3

236 49 2
                                    

heiyooo!! Aku balik lagi :))

IU

"Kenapa di pikiranku hanya ada cowok itu? Iu lupakan dia bukan tipemu sama sekali." Iu berbicara sendiri sembari mengeringkan rambutnya yang masih basah. Tidak berapa lama deringan telepon membuat Iu berjalan kea rah sofa panjang nan empuk lalu mengangkatnya.

"Hallo?"

"Iu mommy kangen. Pulanglah nak."

"Ibu aku juga kangen. Tapi aku ingin membuktikan pada Ayah bahwa aku bisa mandiri."

"Apa kau menderita sayang. Ibu tidak tega melihatmu kesusahan."

"Tenanglah ibu aku baik-baik saja. Sudah iya bu nanti jika Ayah tau dikira aku meminta uang padamu. Miss you."

Sambungan telepon berhenti di situ. Iu sungguh kangen dengan ibunya hampir enam bulan mereka terpisahkan oleh jarak. Walaupun Iu tau ibunya bisa saja menyusulnya tapi Ayah pasti melarangnya.

"Tenang saja Ayah akan ku buktikan." Ujar Iu penuh dengan semangat.

Krucuk..krucukk.. Suara perut Iu terdengar cukup keras. "Ya ampun apa aku sudah lapar lagi padahal aku tadi sudah makan iya walaupun sedikit. Baiklah kita akan buat ramen."

***

JK sudah menunggu tepat di depan kelas menantikan kedatangan iu yang sedari tadi tidak menampakan batang hidungnya. "Sial! Kemana wanita itu." JK mengumpat pelan sementara orang yang melihatnya menatap heran. Tidak berapa lama Iu datang dengan buku di genggamannya dan seorang pria disamping Iu yang JK pernah lihat di acara pesta waktu itu.

JK menatap Iu kemudian menatap pria di sebelahnya, "Aku ingin bicara denganmu." Ujar JK langsung ke intinya.

"Maaf tuan saya tidak ada urusan lagi dengan anda jadi tolong minggir." Iu mendorong JK yang menghalangi jalanya namun JK menarik tangan Iu. Sedangkan Seok Jun yang melihatnya langsung menepis tangan JK, "Apa kau tidak dengar yang dia katakana?" Ujar Seok Jun yang tidak suka ada pria lain menggangu Iu.

JK menatap tajam Seok Jun karna baru kali ini ada wanita yang tidak ingin berbicara denganya, "Aku ada urusan dengan Iu, kenapa kau yang bermasalah? Ahh! Sepertinya kau menyukainya." Sindir JK yang membuat Seok Jun ingin sekali menghajar JK.

Sedangkan Iu memisahkan keduanya, "Pergilah Seok Jun kau akan telat kelas nanti." Iu melihat wajah Seok Jun yang sama sekali tidak bersahabat. Iu sangat mengenal Seok Jun sebagai sahabat terdekatnya. Setelah kepergian Seok Jun akhirnya Iu mendekati JK, "Apa maumu? Aku sudah membantumu sesuai perjanjian kita kau tidak lagi menggangguku."

"Tenanglah. Aku juga tidak ingin menganggumu tapi ibuku mengajakmu datang ke pestanya dan aku sudah mengtakan iya padanya."

"Aku tidak mau. Sudah ku bilang kita sudah tidak ada urusan." Iu melangkah pergi memasuki kelas namun lagi-lagi di cegat oleh JK.

"Aku mohon bantulah aku lagi. Aku akan memberimu berapapun yang kau mau mobil, uang, rumah semuanya. Baru kali ini aku memohon pada seorang wanita jadi bantulah aku."

"Kau pikir aku gadis matre yang menginginkan hartamu. Lepaskan!" Iu melepaskan tangan JK dengan kasar. "Keputusanku tetap tidak mau."

Baru beberapa langkah jalan JK memberikan ultimatum kepada Iu, "Baiklah kalo kau tidak mau membantuku aku akan membuatmu di keluarkan dari kampus ini."

"Lakukan sesukamu aku tidak takut." Iu berlari menuju kearah toilet. "Bagaimana jika itu terjadi. Apa aku harus mengalah dari Ayah. Tidak! Aku tidak bisa seperti itu." Iu menggerang frustasi. "Sepertinya ancaman dia tidak main-main. Kenapa mulutku ini tidak mampu aku control." Iu menatap dirinya di kaca.

***

Iu mendatangi JK yang sedang asik duduk bersama the most wanted kampus ini. Beberapa pria yang mempunyai pesona dan tentunya berasal dari keluarga mampu semuanya.

Byurr.. Tumpahan minuman membuat wajah JK basah sedangkan teman temanya menatap kaget melihat kejadian itu, "Apa yang kau lakukan!" Bentak JK yang seperti sedang di rendahkan oleh seorang gadis.

"Apa yang kau lakukan dengan beasiswaku di kampus ini? Pati ini ulahmu kan?" Iu memang benar-benar emosi tanpa disadari seluruh penghuni kantin sedang menatapnya jijik.

"Baiklah mari kita bicarakan secara pribadi." JK menarik Iu menuju rooftop kampus yang sunyi.

Iu tadinya meronta tapi sepertinya itu bukan ide yang buruk apalagi tadi berapa puluh pasang mata yang sudah ingin mencaci maki Iu karena kelakuanya barusan.

Sesampainya di Rooftop JK langsung melepaskan tangan Iu dengan kasar. Jk mendekati Iu dan memojokannya sampai iu terpojok di diantara kedua tangan JK. "Apa yang kau--?"

"Diamlah! Bentak JK. " Aku sudah bilang jangan pernah main-main denganku."

"Baiklah maafkan aku yang menyiramu dengan minuman tadi." Ujar Iu yang ngeri dengan tatapan JK. "Aku hanya minta penjelasanmu mengapa kau membuat beasiswaku di cabut di kampus ini."

JK tertawa, "Karna kau yang mengajak duel denganku. Sudah ku bilang kau akan kalah kemarin aku sudah memintamu baik-baik tapi kau menolaknya." JK mendekati wajah Iu membuat badan Iu tegang.

"Deng—arkan.. aku akan membantumu lagi tapi kau harus mengembalikan beasiswaku kembali." Ujar Iu pasrah karena tidak ada cara lain selain ini.

"Sudah terlambat." JK melangkah pergi namun Iu menarik tanganya.

"Aku mohon ini mengenai kehidupaku."

JK menatap Iu yang memang sangat sedih, "Baiklah nanti sopirku akan menjemputmu malam ini." JK tersenyum tanpa disadari oleh Iu karena berhasil membujuknya walaupun dengan ancaman.

***

Haii!! sempet mau di hapus karna ga ada ide wkwk.. semoga bakal gue tamatin deh iya sebenernya nggak janji. Karna gue kalo nulis tergantung suasana hati.

jangan lupa vote :))

Because I Love YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang