9. Monokafe

7.6K 190 4
                                        

Halo selamat malam semuanya. Gimana kabarnya hari malam ini?

Semoga baik-baik saja yaww. Oh iya, Selamat Hari Idul Adha yaa.

Mumpung aku sekarang udah mulai liburan, jadi aku usahain buat update, karena aku juga kangen sama Alena dan Arka.

Jangan lupa vote dan komen yaww

Happy Reading

**

Alena dan Aureen baru saja melangkah keluar dari kelas ketika ponsel Aureen tiba-tiba berdering.

“Siapa?” tanya Alena sambil melirik.

“Si Zura,” jawab Aureen singkat.

Tanpa pikir panjang, Aureen langsung mengangkat teleponnya. Ia tahu betul, kalau tidak segera direspons, Azura pasti akan mengomel panjang lebar—dan Aureen benar-benar malas mendengarnya.

“Halo, kenapa?” sapa Aureen di telepon.

“Ini gue sama Alena baru keluar kelas.”

“Iya, gue nyusul ke sana,” lanjutnya.

Tut.

“Resti sama Zura di Monokafe,” katanya kepada Alena.

“Yaudah yuk ke sana. Udah lama juga kita nggak nongkrong di sana,” sahut Alena.

“Ayok! Gue juga kangen red velvet kesukaan gue,” Aureen menimpali semangat.

Tanpa menunda lagi, mereka segera menuju parkiran untuk mengambil mobil. Setelah itu, keduanya meluncur menuju Monokafe.

Begitu memasuki kafe, denting khas lonceng pintu menyambut mereka. Alena dan Aureen langsung memesan minuman sebelum menghampiri meja tempat Azura dan Resti duduk.

“Varo!” seru Azura, melambaikan tangan.

Empat cowok yang duduk di meja samping langsung menoleh.

“Aureen,” ucap Ezra sambil menatap ke arah gadis itu.

“Eh, hai,” balas Aureen dengan senyum kecil.

“Heh, sejak kapan lo kenal sama... siapa namanya?” tanya Azura, menunjuk Ezra dengan alis mengernyit.

“Ezra,” jawab pemuda itu singkat.

“Polusi suara,” cibir Adrian, malas.

“Terserah gue. Kok lo sewot sih?” balas Azura sengit.

“Siapa juga yang sewot!” sahut Adrian membalas tajam.

“Males banget gue harus ketemu cewek bawel,” gumam Arka, setengah terdengar.

“Dih! Emang gue pengen ketemu sama lo? Ogah banget!” seru Alena, kesal.

“Gue juga males banget ketemu lo terus. Nggak di kampus, nggak di luar, di E-Fair juga, apalagi nanti harus rapat terus... muak gue!” lanjut Alena tanpa menyaring emosi.

“Lho, kalian satu fakultas?” tanya Resti, heran.

“Iya. Ternyata mereka satu fakultas sama kita,” jawab Aureen.

“Lah, lo satu divisi, Ka, sama tuh cewek?” tanya Adrian pada Arka.

“Nggak satu divisi, tapi divisi mereka saling berkaitan. Jadi sering rapat bareng,” jelas Ezra.

“Kalau bisa ganti divisi, gue udah pindah dari kemarin,” keluh Arka.

“Lah, gue juga. Kalau aja divisi kita nggak saling berkaitan,” sahut Alena tak mau kalah.

 Alena & Arka [Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang