Tujuh orang yang berada di ruangan itu terdiam. Mereka sedang memikirkan apa yang sesungguhnya terjadi dengan salah satu teman mereka.
"Jadi, ada apa dengan Haechan?" tanya Jeno memecah keheningan.
"Sejujurnya aku tidak tau. Tinggal beberapa tahun dengannya pun aku masih tidak mengetahui apa yang selama ini ada dipikirannya, apalagi saat seperti ini." Sahut Mark.
"Aduh!" ringis Mark saat merasa kepala nya di pukul oleh seseorang.
Enak sekali kau bicara, hyung. Sebuah kertas dengan tulisan seperti itu di angkat di depan mereka.
Sontak keempat orang lainnya—yang terlihat—memecahkan tawanya. "Lee Haechan benar-benar, bahkan saat ia tidak terlihat-pun, ia tidak pernah kehabisan ide untuk mengerjai kita." Ucap Renjun.
Chenle tiba-tiba terdiam, ia lantas buru-buru mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas nakas sebelah kasur. Akibat gerakannya itu sontak meraih perhatian dari rekan-rekan 1 grupnya. "Sebentar, aku baru teringat sesuatu." Ucapnya.
"Ada apa?" tanya Jisung yang sedari tadi hanya menyimak.
"Aku baru ingat, ibuku pernah mengatakan sesuatu terkait dengan kekuatan unik ini. Seingatku aku taruh catatannya di dalam notes. Sebentar, sedang kucari." Ucapnya seiringan dengann jari yang tidak berhenti menjelajah di atas layar.
"Ibu mu tau tentang ini?" tanya Renjun kaget.
Chenle mendongakkan kepalanya yang sedari tertunduk menatap ponselnya, "Tau. Kenapa? Memang orangtua kalian tidak tau?" tanya Chenle penasaran, sebelum akhirnya ia memfokuskan perhatiannya kembali ke ponselnya.
"Tidak. Aku tinggal dengan Taeyong hyung saja berdua di Kanada." Sahut Mark.
"Aku hanya tinggal dengan orangtua ku di Amerika, sebelum akhirnya Johnny hyung diterima di SM. Aku kemudian mengikuti langkahnya." Sahut Jisung menyambung ucapan Mark.
"Johnny hyung itu hyung mu?!" jerit Jeno kaget.
Jisung mengangguk dengan polos, "Kalian baru tau?" tanya nya.
Para abang yang berada di ruangan itu menatap Jisung dengan wajah datarnya, "Tidak." Sahut mereka kompak.
"Oh, maafkan aku." Ucap Jisung sambil nyengir.
"Kau bagaimana Jen?" tanya Mark penasaran.
"Aku tinggal dengan Jaehyun hyung dari kecil. Ditemani oleh Donghae hyung. Setelah mereka masuk SM, aku ikut masuk karena merasa kesepian di rumah." Ucap Jeno.
"Donghae hyung?" Renjun mengerutkan keningnya penasaran.
Jeno menoleh ke arah Renjun kemudian mengangguk, "Ya. Ia pamanku. Aku tidak pernah tau bagaimana wajah orangtua ku karena foto mereka ikut terbakar dahulu." Jelas Jeno.
Yang lainnya mengangguk tanda mengerti, Jisung mengelus punggung tangan Jeno yang terlihat sedih karena mereka sempat membahas soal orangtua Jeno. "Kalau aku, aku tinggal dengan orangtua ku di China. Tapi mereka tidak tau tentang sihir seperti orangtua Chenle. Makanya saat aku pertama kali mendengar suara hewan, aku kaget sampai jantungku seperti mau lepas." Ucap Renjun.
Yang lain tertawa mendengar apa yang Renjun ucapkan. Chenle yang sedari tadi fokus dengan ponselnya tiba-tiba teriak, "Aku menemukannya!!!" jeritnya kesenangan.
Yang lain langsung menolehkan kepalanya ke arah Chenle yang baru saja berteriak, "Apa?" tanya Jisung.
Renjun lantas mengintip ke arah ponsel Chenle, dan ia terkejut dengan apa yang ia lihat, "Bahasa apa ini?!" jeritnya terkejut.

KAMU SEDANG MEMBACA
selcouth | | nct dream☘️
Fantasía𝘀𝗲𝗹𝗰𝗼𝘂𝘁𝗵 (𝘢𝘥𝘫.) ; 𝑢𝑛𝑓𝑎𝑚𝑖𝑙𝑖𝑎𝑟, 𝑟𝑎𝑟𝑒, 𝑠𝑡𝑟𝑎𝑛𝑔𝑒, 𝑎𝑛𝑑 𝑦𝑒𝑡 𝑚𝑎𝑟𝑣𝑒𝑙𝑜𝑢𝑠 Bagaimana jika idol yang selama ini kita lihat di-TV berisikan para penyihir yang masih hidup di abad ini? Mari kita simak perjalanan angg...