Mimpi yang ia alami semalam sungguh membuat Wooseok lelah. Ia membuka matanya, lalu meraba-raba kasurnya mencari ponsel yang sejak kemarin ia lupakan. Ia tak yakin ponselnya ada di atas tempat tidur, tapi siapa tahu ada di balik bed cover tebal berwarna putih milik Jaejoong.
"Cari apa?"
"HP aku..."
"Papa charge. Mati HP kamu. Sarapan dulu yuk. Udah enakan belom badannya?"
"Udah, tapi masih berasa kayak capek gitu."
"Iya kan emang belom sembuh bener, Sayang. Istirahat sehari lagi ya."
"Besok boleh kuliah?"
Anggukan Jaejoong membawa senyum pada wajah Wooseok.
"Tapi jangan latihan dulu."
"Iya iya. Papa masak apa? Aku gak mesti makan bubur lagi kan? Kangen ngopi juga."
"Nggak ada ngopi-ngopi dulu! Masih minum obat."
"Ish, diingetin."
"Udah ayo sarapan! Masih mau makan di tempat tidur? Mumpung ada Ibu Im biar diganti spreinya. Kamu keringetan banget semalem. Tapi bagus sih. Panas kamu beneran udah turun."
"Aku mandi dulu deh. Badan aku lengket banget."
"Jangan lama-lama. Jangan lupa, pake air hangat! Papa tunggu di meja makan ya."
"Siap, Boss!"
Glad to see you being energic again, Baby Boy.
***
"Eh, kamu dapet salam tuh," ujar Jaejoong sambil mengambil heongeojjim dengan sumpit lalu menaruhnya di mangkuk nasi Wooseok.
Satu suap gamjaguk Wooseok telan sebelum menimpali ucapan Jaejoong.
"Salam? Dari siapa?"
"Ms. Sunhwa. Pas kemaren Papa online meeting, dia nanyain kabar kamu. Seungwoo sih sebenernya yang nanyain. Khawatir banget dia soalnya kamu gak bales chatnya."
"Oooh. Iya, nanti aku bales."
"Kamu kok gak pernah cerita soal Seungwoo sih?"
"Apa yang mau diceritain? Orang baru kenal juga..."
"Tapi Seok, kok Papa liat Seungwoo agak mirip sama..."
"Stop! Gak usah dilanjutin. Aku juga udah tau." Wooseok menghentikan Jaejoong sebelum bicara lebih jauh.
"Hmm..."
"Hmm kenapa?"
"Kamu nggak apa-apa? Pasti nggak gampang kan?"
"Ya kenapa-kenapa. Makanya pusing."
"Ya ampun, Seok. Kamu yang kayak begini ceritain aja kenapa sih sama Papa..."
"Udah gak apa-apa sih. Sebenernya gak niat buat jadi akrab sama Seungwoo. Ketemunya juga kebetulan aja. Tapi kalo dipikir-pikir ya nggak adil buat Seungwoo. Dia juga gak ngerti apa-apa terus akunya yang jadi aneh gitu kalo di depan dia."
"Kalo menurut Papa ya... Kalo emang nggak nyaman buat kamu, ya nggak usah dipaksa. Kamu udah cukup banyak ngalamin hal berat beberapa waktu ini. Papa nggak sanggup kalo liat kamu down lagi. Tapi... kalo kamunya nggak apa-apa dan mau coba, ya bagus. Mungkin bisa jadi angin segar buat kamu biar ada lingkaran baru yang bisa kamu masuki. Selama ini kan kamu lebih banyak berkutat di lingkaran yang itu-itu aja."
"Iya juga sih. Kemaren juga sempet ketemu sama temennya Seungwoo. Anaknya kayaknya fun. Tipe-tipe kayak Jinhyuk gitu."
"Tuh... Bagus gitu malahan..."
KAMU SEDANG MEMBACA
DANCING ON ICE
FanfictionKim Wooseok alias Wooshin adalah center kebanggaan tim ice hockey kampus. Dibesarkan seorang diri oleh ayahnya, Wooseok hidup dengan beberapa mimpi. Menang dengan gemilang pada pertandingan ice hockey salah satunya. Yang ia tidak sangka, adalah bahw...
