wooseok nih yang kenal. Shin..." Yein menyenggol Wooseok dengan bahunya. Dua kali. Yang terakhir sedikit lebih kencang karena Wooseok tak kunjung bereaksi.
"Ah iya," Wooseok kembali dari lamunannya dengan linglung. "Kenapa?"
"Seungyoun ngajak kenalan tuh..." jawab Yein.
"Seungyoun? Seungyoun siapa?"
"Ya ampun Shin! Itu... Temennya Seungwoo..."
"Oh... Ah, sorry... Gue lagi gak fokus."
"Lo nggak apa-apa?" Suara dari bibir Seungwoo akhirnya meluncur.
"Hng? Oh, gak apa-apa, Woo. Lo sendiri gimana? Kok kaki masih sakit udah dibawa jalan?"
Seungwoo tersenyum.
"Baru abis dari dokter kok."
"Hmmm..."
"Kalian anak mana? Yonsei juga? Kok kayaknya gak pernah liat..." tanya Jinhyuk. Sedikit berpura-pura tidak ada salahnya kan?
"Kita anak Korea Univ. Hahaha kampus kita saingan ya..." jawab Seungyoun sambil bercanda.
"Korea Univ punya rumah sakit sendiri juga kan? Gak kesana?"
"Tadinya ke sana, tapi terus dirujuk ke Severance karena di Severance ada Rehabilitation Hospital. Kakinya dia butuh penanganan khusus." jelas Seungyoun.
"Makanya kalo kaki cedera tuh jangan dipaksa buat lari." dumel Wooseok.
"Masih galak aja, Seok." Seungwoo berkomentar sambil tertawa. "Tenang, gue gak apa-apa. Gak usah khawatir."
"Siapa juga yang khawatir?"
"Hmm, says someone who texted me this morning buat ingetin gue ke dokter..."
Wooseok memalingkan wajahnya ke samping, berusaha menghindar, tapi mata jenaka Yein membuatnya kembali menunduk. Ia berdecak.
"Seok... Jangan nunduk aja dong... Liat sini coba..."
Tolong tambah satu lagi kepusingan Wooseok hari ini. Sungguh, ia tidak mengerti kenapa dengan mudahnya ia menuruti permintaan Seungwoo. Ada sesuatu dalam suara lembut Seungwoo.
Kedua mata mereka saling terkait. Lucu, pikir Wooseok. Bagaimana bisa sepasang mata yang asing bisa terasa sangat familiar.
"Makasih ya," ucap Seungwoo tulus.
"Hmmm... Sama-sama," Wooseok kembali menunduk. Tak sanggup melihat mata Seungwoo terlalu lama.
"Abis dari rumah sakit kenapa gak langsung balik? Sakit banget itu kaki pasti." Yein meringis.
KAMU SEDANG MEMBACA
DANCING ON ICE
FanfictionKim Wooseok alias Wooshin adalah center kebanggaan tim ice hockey kampus. Dibesarkan seorang diri oleh ayahnya, Wooseok hidup dengan beberapa mimpi. Menang dengan gemilang pada pertandingan ice hockey salah satunya. Yang ia tidak sangka, adalah bahw...
