Spesial Jung Jeyun's story from Two Sides~~~
Kisah singkat dari tingkah nakal dan menggemaskan si kecil Jeyunnie bersama kedua orang tuanya~
Untuk yang merindukan Jeyun, silahkan merapattttt!!!
Yunyun putla paman Chun aja! Appa sama umma nda sayang Yunyun!
.
.
.
Part 1 : Yunho
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cr : mbah google
Pagi yang menyegarkan bagi Jeyun, bocah kecil itu tidak perlu menunggu sang umma seperti sebelumnya. Jeyun sudah besar dan tidak menangis lagi ketika tidak mendapati orang lain di kamarnya. Lagipula Jaejoong telah membiasakan Jeyun untuk tidur sendiri sejak dua bulan lalu, meski awalnya sulit- lebih ke Jaejoong yang dibuat emosional.
Jeyun tidak mempermasalahkan kamarnya akan pindah kemanapun, yang pasti harus tersedia botol susu di sana dan baik Yuko serta Mina selalu memantau Jeyun dua jam sekali untuk mengganti botol susu atau memastikan keadaan Jeyun. Jeyun itu cerdas, selama meja untuk menaruh botol susu tidak jauh dari ranjang maka Jeyun akan dengan mudah meraihnya tanpa merepotkan orang lain.
Kini Yunho dan Jaejoong belum keluar kamar, Jeyun merasa bangga menjadi orang pertama yang menyinggahi ruang tengah. Terlihat Yuko yang sibuk di dapur- yang sebelumnya dilewati. Mina tidak ada, itu artinya Jeyun dapat terbebas sekarang~
Meraih remot televisi sebelum menekan salah satu tombol hingga layar raksasa di hadapan berkedip menyala. Hanya saja bukan menampilkan acara kesukaannya namun film yang entah apa, yang dipenuhi oleh suara senjata api. Jeyun menikmati tayangan itu dengan penuh keingintahuan, dan seperti film-film barat pada umumnya, tentu ada adegan dewasa meski tidak eksplisit.
Manik musang Jeyun mengerjap mulai merasa bosan. Berguling-guling sambil bersenandung lirih sebelum menghampiri tenda mungil pada pojok ruangan. Rumah pribadinya, 'yang hanya dimiliki Jeyun'. Ukurannya cukup besar bahkan bisa menampung tiga orang dewasa, yang diisi penuh oleh mainan kesukaan Jeyun serta beberapa bantal lembut.
Jeyun berbinar akan keberadaan Nene di sana, dan sigap melompat riang untuk menindih tubuh mungil Nene.
"Yunyun dapat~!"
Hup!
Nene menghindar tanpa ampun bahkan sempat memukul wajah Jeyun berulang kali agar dilepaskan. Namun tetap saja cengkraman bocah mengerikan itu tidak melemah.
"Nene nda boleh nakay! Nti Yunyun ajak belenang loh~" Jeyun ingat sekali jika Nene sangat takut ketika diceburkan ke kolam renang rumah mereka. Biasanya sang umma yang menolong Nene meski Jeyun kesal setengah mati karena teman bermainnya dijauhkan darinya, kemudian terjadilah percakapan seperti ini:
"Nene tidak bisa berenang, Jeyunnie! Nanti jika tenggelam bagaimana? Jeyunnie ingin Nene umma titipkan ke teman umma saja agar tidak bisa bermain dengan Nene?"
"Tapi Yunyun bisa belenang kok! Yunyun mau kaya appa, ajalin Nene belenang!"
"Tapi Nene tidak berteman baik dengan air, tidak semua kucing senang terhadap air, Jeyunnie."