"Ku dengar tahun ini agensi menerima banyak trainee baru. Semoga mereka tidak macam-macam, deh. Aku malas berurusan sama trainee yang kerjaannya cuma berleha-leha." Suara terdengar dari sebuah ruangan alat musik yang berisi kurang lebih 15 orang itu.
Yang lainnya mengangguk, baru-baru ini agensi mereka mengeluarkan tiga orang trainee karena mereka melakukan hal yang nekat dan dilarang oleh agensi. Yang mana akibat dari perbuatan mereka itu tidak hanya berdampak untuk mereka saja, tapi untuk orang-orang di sekitar mereka seperti para trainee yang masih bertahan. Mereka jadi bahan bulan-bulanan pelatih yang masih tidak terima atau marah karena perilaku tiga orang trainee tersebut.
"Taeil-ah, nada tinggi mu kurang kuat. Berikan power lagi!" Pelatih vokal itu bersuara hampir membentak Taeil yang sedang berlatih.
Taeil dengan gugup mengangguk, saat ia ingin membuka mulut untuk bernyanyi, di saat bersamaan itulah pintu ruang berlatih diketuk sebelum selanjutnya dibuka, dan memunculkan sebuah kepala di sela-sela pintu yang terbuka.
"Permisi, apakah ini benar ruang vokal?" Kata orang itu.Sang Pelatih hanya berdehem mengiyakan. Karena tidak mendapat jawaban pasti, Orang Itu menoleh ke arah Taeil dengan tatapan bertanya, yang langsung diberi anggukan oleh Taeil.
Setelah melihat anggukan kepala Taeil, orang itu menyelonong masuk dan memperkenalkan diri.
"A-annyeonghaseyo, pekenalkan nama saya Donghyuck." Ucapnya sambil membungkukkan badannya 90 derajat.Pelatih itu menoleh, "Kau tidak punya keluarga? Kasihan sekali tidak memiliki nama keluarga." Ujarnya sinis, masih tidak terima pekerjaannya harus ditunda karena hal sepele—menurutnya.
Donghyuck memutar mata ke arah Taeil dengan tatapan bertanya. Tanpa suara, Taeil membalas tatapan tanya Donghyuck dengan membentuk mulutnya menjadi 'Lee', untungnya Donghyuck mengerti.
"Ah, maaf, saya terbiasa menyebutkan nama tanpa marga. Nama saya Lee Donghyuck, usia saya 13 tahun, dan saya diterima di agensi ini kemarin. Mohon kerjasamanya." Ucapnya lagi sambil membungkukkan badannya 90 derajat.Sang pelatih mendengus, dan mengarahkan dagu nya ke arah sudut ruangan, dimana anak-anak lain menunggu gilirannya untuk dipanggil. Setelah bertukar pandang sekali lagi dengan Taeil, Donghyuck akhirnya melangkahkan kakinya menuju sudut ruangan tersebut.
"Perkenalkan aku Lee Donghyuck." Ucapnya saat pantatnya baru saja menyentuh lantai. Ia menoleh dan mendapati anak setengah bule yang ia kira seumurannya sedang melamun.
"A-ah iya, Donghyuck. Aku Mark Lee." Balas lelaki berparas bule itu—Mark.
"Sudah berapa lama menjadi trainee?" Tanya Donghyuck membuka obrolan setelah beberapa menit hanya keheningan yang mengisi udara.
"Aku lebih cepat 1 tahun darimu. Jadi ini baru tahun kedua ku." Balas Mark.
Donghyuck mengangguk mengerti, "Kenapa mau masuk agensi ini, Mark?" Tanya Donghyuck lagi, ia benar-benar tidak suka suasana canggung yang masih meliputi mereka.
Mark menoleh, "Tidak tau, kakak ku trainee disini, dan aku memutuskan untuk mengikuti jejaknya untuk menjadi trainee disini." Jawab Mark sambil memainkan tali sepatunya yang kelihatan lebih menarik daripada menatap wajah Donghyuck secara langsung.
Donghyuck mengangguk paham, "Ah. Alasan kita masuk agensi ini sama. Kakakku juga masuk agensi ini, dan aku bosan berada di rumah setelah pulang sekolah. Makanya aku memutuskan untuk mengikuti jejak kakakku." Ucap Donghyuck.
Mark hanya mengangguk sekenanya tanda ia memperhatikan.
Jadi, itu hari pertama Donghyuck masuk ke agensi yang menaunginya saat ini. Tak butuh waktu lama baginya untuk menjadi akrab dengan Mark dan beberapa trainee lain yang berada di ruangan itu.
