16 : Twice Of Problem

205 32 1
                                    

Greyson menghampiri Melody yang tengah berdiri mematung tepat didepan pintu masuk dan keluar rumah ini. Greyson terkaget melihat Sue ternyata sudah bertemu dengan Melody. Melody mematung, lebih tepatnya, keduanya mematung.

"Lily?"

Suara Melody terdengar tertahan.

"Lily?" Tanya Greyson balik.

Diakan bukan Lily, diakan Sue. Greyson bingung.

"Dia Sue. Melody, apa yang kau bicarakan?"

Mata Sue terlihat membulat mendengar kata itu. Lily. Kata yang sudah lebih dari 15 tahun tidak didengarnya itu. Sue menelan ludah. Seketika tangan Melody mengitari leher jenjang Sue. Mencekiknya.

"Apa yang kau lakukan pada ibuku?!"

"Woah woah, ada apa ini?" Greyson dengan sigap langsung memisahkan kedua gadis itu. Melody tampaknya sangat emosi melihat wajah Sue. Sedari tadi Melody berfikir kalau Sue adalah Lily. Sudah jelas kalau Sue adalah Sue, cewek kaya yang akan menjadi tunangannya. Mana mungkin kalau Sue itu Lily. Greyson berkesimpulan kalau Melody itu sepertinya sedang sakit, karena wajahnya pucat sekali.

"Hentikan Melody. Dia Sue. Bukan Lily" Kata Greyson sambil menahan Melody untuk tidak lagi mencekik Sue. Sue hanya terdiam diambang pintu, Sue menangis. Greyson sangat bingung dengan keadaan yang sekarang sampai Asa masuk keruangan. Asa langsung menghampiri Melody yang awalnya berada dicengkraman Greyson. Greyson melepas Melody, membiarkan gadis itu bersama sahabatnya.

Greyson melirik Sue, Sue tak mengatakan sepatah katapun tapi cewek itu larut dalam tangisan.

"Asa, itu Lily!" Melody lagi-lagi menuduh kalau Sue adalah Lily. Asa mendongak, melihat orang yang dimaksud.

Dia-- dia memang Lily. Tapi dengan tampilan berbeda. Asa menyipitkan matanya, memastikan kalau Asa memang tidak salah lihat. Dia memang Lily.

"Dia sedari tadi menuduh kalau Sue adalah Lily" Greyson mengambil alih.

"Dia memang Lily!" Asa mengeraskan rahangnya menatap cewek itu tajam.

"Apa yang kalian bicarakan?"

"Aku bukan Lily!" Sue tiba-tiba berteriak. "Aku bukan Lily" katanya di ulang-ulang. "Aku bukan Lily"

"Kau bohong!" Kata Melody. Melody melepaskan cengkraman Asa pada kedua lengannya. Melody mengeraskan rahangnya.

"Tidakkah kau lihat? Aku bukan Lily" Sue menangis.

"Lily direnggut dariku waktu aku berumur 4 tahun. Atau lebih tepatnya aku yang direnggut dari keluargaku" Kata Sue tersendu-sendu. Melody berusaha mencerna kata-kata Sue.

Direnggut dari keluarganya? Apa maksudnya?

Melody menatap Sue dengan terheran-heran, hal yang sama juga dilakukan oleh Greyson dan Asa.

"Aku dan Lily adalah kembar. Pada berumur 4 tahun, keluarga Harlin mengadopsiku, memisahkanku dari keluargaku. Aku tak pernah melihat Lily atau ayah dan ibuku sejak hari itu. Aku... bukan... Lily" Sue mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. Ketiga orang diruangan itu menatapnya antara heran dan tak percaya.

"Aku bahkan tak tahu Lily masih hidup" Sue tertawa kecil, sok tegar. Melody menurunkan emosinya, berusaha mengerti akan kenyataan bahwa Lily punya kembaran. Tetapi, mengapa selama ini Lily ataupun ayahnya tak pernah memberitahu keluarga Melody? Melody merasa begitu bodoh.

"M-maafkan aku" kata Melody sedikit berbisik.

Sue masih menangis tersendu-sendu. Melody mendekati Sue, mengusap lembut punggung cewek itu.

Behind The Butterflies [A Greyson Chance Fanfiction]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang