Gadis ini bernama Iu nama samaran dan nama aslinya Lee Jieun anak dari seorang presdir. Gadis ini berusaha untuk mandiri tanpa bantuan orang tuanya yang sudah kaya. Sedangkan JK cowok yang sedang berupaya menggagalkan pertunanganya dengan wanita pil...
Malam ini di rumah kediaman Hee Young terlihat sangat sibuk mempersiapkan acara ulang tahun. Dekorasi terlihat sangat mewah dan jejeran makanan sudah tersaji di meja panjang dari makanan berat sampai makanan penutup.
Tampak Hee Young terlihat mewah dengan gaun yang di pakainya. Dia memang selalu terlihat cantik dengan badan langsingnya.
"Hee Young, Selamat ulang tahun."
Baek Hyon dan Beom Seok memberikan ucapan sekaligus hadiah kecil untuk Hee Young. Hee Young melirik ke arah pintu luar menunggu seseorang yang di nantinya sedari tadi.
"Kalian tidak datang dengan Jk?"
"Dia akan menyusul nanti. Tumben kau tidak menanyakan Dae Hoo?"
"Ah dia sudah memberitahuku bahwa dia sedikit telat."
"Nikmatilah dulu aku akan segera kembali."
***
Di tempat lain Jk sedang bersama dengan Dae Hoo di taman dekat perumahan milik Hee Young. Mereka saling diam duduk dengan pikian masing-masing yang sedang kalut.
"Jk."
"Dae Hoo."
Ucap mereka berbarengan. Tanpa sengaja mereka saling tertawa di sela ketengangan diantara keduanya.
"Kau saja duluan Jk."
Jk mengangguk dan sedikit membenarkan rambutnya yang tertiup angina.
"Aku sudah dengar dari Hee Young mengenai hubungan palsumu denganya. Maafkan aku yang sudah membencimu selama ini. Tapi tetap saja apa yang kamu lakukan salah Dae Hoo seandainya saja kamu memberi tahuku yang sebenarnya." Jk menghela nafas sedikit kasar tapi tetap dalam keadaan tenang.
"Kau tau jika Hee Young ingin bunuh diri saat itu bagaimana bisa aku memberitahumu. Aku hanya ingin membantunya dengan tulus."
"Kau begitu mencintainya."
"Iya aku snagat mencintainya tapi dia mencintaimu hingga saat ini."
Dae Hoo terkekeh menerima kenyataan pahit mengenai cintanya. Jk menepuk pundak Dae Hoo sambil tersenyum kearahnya juga.
"Sudah lama aku mengiklaskan Hee Young denganmu. Kau kan tahu jika aku sudah di jodohkan."
"Apa kau yakin dengan perjodohan itu? Bukankah kau sendiri menentangnya?"
"Iya aku memang menentangnya tapi aku akan mencoba menerimanya. Berusahalah agar Hee Young tersadar bahwa kau pantas untuknya di banding diriku."
Jk berdiri sedangkan tanganya berada di saku tampak begitu gagah dengan setelan jas hitam. Tidak mau kalah Dae Hoo berdiri kemudian memeluk Jk dan mereka tertawa bahagia karena ketegangan mereka selama ini sudah berakhir.
***
Jieun menurunkan kakinya di kediaman Hee Young dengan gaun berwarna merah. Rambutnya di biarkan tergerai hanya di jepit di tengah saja. Wajahnya sedikit polesan dengan lipstik merah membuat Jieun terlihat begitu cantik.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jk dan Jieun saling berpandangan saat akan memasuki pintu masuk pesta.
"Apa kau diundang."
"Aku disini berarti aku diundang." Jawab Jieun masih terkesan jutek.
Tangan Jk melingkar di pinggang Jieun, "Ayo kita masuk."
Jieun menatap Jk dengan tampang aneh, "Lepaskan tanganmu dari pinggangku!" Jieun mencoba melepaskan diri namun sayang eratan Jk sungguh kuat.
"Aku calon tunanganmu jadi tidak masalah bukan."
"Jangan bermimpi." Jawab Jieun dengan nada sewot sedangkan tanganya dibiarkan menyilang.
Jk mencium bibir Jieun sedangkan Jieun terpaku sapuan dari bibir Jk. Rasanya Jieun tidak dapat menolak sapuan dari lidah Jk yang menyentuh bibirnya. Jieun membuka bibirnya dan membalas kecupan manis dari Jk. Rasanya Jieun ingin menenggelamkan diri karena tidak bisa menolak ciuman dari Jk.
"Sedang apa kalian berdua?"
Jieun mendorong badan Jk menjauhi dirinya. Tatapanya mengarah kepada Hee Young yang sedang menatapnya dengan marah.
"Tenanglah." Jk merangkul Jieun mendekatinya dan menghampiri Hee Young, "Selamat ulang tahun, Hee Young. Ini hadiah untukmu." Jk memberikan kotak kecil kepada Hee Young.
Jieun masih sangat kaku setelah kejadian yang barusan terjadi, "Ini dariku, Selamat ulang tahun Hee Young."
Hee Young menatap Jieun sedikit tidak suka tapi tetap menerimanya karena disitu ada Jk, "Terimakasih. Masuklah selamat menikmati jamuan pesta malam ini." Hee Young menatap kemesraan yang di lakukan Jk dan Jieun di pesta ulang tahunya. Ada begitu kebencian di matanya apalagi melihat Jieun yang berada di samping Jk.
Baek Hyon, Beom Seok dan Dae Hoo melampaikan tanganya kea rah Jk dan Jieun.
"Ada apa dengan Jk kenapa dia terlihat sangat mesra dengan Jieun?"
"Bukankah bagus." Timpal Dae Hoo yang melihat kekepoan Baek Hyon.
"Iya aku setuju dengan Dae Hoo selama Jk bahagia aku mendukungnya."
Baek Hyon menepuk lengan Beom Seok dengan kasar sedangkan yang di tepuk berhasil menyingir sehingga Baek Hyoon hanya menepuk angin.
"Kalianlah bintangnya hari ini kalian sungguh menganggumkan." Puji Baek Hyon dan membisikan sesuatu di telinga Jk, "Aku harap kau tidak main-main dengannya."
Dan Jk membisikan kembali di telinga Baek Hyon, "Tenang saja." Bisik Jk sambil tersenyum manis ke arah Jieun. Jieun menerima gelas yang di berikan Dae Hoo tanpa ada perdebatan di antara keduanya yang selalu bertengkar.
"Kau sangat cantik."
"Terima kasih." Jieun mencuilkan sedikit senyum ke arah Dae Hoo, "Kenapa kau tidak menemani kekasihmu?"
"Lihatlah dia sedang sibuk dengan teman-temanya."
"Iya kau benar."
"Mari kita kesana sepertinya tiup lilin akan di mulai." Ajak Dae Hoo kepada Jieun.
Nyanyian selamat ulang tahun menggema di seluruh ruangan pesta. Hee Young begitu bahagia dengan perayaan pesta ulang tahunya.
"Kita akan lihat potongan kue pertama akan jatuh kepada?" Sebuah suara dari sang pembawa acara di pesta itu, "Siapakah yang beruntung malam ini."
Hee Young menghampiri ke arah Jk berada. Hee Young memotong sedikit dan mengarahkannya ke arah Jk namun di cegat oleh Jk dengan tanganya dan mengarahkan ke arah Dae Hoo di sebelahnya. Hee Young reflek kaget dengan tindakan Jk namun terpaksa senyum di kibarkan oleh Hee Young di bibirnya dengan tipis.
Suara riuh kembali terdengar setelah suapan yang pertama jatuh kepada Dae Hoo. Jieun yang berada di sampingnya sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi melihat untuk siapa sebenarnya potongan kue itu akan di berikan.
Jk mengalihkan pandanganya ke arah Jieun kemudian mengajaknya keluar dari area pesta. Hee Young menatap kepergian Jk dan Jieun dengan sorot mata membenci.
"Jk, lepasin sakit."
Jk membukakan pintu mobilnya, "Masuklah."
"Kita mau kemana?" Tanya Jieun sedikit khawatir.
Jk langsung mendorong Jieun agar segera masuk tanpa bertanya lagi akhirnya Jieun menurut dan masuk ke dalam mobil Jk. Lagian di pesta ini juga Jieun merasa tidak terlalu suka. Mobil Jk melesat meninggalkan area perumahan Hee Young.