Seminggu setelah ia masuk agensi, nama nya sudah dikenal sebagai 'Trainee yang jahil dan senang tertawa'. Mereka bilang, senyum Donghyuck membawa kehangatan bagi mereka, dan tawa Donghyuck melunturkan stres mereka. Makanya Donghyuck langsung menjadi anak emas meski belum lama berada di agensi itu. Ditambah suaranya yang merdu dan tariannya yang powerful, Donghyuck semakin dikenal sebagai trainee berbakat. Posisinya langsung menyamai trainee lain yang lebih dulu dilatih dari dirinya.
Dan pembawaan Donghyuck yang ceria inilah yang membuatnya memiliki banyak teman. Ia sudah mengenal seluruh trainee di agensinya, dan mengetahui hampir sebagian pekerja yang berada di agensinya. Benar-benar ajaib.
***
Donghyuck akan debut.
Kalimat itulah yang mengawali paginya hari ini. Setelah 3 tahun berjuang di ruang latihan, akhirnya namanya terpanggil saat pemilihan trainee yang akan debut. Hebatnya lagi, ia 1 grup dengan Sang Kakak—yang berbeda marga, Taeil.
Donghyuck tidak tinggal dengan orang tuanya sedari bayi. Taeil bilang, orang tuanya sangat menyayangi Donghyuck, tapi mereka tidak bisa mempertahankan nyawa mereka dan menitipkannya pada Taeil. Donghyuck mengangguk saja meski ada rasa sedikit tidak percaya, maksudnya, ayolah, kalau orang tuanya sungguh-sungguh menyayanginya, mengapa mereka tidak berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankannya dan malah menitipkannya pada Taeil dan Jungwoo? Kenapa memilih menyerah begitu saja? Tapi Donghyuck tidak mau menyakiti hati orang yang sudah merawatnya dari bayi itu, jadi ia mengiyakan saja apa yang dikatakan Taeil.
"Donghyuck, sudah bangun?" Sebuah kepala terlihat di sela-sela pintu yang terbuka.
Donghyuck menoleh, "Baru saja." Jawabnya dengan suara serak karena habis bangun.
Taeil mengangguk, "Bangunkan Mark, ya. Dan, segera dan bersiap sekolah." Ucap Taeil sebelum menutup pintu kamarnya.
Ah Mark, ya.
Tiga tahun menjalani masa trainee, selama 3 tahun itu juga Donghyuck tidak pernah jauh dengan room mate sekaligus teman pertama nya di agensi itu.
Donghyuck menyadari ada yang aneh dengan Mark, jika Mark sedang emosi, ia bisa sampai merusak engsel pintu—yang mana kala itu membuat teman-temannya panik dan segera menelfon agensi.
Sebenarnya, Donghyuck tidak hanya merasakan keanehan pada Mark, ia juga merasakan keanehan pada teman-teman satu line nya, dan 2 adik kecilnya.
"Donghyuck-ah, kau melamun?"
Donghyuck tersentak dengan suara itu, kepalanya menoleh, dan mendapati Mark yang sedang menatapnya di ranjang seberang.
"A-ah. Mark Hyung, Taeil Hyung bilang, kita harus segera bergegas," ujar Donghyuck tergagap.
Mark mengangguk, "Kajja, sekalian jemput Jeno dan Jaemin." Ucap Mark terakhir sebelum tubuhnya menghilang dibalik pintu yang tertutup.
Donghyuck menghela napas, yah begitulah.
To be Continued
Note;
Chapter depan, nama Donghyuck akan aku ubah menjadi Haechan, ya demi kenyamanan cerita kedepannya☺️

KAMU SEDANG MEMBACA
selcouth | | nct dream☘️
Fantasy𝘀𝗲𝗹𝗰𝗼𝘂𝘁𝗵 (𝘢𝘥𝘫.) ; 𝑢𝑛𝑓𝑎𝑚𝑖𝑙𝑖𝑎𝑟, 𝑟𝑎𝑟𝑒, 𝑠𝑡𝑟𝑎𝑛𝑔𝑒, 𝑎𝑛𝑑 𝑦𝑒𝑡 𝑚𝑎𝑟𝑣𝑒𝑙𝑜𝑢𝑠 Bagaimana jika idol yang selama ini kita lihat di-TV berisikan para penyihir yang masih hidup di abad ini? Mari kita simak perjalanan angg...