16

181 35 4
                                    

"Jieun?"

Jieun menoleh kearah sumber suara. Sosok Seok Jun terlihat memberikan senyum yang begitu manis kearah Jieun. Sedangkan Jieun ikut membalas senyuman kearah Seok Jun.

"Kenapa?" Tanya Jieun.

Seok Jun menyubit pipi Jieun, "Aku ingin mengejakmu sepulang kuliah apa kau ada waktu luang?"

"Kemana?" Tanya Jieun. Tangan Jieun sibuk memasukan koin dan mengambil minuman bersoda.

"Ada waktu tidak? Nanti kau akan senang jika ku ajak kesana." Ujar Seok Jun sambil menatap Jieun dengan penuh permohonan.

"Baiklah asal jangan terlalu malam nanti ayahku marah."

Seok Jun tersenyum kegirangan, "Oke."

"Aku harus ke kelas apa kau akan terus mengikutiku?"

Seok Jun mengangkat kedua tanganya lalu mundur sedikit dan berbalik, "Sampai jumpa nanti Jieun, aku akan menunggu kelasmu berakhir."

Jieun masuk ke dalam ruang kelas dan badanya terhuyung kebelakang karena ada yang mengagetinya. Badanya merasakan dekapan erat membuat mata Jieun terbuka perlahan dan mata milik Jk sedang memperhatikannya. Jieun segera berdiri tegak membenarkan posisinya, "Terima kasih." Ucap Jieun sebelum meninggalkan Jk yang masih menatapnya lekat. Setelah duduk di bangku Jieun sedikit melirik kearah Jk yang begitu dingin terhadapnya.

"Dia emang sudah aneh kenapa aku terlalu memikirkannya." Lamunan Jieun terhenti ketika seseorang menepuk pundaknya. Jieun segera menoleh dan seorang pria paruh baya sedang tersenyum kearah Jieun.

"Kamu yang bernama Jieun?"

"Benar pak kenapa iya?" Tanya Jieun sedikit khawatir.

"Bisa kita bicara berdua dan saya juga membutuhkan rekan kelompokmu yang bernama Jk."

Jieun mencari sosok Jk dengan sorot matanya dia terlihat sedang mendengarkan musik dengan earphone di telinganya.

"Iya pak sebentar saya panggilkan Jk terlebih dahulu."

Pria paruh baya itu mengangguk dan menuju singga sananya di depan. Dia adalah salah satu dosen mata kuliah Jieun di kampus ini.

***

Jieun dan Jk sudah berada di ruangan khusus ruang dosen. Mereka berdua duduk berdampingan mereka menatap kearah dosen bernama Tae Oh.

"Maaf karna bapak menggangu waktu kalian."

"Ah..." Jieun terlihat sedikit kaku, "Tidak masalah, Pak."

Sedangkan Jk hanya banyak diam dan sedikit melihat kearah Jieun. Dan Jk menampakan sedikit senyum di bibirnya. Jieun yang merasa di tertawakan kemudian menatap garang kearah Jk.

"Begini saya tertarik dengan hasil tugas kalian yang waktu itu kalian kumpulkan. Saya ingin mengadakan sebuah acara besar apakah kalian tidak keberatan untuk ikut serta di dalamnya. Ini adalah kesempatan yang sangat bagus bagi kalian dalam mengembangkan kemampuan kalian. Kalian bisa menghubungi saya nanti jika kalian tertarik atau menghubungi asisten saya." Tae Oh memang terkenal dosen yang sangat ramah bahkan banyak yang memuji ketampananya walaupun dia sudah berumur berkat dedikasinya di kampus ini dia begitu di segani.

"Saya setuju Pak untuk bergabung." Ujar Jk dengan wajah datar tanpa beban sama sekali seperti hanya bagian yang sangat gampang untuk dirinya.

Jieun menatap kearah Jk, "Apa kau serius?" Ucap Jieun dengan sedikit tekanan namun terdengar lirih di telinga Jk. Sedangkan Jk mengangkat kedua bahunya tidak peduli dengan tatapan Jieun yang begitu mendomisili kepalanya.

