21.

417 13 6
                                        


Jangan lupa vote!!!
Terima kasih.

Selamat membaca

🌿

Suara dentuman alunan musik DJ terdengar sangat keras hingga dapat menulikan siapapun yang tidak biasa mendengarnya. Empat orang dewasa kini sedang duduk di sebuah sofa di Club ini, mereka menikmati minuman beralkohol yang mereka beli dan menikmati alunan musik DJ yang semakin riuh.

"Bro, lo ditolak?" Tanya salah satunya.

"Di tolak? Haha tidak ada yang menolak seorang Ferdy Adipura" Katanya lantang.

Empat orang dewasa itu adalah Ferdy dan ketiga kawannya, yaitu Edgar, Yudis, dan Rafa. Mereka berteman sejak masuk di universitas, mereka di juluki Geng Milenial. Orang tua Ferdy ternyata sudah terlebih dahulu mengenal orangtua ketiga temannya itu, jelas kenal terlebih dahulu sebab orangtua Ferdy dan mereka memiliki kerja sama dalam dunia bisnis.

"Lo itu udah ditolak bro," ledek Edgar.

Ferdy geram, ia mengeraskan rahangnya lalu matanya melotot ke arah minuman yang ada di meja.

"Gua Ferdy Adipura tidak akan menerima penolakan," kata Ferdy geram.

"Tapi kenyataannya Lo di tolak!" ungkap Edgar.

Buggg!!

Ferdy meluncurkan satu pukulan di pipi Edgar membuat Edgar tersenyum sinis. Ferdy tak dapat menahan emosinya saat ada yang menghina dirinya atau keluarganya.

"Bro, slow dong," kata Edgar, kemudian menghapus darah segar yang keluar dari ujung bibirnya.

"Sekali lagi Lo hina gue, gue akan ngabisin Lo!" Ancam Ferdy tajam.

"Bro, tenang. Slow," ucap Yudis menenangkan Ferdy yang masih berapi-api.

Ferdy duduk kembali di antara Edgar dan Yudis, Ia masih tersulut api kemarahan yang terlihat jelas dari wajahnya. Ferdy kembali menenggak minuman beralkohol itu lalu dihabiskannya hingga tetes air terakhir.

"Gua akan mendapatkan apa yang harus gua dapatkan, termasuk Nafisya Az-Zahra," ujar Ferdy dengan geram.

"Caranya?" Tanya Rafa yang masih merokok itu.

"Apapun," Jawab Ferdy disertai senyuman sinisnya.

"Dia kan udah punya suami, bro," kata Yudis.

"Gua ga peduli,"

"Bro, Lo punya rencana apa untuk ngerebut Nafisya kembali?" Tanya Edgar.

"Gua belom tahu, tetapi gua bertujuan untuk memisahkan mereka," jawab Ferdy.

"Gua butuh bantuan kalian, untuk mencari tahu siapa Fahri Perwira Ramadhan itu!" Tambahnya.

"Oke. Jangan sungkan untuk meminta bantuan kita, bro," ucap Rafa, kemudian tersenyum.

Keempatnya tertawa terbahak-bahak dikala sudah merencanakan sesuatu untuk menghancurkan kehidupan Nafisya dan Fahri lalu Ferdy akan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya.

***
01.0 WIB

Nafisya membuka matanya dan disaat Ia bergerak sedikit, Ia merasakan ada kepala seseorang yang tertidur di pahanya. Nafisya tersadar yang tertidur di pahanya itu adalah Fahri, suaminya sendiri.

"Mas," panggil Nafisya.

Sang empunya panggilan itu masih belom terbangun.

"Mas Fahri," panggilnya sekali lagi.

NAFISYATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang