Tubuh tinggi kekar itu terseok mendekati pintu masuk dengan suara bel yang berbunyi tanpa henti, dibukanya pintu dan bermaksud memarahi sang pelaku ketika kalimatnya kembali tertelan begitu mendapati sepasang manik bulat yang menatapnya jengkel.
"Eoh? Jaejoong-hyung?" dengan senyum lebar serta raut lugu dipersilahkan Jaejoong untuk masuk "Silahkan, hyung. Maaf jika aku membuatmu menunggu."
Jaejoong mendecih "Jika tahu, kenapa kau tidak segera membukanya? Sopan sekali menyambutku dengan penampilan ini," sindirnya oleh keadaan Changmin yang bertelajang dada.
Jika saja itu Yunho, mungkin Jaejoong masih menyukainya. Meski otot Yunho tidak sekeren Changmin, namun pesona sang pasangan tidak bisa dihindari.
Changmin hanya terkekeh sebelum melirik Jeyun yang terlelap dalam rengkuhan Jaejoong "Kau membawa kembaranku juga? Aigoo... aku rindu sekali dengan adik kecilku ini," diambil alihnya Jeyun begitu saja dan membawanya ke dalam kamar.
Meski sering menghadapi tingkah Changmin yang begitu menggilai Jeyun, namun tetap saja Jaejoong belum terbiasa dibuatnya. Dimana kakinya mengikuti jejak Changmin dan mendapati sang putra telah berbaring di atas ranjang sang maknae "Aroma kamarmu tidak berbeda,"
"Apa maksudmu, hyung?" Changmin menatap iritasi Jaejoong yang seperti seorang detektif, bahkan manik bulat itu telah mengedar liar seolah hendak mencari sesuatu yang mencurigakan.
"Kau sudah memiliki kekasih, bukan? Aku hanya memastikan jika ranjangmu aman."
"Kotor sekali isi kepalamu. Memangnya aku sebejat itu, heh?"
Jaejoong hanya mengedikan bahunya tanpa rasa bersalah, kemudian melepaskan jaket serta sepatu Jeyun "Aku hanya ingin memastikannya saja, lagi pula-" diliriknya seekor anjing yang terus mengikutinya bahkan ikut terbaring di samping Jeyun "Bukankah hewan ini pemberian kekasihmu?"
Changmin melempar celananya pada Jaejoong "Sok tahu sekali!" sebelum melenggang ke kamar mandi dengan dalaman minim.
"Sialan! Yah! Kau pikir aku keranjang kotor, heh?!" Dilemparnya kembali celana Changmin dan memastikan Jeyun yang hampir saja terganggu oleh seruannya. Matanya memandang lekat anjing berbulu putih itu sebelum mengangkatnya gemas "Siapa namamu, eoh? Ingin bermain denganku?"
Kakinya melangkah keluar, berniat membuatkan sesuatu. Biar bagaimana pun kedatangannya sudah pasti menganggu istirahat Changmin, dan Jaejoong hendak membuatkan sarapan sebagai permintaan maaf.
"Rumahnya begitu bersih, berbeda sekali dengan pria itu." Setidaknya Jaejoong tidak perlu diresahkan oleh tumpukan sampah serta piring kotor. Changmin cukup baik tinggal seorang diri, tidak seperti Yunho yang sangat buruk dalam mengatur tempat tinggalnya sendiri.
"Stok makanan yang lengkap untuk seorang pria lajang," Jaejoong mengangguk puas begitu mendapati bahan masakan yang hendak dibuatnya.
Tentu kegiatan Jaejoong tertangkap oleh sepasang manik bambi yang baru saja menyelesaikan acara membersihkan dirinya, Changmin lebih gesit dalam beberapa hal dan tidak selambat Yunho ketika mandi. Lagipula dirinya tidak memiliki kegiatan hingga sore nanti, dan memanjakan diri dengan masakan Jaejoong tidak ada salahnya.
Sungguh nasibnya begitu diberkahi pagi ini.
Yunho sangat beruntung karena dapat menikmati masakan Jaejoong lebih sering, dibanding dirinya yang harus mencuri-curi waktu untuk menikmatinya.
"Kau sudah selesai? Aku membuatkan bibimbap dan japcahe untukmu."
"Aku juga menyukai bulgogi buatanmu, hyung." Changmin menyengir lebar usai mengatakannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby Bear -Jung Jeyun-
Fiksi PenggemarSpesial Jung Jeyun's story from Two Sides~~~ Kisah singkat dari tingkah nakal dan menggemaskan si kecil Jeyunnie bersama kedua orang tuanya~ Untuk yang merindukan Jeyun, silahkan merapattttt!!!