"Kami harus membicarakan ini terlebih dahulu, Pak. Nanti kami akan menghubungi bapak jika kami berminat bergabung." Ucap Jieun setelah mendengarkan rentetan acara yang akan di adakan itu. Sangat menarik tapi Jieun hanya seorang amatiran yang baru dan bergabung dengan senior di atas panggung sebesar itu sungguh Jieun belum terlalu sanggup.

"Baiklah bapak akan menunggu keputusan kalian." Ucapan terakhir yang keluar dari mulut Tae Oh sebelum Jieun dan Jk keluar dari ruangannya.

"Tunggu!" Jieun mengahalangi jalan Jk, "Apa kau serius dengan ucapanmu di dalam tadi?"

"Apa kau selalu mencuragiku seperti ini?" Jk memojokan Jieun sampai badan Jieun menempel pada dinding. Jk semakin mendekati Jieun sambil sedikit menggodanya.

"A-pppa yang kau lakukan ini di depan ruang dosen, apa kau gilaaa Jk." Runtuk Jieun yang merasakan debaran di dadanya semakin kencang.

"Kita akan bertunangan dan menikah apa salahnya begitu dekat dengan calonku ini."

Jk tersenyum geli melihat ekspresi Jieun yang ketakutan dan sangat menggemaskan. Rasanya bibir merahnya membuat Jk seakan ingin mencobanya lagi.

"JIEUN!" Teriak Seok Jun mendorong badan Jk menjauhi Jieun. Kilatan marah dan cemburu memburu di dada Seok Jun. "Aku mencarimu ternyata kau disini."

Melihat kedekatan Seok Jun dengan Jieun membuat Jk tidak suka. Jieun melihat wajah Jk berubah menjadi sangat dingin lebih dingin dari biasanya.

"Nanti kita perlu bicara lagi Jk." Teriak Jieun ke arah Jk yang sudah berjalan menjauhi Jieun dan Seok Jun. Jieun kemudian menatap Seok Jun, "Ada apa kau mencariku Seok Jun?"

"Apa kau lupa dengan ajakanku tadi pagi."

Jieun menggaruk kepalanya sambil mengingat, "Ah iya aku lupa, memangnya tidak bisa di tunda Seok Jun?"

"Memangnya kamu ada urusan lain Jieun? Padahal kita sudah lama tidak keluar berdua." Seok Jun menghela nafas kasar. Matanya masih menatap Jieun yang sedang memikirkan sesuatu.

Jieun beranjak dari tempatnya berdiri, "Ayo Seok Jun."

Seok Jun tersenyum begitu bahagia ketika Jieun menerima ajakannya. Seok Jun mengeratkan rangkulan bahunya sehingga Jieun merapat kearah Seok Jun. Mereka berjalan dengan santainya menuju arah parkiran kampus. Sedangkan Jk memandangi punggung Jieun dengan tatapan tidak suka.

"Kenapa dengan wajahmu Jk?" Tanya Beom Seok, "Hey kau mau kemana?" Beom Seok melihat Jk mengambil kunci mobil secara terburu-buru.

"Ada apa Beom Seok?" Tanya Baek Hyon yang baru saja datang setelah selesai kelas.

"Aku juga nggak tau kenapa dia begitu terburu-buru."

"Dae Hoo kenapa kau berlari seperti kesatanan?" Tanya Baek Hyon di sela perbincangannya dengan Beom Seok.

"Ini aneh kenapa dengan mereka berdua." Beom Seok begitu bingung melihat kedua temannya.

"Ayo kita ikuti Dae Hoo saja." Ajak Baek Hyon menarik Beom Seok yang sednag santai duduk di meja kantin. Dengan berat hati dia menurut dan ikut menyusul Baek Hyon dari belakang menuju arah parkiran. Mereka berdua melihat Mobil Jk sudah lebih dulu disusul dengan mobil Dae Hoo dari arah belakang.

***

TBC

Slow updet iya sorry banget ini aja tanpa editing -,
Kalo cerita ini banyak typonya maapmaap aja iya 😴

Oh iya fighting buat Jungkook yang lagi rame bet dah bahas dia gue juga nggak terlalu paham udah baca tapi ngga ngerti kelemotan gue mendarah daging gara gara dirumah Mulu 🤣😂
Yang tau bisa komen dibawah 🙃

Because I Love YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang